parenting
Terungkap! Pengeluaran Pendidikan Anak di Korea Selatan Tembus Rp320 Triliun, Ini Rinciannya
HaiBunda
Minggu, 25 Oct 2026 13:35 WIB
Pendidikan menjadi salah satu investasi terbesar bagi keluarga di Korea Selatan. Tak heran bila persaingan akademik di negara ini cukup ketat, terutama bagi anak yang akan memasuki sekolah dan universitas unggulan.
Selain mengikuti pelajaran di sekolah formal, banyak orang tua juga mengikutsertakan anak mereka dalam bimbingan belajar swasta atau disebut hagwon. Hal itu membuat pengeluaran pendidikan di Korea Selatan bisa tinggi dibandingkan negara lainnya, Bunda.
Dilansir laman Yonhap News Agency, pengeluaran keluarga Korea Selatan untuk pendidikan swasta anak-anak mereka telah melonjak lebih dari 60 persen selama dekade terakhir. Menurut Korean Statistical Information Service (KOSIS) dari Ministry of Data and Statistics, rumah tangga Korea Selatan menghabiskan hampir 29,2 triliun won (sekitar Rp360 triliun) untuk pendidikan swasta pada tahun 2024, meningkat 60,1 persen dari tahun 2014. Ini juga menandai tahun keempat berturut-turut peningkatan pengeluaran untuk pendidikan swasta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengeluarkan biaya untuk menyekolahkan siswa di hagwon terus meningkat, keluarga di Korea juga memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan pada les tambahan bagi anak-anak mereka di luar jam sekolah. Hal tersebut berkontribusi pada lonjakan berkelanjutan dalam pengeluaran pendidikan swasta.
Ministry of Data and Statistics Korea Selatan menambahkan, peningkatan jumlah rumah tangga dengan dua sumber pendapatan juga menyebabkan peningkatan pengeluaran untuk pendidikan swasta, Bunda. Banyak orang tua sering mengirim anak-anak mereka ke bimbingan belajar setelah sekolah alih-aling meninggalkan di rumah sendirian.
Data KOSISÂ juga menunjukkan bahwa pengeluaran untuk pendidikan siswa SD mengalami peningkatan paling signifikan, dari sekitar 7,6 triliun won (Rp101 triliun) pada tahun 2014 menjadi 13,2 triliun won (Rp179 triliun) pada tahun 2024. Jumlah tersebut meningkat sebesar 74,1 persen.
Perlu diketahui, selama periode 10 tahun yang sama, pengeluaran untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga meningkat sebesar 40,7 persen, sementara pengeluaran untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) naik sebesar 60,5 persen.
Menurut KOSIS, sebuah keluarga dengan setidaknya dua anak yang belum menikah menghabiskan rata-rata 611.000 won per bulan (Rp8 juta) untuk pendidikan swasta selama kuartal ketiga tahun 2025. Angka tersebut mewakili 12,6 persen dari total pengeluaran bulanan keluarga tersebut, atau hanya berada di belakang pengeluaran untuk makanan.
KOSIS mulai melacak pengeluaran pendidikan swasta pada tahun 2019, ketika angka tersebut mencapai 11,5 persen dari pengeluaran rumah tangga bulanan. Angka tersebut lalu meningkat cukup tajam pada tahun 2024, Bunda.
Para ahli mengatakan bahwa seringnya perubahan atau ketidakpastian kebijakan penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi memaksa orang tua untuk lebih bergantung pada pendidikan swasta.
Melansir dari laman Bruin Political Review, biaya pendidikan merupakan alasan utama mengapa membesarkan anak di Korea sangat mahal. Hal itu bahkan berdampak pada keputusan banyak pasangan untuk tidak memiliki anak.
Survei tahun 2020 menemukan bahwa 'ketidakstabilan ekonomi' dan 'biaya pengasuhan anak yang tinggi' adalah alasan utama banyak orang Korea tidak memiliki anak. Sebaliknya, banyak individu fokus pada pendidikan dan karier mereka sendiri.
Banyak anak kecil sudah didaftarkan di TK berbahasa Inggris
Sebuah laporan baru-baru ini menyebutkan bahwa hampir setengah dari semua anak kecil terdaftar dalam program pendidikan swasta, terutama taman kanak-kanak berbahasa Inggris. Persaingan sangat ketat sehingga orang-orang bahkan bercanda tentang balita yang mengikuti ujian masuk dengan popok hanya untuk mendapatkan tempat di taman kanak-kanak bergengsi.
Meskipun demikian, sektor pendidikan swasta yang berkembang pesat mendorong anak-anak usia muda jauh melampaui ekspektasi pada umumnya. Anak yang masih kecil sudah mengerti buku teks yang ditujukan untuk siswa Amerika yang lebih tua. Sementara itu, anak-anak SD mampu mengerjakan soal matematika tingkat lanjut untuk belajar atau bermain secara efektif.
Dikutip dari Asia News Network, Korea Selatan memang telah mendapatkan pengakuan internasional atas sistem pendidikannya yang unggul dan budayanya yang dinamis. Tak heran bila pendidikan di negara ini menjadikannya tujuan yang menarik bagi mahasiswa di luar Korea.
Sekolah negeri tidak selalu gagal, tetapi beberapa orang tua memperlakukan pendidikan seperti komoditas, mencoba membeli masa depan akademis anak-anak mereka seolah-olah meningkatkan status mereka ke kelas bisnis. Akibatnya, siswa yang dipersiapkan secara intensif melihat sedikit nilai dalam pekerjaan kelas reguler.
Ya, persaingan akademis yang ketat merupakan hambatan struktural serius bagi pembentukan keluarga bagi banyak pasangan Korea. Jika orang tua merasa tidak mampu membesarkan anak yang berprestasi secara akademis, kemungkinan besar mereka tidak akan memiliki anak sama sekali.
Di negara ini, bentuk kesuksesan yang diterima secara budaya masih dinilai dari asal tempat sekolah anak, yakni universitas elit, dan pekerjaan selanjutnya di perusahaan terkenal.
Demikian informasi terkini tentang pengeluaran pendidikan di Korea Selatan yang naik, serta penyebabnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Bunda Pencinta K-Pop Yuk ke Konser Korean Wave 2019, Gratis!
Parenting
Didesak PBB, Korea Selatan Akan Hentikan Program Adopsi Anak ke Luar Negeri
Parenting
Inara Rusli Pilih Homeschooling untuk Starla, Simak Alasan di Baliknya
Parenting
Risiko Tersembunyi bila Si Kecil Sekolah Terlalu Dini, ADHD dan Gangguan Mental
Parenting
Momen Manis B.I 'iKON' Temani sang Adik di Acara Variety Show
5 Foto
Parenting
Happy Berdua, Intip Potret Kebersamaan Raisa dan Zalina Liburan ke Korea
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Di Negara Ini, Anak-anak Belajar Seperti Berkompetisi
5 Fakta Suneung, Ujian 8 Jam Siswa Korea Selatan yang Buat Seluruh Negeri Hening
Korea Selatan Tutup 49 SD hingga SMA Imbas Angka Kelahiran yang Terus Menurun