Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

trending

Kisah Pria di Tangerang Nyaris Lumpuh Akibat Saraf Kejepit

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 19 May 2026 12:30 WIB

Ilustrasi Sakit Pinggang
Ilustrasi saraf kejepit / Foto: Getty Images/iStockphoto/Phira Phonruewiangphing
Jakarta -

Seorang pria di Tangerang belum lama ini viral di media sosial setelah menceritakan kisahnya mengalami saraf kejepit. Pria bernama Charis Nicholas Tanzil ini bahkan nyaris lumpuh setelah didiagnosis saraf kejepit, Bunda.

Perlu diketahui, saraf kejepit menggambarkan satu jenis kerusakan atau cedera pada saraf atau kumpulan saraf. Mengutip dari laman Web MD, saraf terjepit terjadi ketika ada tekanan pada saraf.

Tekanan tersebut bisa terjadi karena adanya gerakan berulang atau kebiasaan menahan tubuh di satu posisi dalam waktu yang lama. Tekanan saraf paling sering terjadi di antara jaringan seperti ligamen, tendon, dan tulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kisah pria alami saraf kejepit

Dalam video yang diunggah di Instagram, Charis Nicholas membagikan perjalanan panjangnya melakukan perawatan saraf kejepit sejak tahun 2017. Selama periode 2018 hingga 2020, pria 26 tahun ini menjalani beragam perawatan, seperti fisioterapi, terapi kretek, akupunktur, berenang, hingga urut.

Tiga tahun menjalani perawatan, pria dari Tangerang ini tidak sembuh dari saraf kejepit yang diidapnya. Pada satu titik, ia bahkan menjadi terbiasa dengan rasa sakit yang dirasakan.

"Selama 3 tahun enggak pernah bener-bener 100 persen sehat sampai jadi terbiasa dengan sakit," ucap Nicholas dalam salah satu unggahannya di akun IG @charis_nicholas.

Pada tahun 2021, ia akhirnya memutuskan untuk operasi. Meskipun awalnya mengaku takut, ia tidak memiliki pilihan lain selain menjalani tindakan medis ini.

Setelah operasi, Nicholas langsung bisa berdiri, Bunda. Ia setidaknya harus menjalani proses recovery selama kurang lebih setahun untuk mengatasi trauma otot yang kaku. Kini, kondisinya sudah jauh lebih baik.

Ketika berbincang dengan detikcom, Nicholas mengatakan bahwa pasca operasi ia memiliki beberapa pantangan agar masalah saraf kejepitnya tidak kembali. Selain tidak boleh mengangkat beban berat, ia harus memerhatikan postur tubuh saat mengangkat beban.

Lantas, apa saja latihan yang harus dilakukannya usai menjalani operasi?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda