Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

trending

9 Sikap Orang EQ Tinggi saat Hadapi Sindiran Keluarga

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Rabu, 19 Aug 2026 06:30 WIB

A senior woman and a young woman looking anxiously at their smartphone screens indoors
Ilustrasi sikap orang EQ tinggi saat hadapi sindiran keluarga / Foto: Getty Images/maruco
Daftar Isi

Pertemuan keluarga umumnya menjadi momen untuk bersua dan bertukar kabar. Namun, terkadang melalui obrolan-obrolan tersebut tersirat maksud yang kurang berkenan untuk diterima. Sebagai contoh, sindiran akan jalan hidup yang dipilih atau pertanyaan tentang hal yang belum dicapai.

Tidak jarang sebagian orang bingung untuk merespon pertanyaan atau sindiran yang dilontarkan keluarga. Namun, apabila Bunda ingin mengantisipasi hal ini, ada cara-cara cerdas yang bisa dilakukan untuk menghadapi situasi tersebut. Selain itu, respon ini juga merupakan sikap yang umumnya dilakukan orang dengan EQ tinggi menurut psikolog.

Berikut ini sikap orang EQ tinggi saat hadapi sindiran keluarga

Penasaran seperti apa cara-cara cerdas yang bisa dilakukan? Yuk, simak 9 sikap orang EQ tinggi saat menghadapi sindiran keluarga berikut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Mengabaikan

Cara ini memang tidak selalu mudah dilakukan. Apalagi jika sindiran yang disampaikan sebenarnya tidaklah benar. Namun, menurut Konselor Klinis Berlisensi Dr. Matt Glowiak, Ph.D., LCPC, CAADC, mengabaikan komentar sindiran saat kumpul keluarga tidak jarang menjadi cara untuk memberi perawatan diri (self care) pada diri sendiri.

"Jika komentar pasif-agresif (sindiran) itu tidak banyak berarti dalam skema besar kehidupan, mengabaikannya mungkin pilihan terbaik," ujar Glowiak. 

"Seringkali, individu yang sengaja menyerang orang lain selama liburan hanya berusaha memancing kemarahan dari orang lain. Dengan merespons negatif dan memperbesar masalah, orang yang berkomentar pada akhirnya merasa seolah-olah mereka menang karena membuatmu marah," sambungnya 

Sebaliknya, apabila seseorang memutuskan untuk meninggalkan segala sindiran yang berpotensi menimbulkan perdebatan, ini jauh lebih efektif untuk memberikan efek relaks dan menemukan kebahagiaan pada momen tersebut.

2. Menanggapi sindiran tanpa emosi berlebih

Berbanding terbalik dari cara sebelumnya, ada kalanya sindiran juga dapat ditanggapi. Namun yang perlu dicatat adalah menanggapi sindiran keluarga sebaiknya sebisa mungkin disampaikan dengan komentar langsung yang lugas, tanpa ada unsur menyerang personal.

Menanggapi sindirian juga akan lebih baik dalam kondisi emosi yang stabil, bukan berapi-api. Komentar atas sindiran ini menjadi jalan untuk langsung mengakhiri komentar pasif agresif, bukan untuk memperpanjang perkara.

3. Minta pertemuan secara personal

Apabila berencana untuk menanggapi sindiran keluarga, tetapi momennya tidak pas karena berpotensi memancing perhatian banyak orang, meminta pertemuan secara personal bisa jadi salah satu pilihan.

"Jika komentar disampaikan di depan orang lain, mohon agar individu tersebut berbicara satu lawan satu dengan Anda tanpa kehadiran orang lain," kata Dr. Glowiak. "Jika tujuannya adalah untuk memancing kemarahan di depan orang lain, maka upaya itu gagal." 

Dengan meminta pertemuan secara personal, seseorang jadi punya kesempatan untuk menyelesaikan masalah secara pribadi. Selain itu, pertemuan yang dilakukan di lain kesempatan memungkinkan seseorang untuk membahas masalah secara lebih tenang.

4. Melakukan pernapasan secara teratur

Meskipun terlihat sepele, melakukan pernapasan secara teratur ketika ada sindiran yang dilontarkan keluarga dapat membuat seseorang lebih tenang.

Melansir laman Parade, melakukan pernapasan secara teratur juga dapat mengulur waktu dan menenangkan emosional. Setelah itu, seseorang bisa menentukan apakah ia akan menanggapi atau mengabaikan sindiran yang didapat.

Hal itu sejalan seperti yang disampaikan Dr. Glowiak. "Mengambil napas dalam-dalam, atau bahkan melakukan pernapasan terstruktur, dapat memberi Anda waktu untuk memperlambat dan menenangkan emosional," ujar Dr. Glowiak. "Setelah tenang, Anda bisa memutuskan apakah akan menerima komentar itu atau melanjutkan." 

5. Meminta klarifikasi

Ketika sindiran dilontarkan oleh pihak keluarga, terkadang bisa saja komentar tersebut bukanlah yang dimaksud pihak tersebut atau bahkan tidak ditujukan oleh kita.

Dengan mencari klarifikasi, seseorang bisa menentukan kembali apakah sindiran itu memang dimaksudkan untuk dirinya atau bukan.

Bahkan, jika orang yang menyindir itu memang bermaksud melayangkan sindiran kepada kita. Dengan meminta klarifikasi itu dapat membuat mereka terbuka dan menyampaikan niat mereka secara langsung. 

6. Menjaga jarak

Apabila seseorang tidak nyaman dalam situasi perkumpulan keluarga yang di dalamnya terdapat sindiran. Ia dapat mengambil tindakan dengan menjauh dari kerumunan.

Menjaga jarak ini bisa berarti berpindah ke kelompok kecil anggota keluarga lain atau melakukan berbagai aktivitas. Ini dilakukan untuk mengalihkan fokus dari pihak yang menyindir.

7. Hindari melibatkan orang lain

Saat ada pihak keluarga yang menyindir, tidak dipungkiri bahwa kadang seseorang ingin ada pihak yang mendukung untuk melawan sindiran tersebut.

Namun, hal ini dapat memicu permasalahan yang lebih panjang dan tidak disarankan oleh Dr. Glowiak. Hal ini tidak hanya berpotensi menambah perkara, tetapi juga membuat pihak lain merasa tidak nyaman.

Selain itu, Dr. Glowiak juga menyampaikan bahwa tidak melibatkan orang lain dalam permasalahan pribadi merupakan sikap orang yang memiliki EQ tinggi. Ia merasa tidak perlu memberi tekanan pada pihak yang hanya ingin bersenang-senang pada kumpul keluarga.

8. Tidak terlalu diambil hati

Cara cerdas lain secara emosional untuk menghadapi sindiran keluarga adalah tetap tenang dan melanjutkan kegiatan. Terlalu mengambil hati atas sindiran yang dilayangkan dapat mempengaruhi suasana saat kumpul keluarga, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Jika seseorang merasa perlu menanggapinya lebih lanjut, akan lebih baik apabila mempertimbangkan waktu dan tempat yang pas. Mungkin bukan saat acara kumpul keluarga. Permasalahan itu bisa disimpan dahulu, kemudian lanjut bersenang-senang sesuai rencana.

9. Akui komentar dan ubah topik

Sikap orang dengan EQ tinggi lain berdasarkan cara menghadapi sindiran keluarga, salah satunya adalah dengan mengakui sindiran tersebut, kemudian mengganti topik. Hal ini dapat menjadi cara untuk menjaga kelancaran kumpul keluarga.

Dr. Glowiak memberi saran ucapan yang bisa dikatakan pada momen seperti itu, "Saya mengerti Anda, dan saya ingin membahas ini lebih lanjut; Namun, kami di sini untuk berkumpul di hari liburan, yang memang dimaksudkan untuk bersenang-senang. Bagaimana kalau kita makan dessert dahulu dan nanti kita bahas lagi?" 

Dengan adanya ucapan seperti itu, sindiran tidak hanya teralihkan, tetapi juga lawan bicara masih diperhatikan. Karena, menurut Dr. Glowiak, mengganti topik tanpa mengindahkan lawan bicara adalah sikap meremehkan dan berpotensi membuat masalah semakin besar.

Demikian sembilan sikap orang yang memiliki  EQ tinggi saat menghadapi sindiran keluarga. Cara-cara ini dapat diterapkan bergantung dengan konteks dan kondisi yang berlaku. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda