parenting
16 Tanda Anak yang Dibesarkan oleh Orang Tua Terlalu Kritis
HaiBunda
Rabu, 21 Oct 2026 16:05 WIB
Daftar Isi
-
Tanda anak dibesarkan oleh orang tua kritis
- 1. Anak kesulitan mempercayai diri sendiri
- 2. Anak ragu untuk menghadapi tantangan baru
- 3. Anak sulit untuk bangkit kembali setelah melakukan kesalahan
- 4. Anak cenderung menjadi seorang perfeksionis
- 5. Anak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan suatu tugas
- 6. Anak terus-menerus meminta maaf
- 7. Sering merasa defensif
- 8. Kesulitan mempercayai orang lain
- 9. Sulit untuk menanggapi pujian dengan serius
- 10. Anak mengalami banyak kecemasan sosial
- 11. Anak menciptakan kritikus dalam pikirannya
- 12. Anak rentan terhadap depresi
- 13. Anak cenderung kritis terhadap orang lain
- 14. Hubungan dengan saudara kandung sedang tegang
- 15. Anak jadi terlalu banyak berpikir
- 16. Anak merasa perlu membuktikan diri
Anak yang dibesarkan oleh orang tua terlalu kritis sering kali tumbuh dengan perasaan bahwa dirinya harus selalu menjadi sempurna. Sejak kecil, mereka terbiasa mendengar teguran atau komentar tentang hal-hal yang dianggap kurang dari diri mereka.
Alih-alih mendapatkan apresiasi atas usaha yang dilakukan, mereka justru lebih sering diingatkan tentang kesalahan yang dibuat. Kondisi ini dapat membuat anak merasa tidak berguna dan kehilangan rasa percaya dirinya, Bunda.
"Kritik yang sering diterima di usia dini dapat menyulitkan seseorang untuk mempercayai diri sendiri, kata psikolog Seth J. Gillihan, PhD, dilansir Psychology Today.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tumbuh dewasa dengan orang tua yang sangat kritis dapat memiliki dampak jangka panjang," sambungnya.
Anak yang dibesarkan oleh oran tua yang terlalu kritis bisanya mudah dikenali dari cara dia bersikap. Apa saja tanda-tandanya?
Tanda anak dibesarkan oleh orang tua kritis
Bunda, simak 16 tanda anak-anak dibesarkan oleh orang tua yang terlalu kritis berikut ini ya:
1. Anak kesulitan mempercayai diri sendiri
Kritik terus-menerus di usia dini dapat meninggalkan kesan bahwa apa yang anak pikirkan, rasakan, atau lakukan itu salah. Akibatnya, ia sering dihantui oleh keraguan terhadap diri sendiri, Bunda.
2. Anak ragu untuk menghadapi tantangan baru
Keraguan diri dan kurangnya kepercayaan diri membuat anak sulit untuk mempercayai kemampuannya dalam menghadapi tantangan baru. Ia sering kali memilih untuk bermain aman dan tidak mau mencoba daripada mengambil risiko yang dianggapnya bisa gagal.
3. Anak sulit untuk bangkit kembali setelah melakukan kesalahan
Anak yang dibesarkan oleh orang tua kritis sering kali sulit untuk bangkit kembali setelah melakukan kesalahan, Bunda. Kesalahan dianggap sebagai kekurangan. Bahkan kesalahan sederhana pun dapat mengingatkan anak yang sudah dewasa pada semua kegagalan masa lalunya, dan rasa harga dirinya pun bisa turun karena hal tersebut.
4. Anak cenderung menjadi seorang perfeksionis
Upaya anak untuk menjadi sempurna bisa jadi tidak didorong oleh kebanggaan terhadap pekerjaannya. Mereka menjadi perfeksionis mungkin karena rasa takut akan melakukan kesalahan dan mengungkapkan ketidakmampuannya.
5. Anak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan suatu tugas
Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan kritis dapat memakan waktu lama untuk menyelesaikan tugas karena berusaha menghindari kesalahan. Mereka bahkan mungkin melewatkan tenggat waktu karena upaya untuk membuatnya 'sempurna' justru mengganggu penyelesaian tugas.
6. Anak terus-menerus meminta maaf
Ada orang tua yang sering membuat anak-anaknya merasa bersalah saat melakukan sesuatu. Hal itu bisa membuat anak berasumsi bahwa orang lain akan melihatnya dengan cara yang sama.
"Ketika ada yang mengatakan bahwa 'kamu tidak perlu selalu mengatakan 'maaf', anak bahkan mungkin akan tetap melakukannya," ungkap Gillihan.
7. Sering merasa defensif
Anak sering kali diajari untuk sangat peka terhadap kemungkinan 'serangan' masalah, sehingga ia dapat melindungi diri sendiri. Hal itu dapat memicu reaksi defensif, yang mungkin membuat orang lain kesal karena anak jadi selalu salah dalam menafsirkan sesuatu.
8. Kesulitan mempercayai orang lain
Kesulitan untuk mempercayai orang lain bisa muncul pada anak yang dibesarkan oleh orang tua kritis. Mereka mudah mencurigai orang lain, bahkan saat orang tersebut mengungkapkan kasih sayang. Kecenderungan ini mungkin sangat kuat jika orang tua memberi pesan yang membingungkan dan campur aduk, memperlakukan anak dengan baik di satu saat dan kemudian mengejutkan dengan kata-kata kasar di saat berikutnya.
9. Sulit untuk menanggapi pujian dengan serius
Ketika seseorang mengatakan sesuatu yang baik kepada Si Kecil, ia mungkin akan mencari cara untuk menangkisnya, dan sering kali dengan mengkritik diri sendiri. Sifat ini bisa muncul bila anak terbiasa dibesarkan dalam lingkungan yang kritis.
10. Anak mengalami banyak kecemasan sosial
Akibat tidak memercayai penilaian positif orang lain, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua kritis sering kali takut akan penilaian atau kritik yang ditujukan untuk mereka. Anak mungkin khawatir akan mempermalukan diri sendiri, melakukan sesuatu yang memalukan di depan umum, atau terlihat canggung dalam percakapan.
11. Anak menciptakan kritikus dalam pikirannya
Dampak buruk dari membesarkan anak dengan kritis adalah menciptakan kritikus dalam pikirannya. Suara orang tua yang kritis akan terinternalisasi dalam pikiran anak. Suara itu bisa muncul dalam dialog batin, Bunda.
12. Anak rentan terhadap depresi
Semua pikiran negatif dan rasa tidak mampu bisa muncul bila anak terus-menerus menerima kritik. Pada kasus yang parah, anak-anak ini bisa ikut mengkritik diri sendiri karena mengalami depresi, yang memicu spiral penurunan suasana hati dan kebencian terhadap diri sendiri.
13. Anak cenderung kritis terhadap orang lain
Tumbuh dengan kritik membuat anak juga cenderung kritis terhadap orang lain. Ia merasa mudah melihat kesalahan orang lain, sehingga tak ragu untuk mengungkapkannya. Kritik ini bisa saja muncul sebagai pertahanan terhadap rasa rendah diri.
14. Hubungan dengan saudara kandung sedang tegang
Perlakuan buruk dari orang tua sering kali berdampak pada hubungan saudara kandung, termasuk kebiasaan mengkritisi anak-anak. Salah satu dampak paling buru adalah hilangnya rasa kepercayaan antar saudara kandung.
15. Anak jadi terlalu banyak berpikir
Keraguan dan ketidakpercayaan diri membuat anak menghabiskan banyak waktu dalam pikirannya. Merek menganalisis, meninjau, dan mempertanyakan kembali tentang diri sendiri. Pada satu momen, menghabiskan begitu banyak waktu dalam pikiran bisa membuat anak terputus dari 'tubuhnya' sendiri.
16. Anak merasa perlu membuktikan diri
Beberapa orang yang dibesarkan dengan banyak kritik diri akan mengembangkan pola-pola yang khas. Mereka bisa merasa 'tidak cukup pintar' atau 'tidak cukup sukses'. Bila dibiarkan,, pola-pola tersebut bisa membuat anak merasa perlu membuktikan dirinya 'pintar' atau 'sukses' hingga nekat menggunakan berbagai cara.
Demikian 16 tanda anak yang dibesarkan oleh orang tua kritis. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
5 Hal yang Bukan Tanggung Jawab Anak, Salah Satunya Pelampiasan Emosi
Parenting
5 Cara Validasi Perasaan Anak untuk Mencegahnya dari Trauma Masa Kecil
Parenting
5 Tips Mengembangkan Keterampilan Anak di Masa Pandemi Menurut Psikolog
Parenting
10 Tips Ajarkan Anak Anger Management Biar Mudah Tenang & Enggak Gampang Marah
Parenting
Perbedaan Usia Anak Terpaut Jauh, Ini Cara Mona Ratuliu Lakukan Bonding Time
5 Foto
Parenting
Bagikan Foto Lebaran, Deretan Artis Ini Masih Rahasiakan Wajah Anak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
14 Sifat yang Menjadi Ciri Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua Saat Kecil Menurut Psikolog
10 Cara Mendisiplinkan Anak agar Patuh Sejak Kecil Tanpa Hancurkan Harga Dirinya
11 Kalimat Orang Tua yang Diam-diam Mengikis Kepercayaan Diri Anak