Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

trending

5 Perbedaan Doctor X Versi Korea dan Jepang, dari Karakter hingga Alur Cerita

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Rabu, 21 Oct 2026 07:55 WIB

TV Asahi
Doctor X versi Jepang dan Korea Selatan / Foto: TV Asahi dan Netflix
Daftar Isi

Doctor X: The Age of the White Mafia mendapat sorotan setelah tayang perdana pada awal Oktober 2026. Serial ini berhasil menduduki peringkat nomor satu dalam kategori Netflix Global Top 10 Non-English Shows selama minggu pertama penayangannya. 

Dilansir laman Starnews, drama Korea Selatan yang diperankan Kim Ji Won ini telah menggaet 4,6 juta penonton serta masuk dalam sepuluh besar di 36 negara. Bahkan, serial ini sukses menjadi peringkat satu di tujuh negara, termasuk Korea Selatan, Indonesia, Filipina, dan Thailand.

Doctor X: Age of the White Mafia berkisah tentang  ahli bedah genius bernama Gye Su Jeong. Ia ditempatkan di Rumah Sakit Universitas Guseo untuk mengisi kekosongan bedah. Serial ini menyoroti kisah Gye Su Jeong dalam mengungkap berbagai isu di rumah sakit tempatnya bekerja. Ia menghadapi ketidakadilan di rumah sakit dan mengungkap korupsi di sana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Doctor X: The Age of the White Mafia merupakan versi remake dari serial Jepang Doctor X: Surgeon Michiko Daimon. Penayangan drama Korea tersebut tidak terlepas dari perhatian penggemar.

Tidak sedikit penonton yang membandingkan Doctor X versi Korea dengan versi Jepang sebagai serial aslinya. Lantas apa saja perbedaan Doctor X versi Korea dan Jepang? Yuk, Bunda, simak informasi lengkapnya.

Karakter tokoh utama Doctor X versi Korea dan Jepang

Salah satu perbedaan yang menonjol dari Doctor X versi Korea dan Jepang adalah karakter tokoh utama. Doctor X: The Age of the White Mafia menampilkan Kim Ji Won sebagai Gye Su Jeong. Sementara Doctor X: Surgeon Michiko Daimon diperankan oleh Ryoko Yonekura sebagai Michiko Daimon.

Meskipun Gye Su Jeong dan Michiko Daimon sama-sama berperan sebagai ahli beda, namun keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. 

Michiko Daimon dikenal sebagai perempuan yang mandiri dan cenderung blak-blakan. Ia memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan tidak ragu untuk menyampaikan gagasannya secara terus terang.

Sementara Gye Su Jeong ditampilkan sebagai pribadi yang dingin dan cenderung tertutup. Namun, sama halnya dengan Daimon, Gye Su Jeong tidak ragu untuk menentang sistem rumah sakit tempatnya bekerja.

Latar perkenalan tokoh utama di episode perdana

Perbedaan lain antara Doctor X versi Korea dan Jepang adalah pengenalan tokoh utama pada episode pertama. Doctor X versi Jepang menampilkan Daimon menangani keadaan darurat di sebuah klub pada episode awalnya. 

Sementara itu, Doctor X: The Age of the White Mafia memilih latar yang berbeda untuk memperkenalkan tokoh utama. Doctor X versi Korea menampilkan Su Jeong dan Hee Sook di sebuah aula biliar ketika seseorang membutuhkan bantuan mendesak.

Penyajian konflik dan nuansa dalam cerita

Perbedaan berikutnya antara Doctor X versi Korea dan Jepang adalah cara penyajian konflik dan nuansa dalam cerita. Meskipun Doctor X sama-sama menyoroti perjuangan tokoh utama yang berusaha mengungkap politik rumah sakit, tetapi penekanan konflik antara dua serial itu terdapat perbedaan, seperti dikutip dari laman DaebakDaily.

Doctor X versi Korea Selatan pada dasarnya tetap menggunakan kerangka cerita yang sama dengan versi aslinya. Namun, terdapat beberapa perubahan, di antaranya sorotan tentang para pekerja yang belum menerima gaji, di balik perlakuan istimewa mereka untuk pasien VIP. 

Selain itu, jadwal pasien dan operasi di rumah sakit itu pun ikut terseret kepentingan klub pribadi bernama Magnolia Society.

Perubahan pemeran pendukung dalam serial Doctor-X: Surgeon Michiko Daimon dan Doctor X: Mafia in White

Doctor X: The Age of the White Mafia menghadirkan beberapa tokoh pendukung yang sebelumnya tampil dalam Doctor X: Surgeon Michiko Daimon. Dalam Doctor X versi Jepang ada ahli anestesi Hiromi Jonouchi yang diperankan oleh Yuki Uchida. Dalam Doctor X versi Korea, ada tokoh dengan peran serupa, yaitu Jo Wonjin yang diperankan Lee Jin Hee.

Selain itu, direktur rumah sakit dalam Doctor-X: Surgeon Michiko Daimon pada season 1 adalah Ryunosuke Busujima. Kemudian pada season-season selanjutnya adalah Shigekatsu Hiruma.

Doctor X versi Korea Selatan juga menampilkan direktur rumah sakit yaitu Bu Seunggwon. Baik Doctor-X: Surgeon Michiko Daimon maupun Doctor X: Mafia in White, direktur rumah sakit menjadi pihak yang membutuhkan jasa ahli bedah dari tokoh utama sekaligus berusaha menjaga dia tetap di bawah kendali organisasi.

Salah satu pemeran pendukung yang cukup berbeda adalah pemeran kepala agensi. Dilansir laman K-Wave Insider, Doctor-X: Surgeon Michiko Daimon, pemeran kepala agensi Ittoku Kishibe yang diperankan Akira Kanbara.

Sementara itu, kepala agensi dalam Doctor X: The Age of the White Mafia, Jang Hee Sook, yang diperankan Lee Jung Eun menampilkan hubungan yang cukup intens dengan pemeran utama. Dalam Doctor X versi Korea Hee-sook memiliki hubungan yang jauh lebih personal dengan Su Jeong. Su Jeong memperlakukan Hee Sook sebagai seseorang yang bisa menjadi bos, bibi, sekaligus teman.

Jumlah season Doctor X versi Korea dan Jepang

Doctor X: Surgeon Michiko Daimon tayang perdana pada tahun 2012 dengan total tayangan sebanyak tujuh season. Tidak berhenti di situ, Doctor X versi Jepang ini memiliki versi film yaitu Doctor-X the Movie yang tayang pada 2024. 

Doctor X: The Age of the White Mafia rilis pada 9 Oktober 2026. Season 1 drama medical noir ini terdiri atas 12 episode. Belum ada konfirmasi resmi terkait perilisan season berikutnya. Doctor X: The Age of the White Mafia dapat disaksikan di Netflix setiap Jumat dan Sabtu hingga 14 November mendatang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda