Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

trending

Doctor X Tuai Kontroversi, Petisi ke Majelis Nasional Minta Disetop

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Jumat, 30 Oct 2026 08:20 WIB

Adegan dalam drama Korea SBS Doctor X.
Drama Korea Doctor X: Mafia in White / Foto: SBS
Daftar Isi

Episode 6 Doctor X baru-baru ini menuai sorotan. Dalam penayangan episode Doctor X: Mafia in White yang tayang pada 24 Oktober 2026, terdapat adegan yang berkaitan dengan peristiwa sejarah Korea Selatan.

Tidak lama setelah rilis, episode tersebut sontak mendapat berbagai respon dari penonton. Bahkan, muncul petisi agar produksi drama tersebut ditinjau dan dihentikan penayangannya.

Adegan dalam Doctor X: Mafia in White yang tuai kontroversi

Dalam Doctor X episode 6, alur cerita berfokus pada tokoh bernama Oh Sang-beom yang tertembak di kepala di Gwangju pada Mei 1980 dan hidup dengan serpihan peluru selama 46 tahun.  

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Saat peristiwa gerakan demokratisasi di Gwangju berlangsung, Oh Sang-beom berusia 12 tahun. Ia kehilangan kakak laki-lakinya yang tertembak oleh pasukan darurat militer. Oh Sang-beom terluka di kepala. Ia kemudian hidup dengan sakit kepala dan kejang. 

Oh Sang-beom juga tidak jarang mengalami halusinasi. Ia pun memendam rasa bersalah dan kerinduan pada sang kakak. Oh Sang-beom menolak operasi karena takut tidak lagi bisa melihat kakaknya yang muncul sebagai penampakan. 

Dalam episode ini, ahli bedah Gye Su Jeong diceritakan pergi ke Gwangju untuk bertemu Oh Sang-beom secara langsung. Pada episode ini juga ditampilkan adegan ketika Oh Sang-beom naik bus No. 518 ke Pemakaman Nasional 18 Mei. Ada pula kilasan peristiwa kekejaman yang dialami warga pada saat peristiwa berlangsung.

Dilansir The Financial News, bus No. 518 adalah rute bus kota asli di Gwangju yang melewati Pemakaman Nasional 18 Mei. Rute ini menghubungkan 14 situs bersejarah 18 Mei di kota tersebut, termasuk pemakaman itu sendiri, Universitas Nasional Chonnam, Stasiun Gwangju, kawasan sekitar bekas gedung pemerintah provinsi, Geumnam-ro, dan bekas lokasi Sangmu-dae.

Episode 6 Doctor X ditutup dengan adegan karakter mantan presiden fiktif Ji Du-seok yang jatuh pingsan di sauna lapangan golf. Ia dibawa ke rumah sakit menggunakan helikopter dalam keadaan tidak sadar. Oh Sang-beom, yang kebetulan sedang ada di atap, melihat kejadian itu.

Seruan petisi ke Majelis Nasional minta Doctor X dihentikan

Setelah episode 6 tayang, ada penonton memposting petisi berjudul Petition to Suspend the SBS Drama Doctor X di Sistem Petisi Publik Majelis Nasional dengan Persetujuan Warga. Pembuat petisi mengatakan bahwa ada adegan terkait 18 Mei yang tidak berhubungan dengan alur utama drama.

Ia meminta agar proses produksinya ditinjau dan penayangannya dihentikan. Sebuah komunitas penggemar daring juga mengeluarkan pernyataan yang menuntut tim produksi menjelaskan mengapa drama itu menampilkan peristiwa 18 Mei dan seorang mantan presiden fiktif, serta apa peran unsur-unsur itu dalam cerita medisnya. 

Mengenal gerakan demokratisasi 18 Mei di Gwangju

Peristiwa Gwangju tahun 1980 merupakan gerakan pro-demokrasi yang meletus di kota Gwangju. Dikutip laman Korean Times, saat itu warga melawan penerapan darurat militer yang diperluas ke seluruh negeri oleh dewan pemerintahan militer pimpinan Chun Doo-hwan.

Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan orang tewas dan hilang. Sejak itu, peristiwa ini diakui sebagai momen krusial dalam jalan panjang Korea menuju demokrasi. Pada tahun 1997, 18 Mei ditetapkan sebagai hari peringatan nasional untuk peristiwa kelam tersebut.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda