Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Imbas Karhutla, Kemenkes Catat Lebih dari 91 Ribu Balita Terkena ISPA

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 05 Nov 2026 15:45 WIB

Ilustrasi Anak Sakit Pakai Masker
Kemenkes Catat Lebih dari 91 Ribu Balita Terkena ISPA/ Foto: Getty Images/tonefotografia
Jakarta -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah Tanah Air membawa dampak buruk bagi kesehatan. Salah satu dampaknya bisa menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat akumulasi kasus ISPA telah menembus angka 401.586 kasus. Kasus itu tersebar di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak.

Menurut Juru Bicara Kemenkes Widyawati, lonjakan kasus terjadi setiap hari di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan daerah. Kenaikan terjadi seiring dengan kepulan asap karhutla yang tak kunjung padam, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Jumlah tersebut sudah termasuk penambahan sebanyak 3.906 kasus baru berdasarkan data pemantauan per 2 November 2026 sore pukul 16.00 WIB," ungkap Widyawati dalam siaran Info Bencana Terkini di YouTube BNPB, Rabu (4/11/26).

Lansia dan balita paling banyak terdampak karhutla

Menurut data, korban terdampak banyak ditemukan di kelompok rentan, seperti balita dan lanjut usia (lansia). Sistem kekebalan tubuh yang lemah membuat anak-anak dan lansia paling berat menanggung dampak dari asap karhutla.

Kemenkes setidaknya mencatat, sebanyak 91.913 kasus ISPA dialami oleh anak usia balita (0-5 tahun). Sementara itu, 87.704 kasus dialami anak usia 6-9 tahun, dan 56.092 kasus menyerang kelompok lansia di atas 60 tahun.

Perhatian lebih juga diberikan pada kelompok rentan lainnya, seperti ibu hamil dan orang yang mengidap asma. Menurut data, 590 perempuan berisiko mengalami komplikasi kehamilan akibat polusi, dan 1.530 pengidap asma rentan mengalami serangan berulang.

Dalam cakupan wilayah, ada beberapa daerah yang terdampak paling besar oleh asap karhutla, Bunda. Beberapa di antaranya adalah daerah-daerah di provinsi Kalimantan.

"Wilayah dengan jumlah penduduk terdampak paling besar mencakup Kota Banjarbaru di Kalimantan Selatan, Pekanbaru di Riau, dan Pontianak di Kalimantan Barat," ungkap Widyawati.

Selain ISPA, partikel abu sisa pembakaran hutan juga memicu masalah kesehatan lain yang bisa mengganggu aktivitas. Apa saja masalah kesehatan ini ya?

TERUSKAN MEMBACA DI SINI.

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda