Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

trending

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla di Kalimantan, Resah Habitat Orang Utan Borneo Terganggu

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 13 Oct 2026 12:00 WIB

Leonardo DiCaprio
Leonardo DiCaprio/ Instagram @leonardodicaprio
Jakarta -

Aktor asal Amerika Serikat, Leonardo DiCaprio, baru-baru ini menjadi sorotan publik Tanah Air. Hal ini bermula setelah DiCaprio mengungkap keprihatinannya tentang bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Dalam unggahan di Instagram miliknya, DiCaprio mem-posting video yang menyoroti lebih dari 800.000 hektare lahan hutan telah hangus dilalap si jago merah. Peraih Oscar ini juga menulis tentang beragam penyebab karhutla, termasuk krisis iklim.

"Lebih dari 2 juta acres atau ekar (800.000 hektare) hutan telah terbakar di pulau Kalimantan dan Sumatra," tulis DiCaprio, di Instagram @leonardodicaprio.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Perubahan iklim membuat hutan di Kalimantan menjadi lebih kering, lebih panas, dan lebih rentan terhadap kebakaran-yang sering kali dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan hutan untuk pertanian. Saat lahan gambut yang kaya karbon seperti ini terbakar, lahan tersebut juga melepaskan karbon tersimpan dalam jumlah sangat besar, sehingga semakin memperparah krisis iklim dan keanekaragaman hayati," sambungnya.

DiCaprio tak lupa menyoroti tentang dampak karhutla ini pada jutaan orang. Tak hanya itu, ia juga mengungkap dampaknya pada orang utan yang ada di Borneo, Kalimantan.

"Lebih dari 5 juta orang telah terpapar asap kebakaran hutan. Orang utan Kalimantan terlihat melarikan diri dari hutan yang terbakar seiring hilangnya habitat mereka," ujar DiCaprio.

"Orang utan ini diselamatkan oleh BKSDA di Kalimantan Tengah dengan dukungan BOS Foundation, dan kini berada dalam perawatan dokter hewan. Owa Kalimantan (Bornean White-bearded Gibbon), yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di pepohonan, memiliki sedikit pilihan untuk melarikan diri saat api melalap hutan di sekitarnya."

Dalam postingan ini, DiCaprio mencantumkan tautan tentang karhutla dan dampaknya pada orang utan di Borneo. Tautan ini juga berisi bentuk dukungan yang bisa diberikan banyak orang untuk upaya pemadaman kebakaran demi melindungi hutan dan satwa liar.

Leonardo DiCaprio adalah aktivitis lingkungan dan perubahan iklim

Di balik dunia akting, Leonardo DiCaprio memang dikenal sangat peduli dengan lingkungan dan isu krisis iklim. Pada tahun 2014, ia pernah ditunjuk sebagai perwakilan perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk perubahan iklim.

Sekretaris Jenderal PBB yang menjabat saat itu, Ban Ki Moon, mengatakan bahwa ketenaran global sang aktor sangat cocok dengan tantangan global yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

Jauh sebelum terpilih sebagai perwakilan PBB, DiCaprio sudah menjadi aktivitas lingkungan, Bunda. Pada tahun 1998, DiCaprio yang masih berusia 24 tahun mengunjungi Gedung Putih untuk bertemu dengan Wakil Presiden AS saat itu, Al Gore.

Dilansir laman Together Band, pertemuan tersebut secara khusus membahas pemanasan global. DiCaprio menyebut pertemuan itu sebagai momen penting yang menjadi tonggak awal kiprahnya dalam aktivisme iklim.

Di tahun yang sama, DiCaprio mendirikan Leonardo DiCaprio Foundation (LDF). Misi awal yayasan ini adalah untuk melindungi kawasan alam liar di Bumi serta mencari cara untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara umat manusia dan alam. Yayasan tersebut diketahui telah mendukung banyak proyek konservasi inovatif di seluruh dunia yang berfokus pada perlindungan ekosistem yang rentan dan spesies-spesies penting.

Selain itu, DiCaprio dan yayasannya juga telah menghasilkan sejumlah proyek media yang mengkomunikasikan urgensi perubahan iklim kepada publik, seperti The 11th Hour pada tahun 2007 dan Before the Flood di tahun 2016. Kedua karya tersebut telah ditonton oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Saat menerima penghargaan Aktor Terbaik di Piala Oscar 2026 untuk film The Revenant, DiCaprio memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyuarakan isu-isu perubahan iklim. Ia meminta dukungan dari semua orang untuk melindungi planet Bumi dari ancaman krisis iklim, Bunda.

"Kita perlu mendukung para pemimpin di seluruh dunia yang tidak berbicara demi kepentingan pihak pencemar besar atau perusahaan raksasa, melainkan berbicara demi seluruh umat manusia, demi masyarakat adat di dunia, demi miliaran orang kurang mampu yang akan paling terdampak oleh hal ini, demi anak-cucu kita, serta demi mereka yang suaranya telah tenggelam oleh politik keserakahan," kata sang aktor dalam pidatonya.

"Saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua atas penghargaan luar biasa malam ini. Mari kita tidak menyia-nyiakan planet ini. Saya pun tidak akan menyia-nyiakan malam yang istimewa ini."

Demikian berita terbaru dari Leonardo DiCaprio yang mengungkap keprihatinannya tentang Karhutla di Kalimantan dan Sumatera. Semoga informasi ini bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda