parenting
Kisah Ayah Nabi Muhammad, Abdullah yang Menarik Diteladani
HaiBunda
Jumat, 06 Nov 2026 21:25 WIB
Daftar Isi
Abdullah bin Abdul Muthalib merupakan ayah dari Nabi Muhammad SAW yang memiliki kisah kehidupan penuh makna. Meski wafat sebelum kelahiran sang putra, sosok Abdullah dikenal sebagai salah satu sosok penting dalam sejarah Islam.
Kisah hidup Abdullah bisa menjadi cerita inspiratif untuk diceritakan kepada anak dalam rangka memperingati Hari Ayah, yang jatuh pada 12 November. Melalui kisah ini, Si Kecil dapat dikenalkan pada sejarah keluarga Nabi Muhammad SAW sekaligus belajar tentang nilai kebaikan dan pentingnya mengenal sosok-sosok di balik kehidupan Rasulullah.
Simak kisah Ayah Nabi Muhammad SAW, Abdullah bin Abdul Muthalib, berikut ini ya!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah Abdullah di masa kecil
Kisah Ayah Muhammad SAW pernah dibagikan dalam buku Kisah Keluarga Rasulullah SAW untuk Anak karya Nurul Idun dkk. Menurut kisahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib adalah putra dari Abdul Muthalib, seorang pemimpin Quraisy yang sangat dihormati dan berpengaruh di Makkah.
Abdullah dikenal sebagai sosok yang jujur dan saleh sejak kecil, Bunda. Abdullah kecil juga dikenal mahir memainkan pedang dan berburu.
Tak hanya itu, Abdullah juga sangat jago berniaga atau berdagang. Seperti diketahui, berdagang merupakan aktivitas sebagian besar penduduk Mekkah kala itu.
Kisah ayah Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah saat hampir disembelih
Melansir dari laman detikcom dan CNN Indonesia, kehidupan Abdullah mulai menarik perhatian publik ketika ayahnya, Abdul Muthalib, membuat nazar atau ikrar kepada Allah SWT. Saat itu, Abdul Muthalib berjanji bila Allah SWT memberinya banyak anak yang kelak akan menjadi penjaganya, ia akan mengorbankan salah satu di antaranya.
Setelah ikrar, Abdul Muthalib mengumpulkan putra-putranya dan memberi tahu tentang sumpah tersebut, lalu meminta mereka untuk memenuhinya. Nah, agar adil dalam menentukan anak yang akan berkorban, Abdul Muthalib melakukan undian, dan nama Abdullah pun keluar.
Berita tentang Abdullah yang hendak dikurbankan mulai menyebar. Banyak penduduk menentangnya lantaran Abdullah dikenal memiliki nasab yang mulia.
Tak hanya itu, Para pembesar Quraisy khawatir jika eksekusi ini terjadi, maka akan menjadi budaya yang dilakukan secara turun-temurun ke generasi selanjutnya. Oleh karena itu, mereka berupaya berunding, membujuk, dan bahkan mencarikan solusi lain.
Setelah berunding, mereka memutuskan untuk mengundi nama Abdullah bersama nama unta. Jika nama unta yang terpilih maka Abdullah bisa terbebas dari nazar, sebaliknya jika nama Abdullah yang muncul maka setiap namanya dihargai 10 unta yang harus disembelih.
Dikutip dari buku Sejarah Terlengkap Nabi Muhammad SAW karya Abdurrahman bin Abdul Karim, total 10 kali nama Abdullah keluar dari undian tersebut. Pada undian ke-11, akhirnya nama unta yang keluar menggantikan nama Abdullah yang keluar sebanyak 10 kali berturut-turut. Hal ini artinya ada 100 unta yang harus disembelih untuk menggantikan nazar ayah Abdullah.
Abdul Muthalib pun menyetujui hasil ini dan menyembelih 100 ekor unta. Hasil sembelihan kemudian dibagikan kepada penduduk Mekkah secara rata sebagai bentuk rasa syukur.
Cerita wafatnya kisah ayah Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah
Semasa hidupnya, Abdullah bin Abdul Muthalib adalah seorang pedagang yang dihormati di Mekkah. Ia menikahi Siti Aminah binta Wahb bin Abd Manaf bin Zuhra pada usia 24 tahun.
Abdullah bin Abdul Muthalib lahir di Mekkah pada tahun 545 dan meninggal dunia pada tahun 570. Ia meninggal dunia dalam perjalanan kafilah antara Mekkah dan Madinah untuk berdagang.
Dalam perjalanan tersebut, Abdullah disebut mengidap suatu penyakit, yang membuatnya beristirahat di Kota Yastrib. Di kota tersebut, ia terbaring sakit selama satu bulan lamanya.
Mendengar kabar tersebut, sang ayah, Abdul Muthalib, memerintahkan anak sulungnya Harits, untuk pergi ke Yastrib memantau kondisi Abdullah. Namun, setibanya Harits di Yastrib, Abdullah telah meninggal dunia.
Menurut buku yang disusun M. Quraish Shihab berjudul Membaca Sirah Nabi Muhammad: Dalam Sorotan Al-Qur'an dan Hadits-hadits, disebutkan bahwa Abdullah wafat pada usia 18 tahun. Namun, ada juga riwayat yang menyatakan usia wafatnya adalah 25 atau 30 tahun, Bunda.
Abdullah bin Abdul Muthalib meninggal dunia saat Nabi Muhammad SAW masih dalam kandungan ibundanya. Mayoritas ulama berpendapat bahwa beberapa bulan setelah kematian Abdullah, atau pada 12 Rabiul Awal di Tahun Gajah, Rasulullah SAW lahir.
Sebenarnya, ada banyak versi yang menceritakan kisah kepergian ayah Nabi Muhammad SAW. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Abdullah meninggal saat Nabi Muhammad SAW baru berusia tujuh bulan. Tetapi, pendapat yang paling kuat adalah Abdullah wafat sebelum sang putra dilahirkan.
Saat berusia enam tahun, Nabi Muhammad disebut pernah berziarah ke makam sang ayah bersama ibundanya.
Demikian kisah Ayah Nabi Muhammad yang Bernama Abdullah yang menarik untuk diteladani. Semoga kisahnya bisa dibagikan ke Si Kecil untuk mengenal sosok keluarga Rasulullah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Kisah Teladan Ayah Nabi Muhammad SAW yang Bisa Ditiru
Parenting
25 Kata-kata Bijak Ayah untuk Nasihat Anak Laki-lakinya
Parenting
7 Manfaat Anak Bermain dengan Ayah, Bikin Si Kecil Lebih Cerdas
Parenting
Peran Ayah dalam Ajaran Islam yang Tertuang di Al-Qur'an, Bukan Hanya Mencari Nafkah
Parenting
7 Cara Jadi Ayah Hebat untuk Anak Laki-Laki & Perempuan, Bangun Komunikasi Sehat
5 Foto
Parenting
5 Potret Ayah Seleb Sibuk Urus Anak Tanpa Bantuan Istri, Ada yang Single
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Rekomendasi 5 Kisah Nabi dan Rasul untuk Dongeng Anak selama Ramadan
25 Kisah Nabi yang Patut Diteladani Lengkap dengan Mukjizat dan Nasihat
9 Kisah Nabi Muhammad SAW Singkat Lengkap dari Lahir sampai Wafat, Penuh Teladan untuk Diceritakan ke Anak