Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

trending

Thailand Kini Jadi Tailan, Ini 10 Negara Lain yang Ikut Berubah dalam Bahasa Indonesia

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Rabu, 21 Jan 2026 13:40 WIB

Ilustrasi Grand Palace Bangkok Thailand
Ilustrasi Grand Palace Bangkok Thailand / Foto: Getty Images/benedek
Daftar Isi

Baru-baru ini, banyak media memberitakan bahwa Thailand kini resmi disebut Tailan dalam penulisan bahasa Indonesia. Perubahan ini mulai diterapkan dalam tulisan media, peta, dan dokumen resmi di Tanah Air.

Langkah yang dilakukan ini membuat banyak orang penasaran dan ramai diperbincangkan. Ternyata, perubahan nama negara bukan hal asing karena ada beberapa negara yang berubah namanya seiring waktu.

Dengan pengejaan baru menjadi Tailan, masyarakat Indonesia diminta menyesuaikan cara menulis nama negara ini dengan benar. Perubahan ini juga menjadi sorotan karena memengaruhi publik, media, hingga konten pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, apa alasan diubahnya nama negara Thailand menjadi Tailan? Dan apa saja negara lainnya yang namanya juga turut berubah secara pengejaan dalam bahasa Indonesia? Simak selengkapnya di bawah ini, Bunda.

Alasan Thailand kini resmi disebut Tailan

Melansir dari laman resmi CNN Indonesia, Badan Informasi Geospasial (BIG) resmi mengganti penulisan negara Thailand menjadi Tailan dalam bahasa Indonesia. Perubahan ini tercatat dalam dokumen eksonim, yang memuat versi nama resmi negara-negara di seluruh dunia.

Perubahan nama ini bukan sekadar soal ejaan, tapi bagian dari upaya Indonesia menstandarisasi penamaan negara. Langkah ini diterapkan untuk memastikan penyebutan nama negara lebih konsisten dan sesuai kaidah bahasa Indonesia.

BIG menegaskan bahwa standarisasi bertujuan untuk menyelaraskan nama geografis dalam bahasa Indonesia. Dokumen eksonim terbaru ini juga telah didaftarkan ke United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) pada 2025.

Indonesia aktif berperan dalam UNGEGN, terutama lewat Kelompok Kerja Nama Negara. Keterlibatan ini memungkinkan nama-nama negara disesuaikan dengan standar internasional sekaligus mempertahankan kaidah linguistik Indonesia.

Sejak 2019, Indonesia menyusun daftar komprehensif nama ibu kota dan nama negara yang direvisi. Dokumen ini kemudian diperbarui pada 2024 untuk memperbaiki inkonsistensi ejaan dan memastikan keselarasan dengan ortografi dan fonologi Bahasa Indonesia.

Tujuan utama pembaruan dokumen eksonim adalah agar representasi nama negara di Indonesia lebih akurat dan konsisten. Langkah ini juga penting untuk referensi resmi dalam surat-menyurat diplomatik, laporan pemerintah, dan dokumen pendidikan.

Selain itu, nama negara yang distandarisasi digunakan di media massa, buku teks, dan platform digital. Hal ini membantu masyarakat mengenal penyebutan resmi, termasuk perubahan Thailand menjadi Tailan, dengan lebih mudah dan tepat.

Apakah negara ASEAN lain juga berubah?

Pada Desember 2024, BIG bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB), Kementerian Luar Negeri, serta para pakar linguistik dari Universitas Indonesia untuk memperbarui dokumen eksonim negara. Upaya ini fokus pada penyempurnaan penulisan nama negara dalam bahasa Indonesia agar lebih baku dan konsisten.

Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung standardisasi nama geografis internasional sesuai dengan tujuan UNGEGN. Dengan dokumen baru ini, penyebutan nama negara menjadi lebih konsisten dan baku.

Dokumen eksonim terbaru mencakup 194 nama negara di seluruh dunia, termasuk negara-negara ASEAN. Beberapa mengalami penyesuaian resmi, seperti Thailand yang kini menjadi Tailan, menjadi salah satu contoh negara yang berubah namanya di kawasan ini.

Sementara itu, sebagian besar negara ASEAN lainnya mempertahankan ejaan dan pengucapan sebelumnya, meskipun ada penyempurnaan ejaan secara formal. Hal ini memudahkan masyarakat Indonesia untuk menyebut nama negara dengan benar sesuai standar resmi terbaru.

Daftar nama negara ASEAN terbaru dalam Bahasa Indonesia:

  • Brunei Darusalam (resmi): Brunei Darusalam
  • Kerajaan Kamboja (formal): Kamboja
  • Republik Indonesia (formal): Indonesia
  • Republik Demokratik Rakyat Laos (formal): Laos
  • Malaysia (formal): Malaysia
  • Republik Perserikatan Myanmar (formal): Myanmar
  • Republik Filipina (formal): Filipina
  • Republik Singapura (formal): Singapura
  • Kerajaan Tailan (formal): Tailan
  • Republik Sosialis Vietnam (formal): Vietnam
  • Republik Demokratik Timor Leste (formal): Timor Leste

Daftar nama negara yang ejaannya diubah dalam Bahasa Indonesia

Bunda, sejumlah nama negara lainnya juga ikut mengalami penyesuaian ejaan dalam bahasa Indonesia. Selain Thailand yang menjadi Tailan, ada 10 negara yang berubah namanya sesuai standar terbaru.

Perubahan ini tercatat dalam dokumen resmi Indonesia yang didaftarkan ke United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) pada 2025. Dokumen tersebut menjelaskan bahwa pembaruan ejaan nama negara penting untuk standarisasi referensi dalam berbagai konteks resmi. 

Berdasarkan dokumen resmi tersebut yang dilansir dari laman CNBC Indonesia, tujuan diubahnya penamaan tersebut adalah memastikan ejaan nama negara agar tetap konsisten dan akurat di seluruh dokumen resmi negara.

"Tujuan utama pembaruan dokumen eksonim adalah untuk memastikan bahwa representasi nama negara di seluruh dunia mematuhi keakuratan dan konsistensi linguistik," demikian bunyi dokumen resmi yang disiapkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dan pakar linguistik Universitas Indonesia. 

Berikut ini 10 negara yang berubah namanya dalam ejaan bahasa Indonesia:

  • Cabo Verde → Tanjung Hijau
  • Djibouti → Jibuti
  • Kyrgyzstan → Kirgistan
  • Liechtenstein → Liktenstin
  • Paraguay → Paraguai
  • Slovakia → Slowakia
  • Slovenia → Slowenia
  • Seychelles → Seisel
  • Sierra Leone → SieraLioni
  • Thailand → Tailan

Bunda, perubahan nama sebuah negara memang bisa menjadi hal yang mengejutkan. Akan tetapi, penting untuk kita ketahui agar tetap tepat dalam penulisan dan percakapan sehari-hari. Dengan memahami negara yang berubah namanya ini, Bunda bisa lebih menambah wawasan seputar dunia internasional.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda