parenting
6 Tanda Pengabaian Emosional Anak yang Sering Tak Disadari Orang Tua
HaiBunda
Selasa, 20 Oct 2026 11:05 WIB
Setiap anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan emosional agar dapat tumbuh dengan baik. Namun, pada kenyataannya, masih banyak orang tua yang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan, sehingga tanpa sadar kurang memperhatikan kebutuhan emosional anak-anaknya.
Pengabaian emosional pada anak terjadi ketika kebutuhan emosionalnya, seperti perasaan ingin didengar, dipahami, dan mendapat dukungan, tidak terpenuhi secara konsisten. Kondisi ini dapat berdampak jangka panjang pada kehidupan dewasa, memengaruhi hubungan dan harga diri.
"Pengabaian emosional dianggap sebagai bentuk trauma, karena bisa memiliki dampak jangka panjang dan mendalam pada kesejahteraan emosional dan psikologis seseorang," ungkap pakar kesehatan mental Daniel Rinaldi, MHC, dikutip dari Very Well Family.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bentuk pengabaian emosional dapat terjadi ketika pengasuh tidak hadir, atau ketika mereka hadir, mereka tidak tersedia secara emosional. Pengabaian emosional yang kronis dapat membentuk lanskap emosional anak hingga berdampak pada hubungan interpersonal di masa depan.
"Sebagian orang tua mengabaikan anak-anak mereka secara emosional karena merasa tidak nyaman dengan emosi secara umum dan tidak yakin bagaimana menanggapi perasaan kompleks yang dialami seorang anak," ungkap terapis Yolanda Renteria, LPC.
"Orang tua lainnya terlalu kewalahan dengan stres dalam kehidupan mereka sendiri, menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, pengasuhan anak, dan masalah kesehatan mental."
Tanda pengabaian emosional pada anak
Berikut beberapa tanda atau contoh pengabaian emosional pada masa kanak-kanak yang tanpa disadari sering dilakukan orang tua:
- Memberikan hukuman karena mengekspresikan emosi negatif, seperti kesedihan, frustrasi, atau kemarahan. Misalnya, anak diminta diam saat merasa marah.
- Kurangnya perayaan atau kegembiraan saat mengalami emosi positif seperti kebahagiaan atau kegembiraan, yang mungkin diimbangi dengan respons negatif.
- Anak diberi tahu bahwa perasaan atau pengalamannya tidak valid atau tidak layak untuk dieksplorasi dengan komentar seperti, "Kamu terlalu sensitif", "Berhenti bersikap seperti bayi", atau "Jangan khawatir tentang itu".
- Kurangnya pengakuan terhadap emosi-emosi sulit seperti kesedihan setelah kehilangan hewan peliharaan, atau rasa malu setelah menjadi korban perundungan. Sering kali ini dilakukan orang tua karena kesulitan mengenali atau mengatasi emosi-emosi tersebut.
- Orang tua hadir secara fisik tetapi tidak hadir secara emosional untuk anaknya. Anak tidak dapat merasakan kehadiran orang tuanya, terutama saat mengalami kesulitan.
- Orang tua hanya berorientasi pada prestasi. Mereka hanya suka melihat anaknya unggul dalam sesuatu, sehingga melewatkan esensi yang membuat anak bahagia.
Bahaya pengabaian emosional yang berkelanjutan pada anak
Pengabaian emosional yang berkelanjutan dianggap sebagai bentuk pelecehan anak. Jika parah atau berlanjut dalam jangka waktu lama, pengabaian ini dapat memengaruhi perkembangan anak.
"Trauma dapat menyebabkan perubahan pada otak dan sistem saraf yang pada gilirannya menyebabkan kesulitan dalam mengekspresikan emosi, rendahnya harga diri, rasa malu, atau rasa bersalah," kata terapis keluarga Aurisha Smolarski, LMFT.
"Anak-anak yang mengalami trauma akibat penelantaran dapat mengalami masalah perilaku di rumah dan di sekolah, serta mungkin kesulitan untuk membentuk dan mempertahankan hubungan di masa kanak-kanak dan saat dewasa," lanjutnya.
Pengabaian yang lebih parah dapat menyebabkan penyalahgunaan zat, kecenderungan untuk terlibat dalam perilaku berisiko, dan masalah kesehatan mental jangka panjang, seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).
Demikian tanda-tanda pengabaian emosional anak yang sering tak disadari orang tua. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
3 Cara Dampingi Anak yang Takut Bertemu Orang Baru, Yuk Lakukan Role Play
Parenting
Kenali 5 Tanda Anak Merasa Kesepian, Segera Atasi Demi Masa Depannya
Parenting
Alasan 2 Saudara Kandung Punya Perilaku Berbeda, Ternyata Kuncinya di Otak Bun
Parenting
5 Dampak Buruk Karakteristik Sindrom Anak Emas, Berprestasi tapi Takut Gagal
Parenting
3 Manfaat Bermain Pop It, Salah Satunya Atasi Stres Anak saat Pandemi
5 Foto
Parenting
Bagikan Foto Lebaran, Deretan Artis Ini Masih Rahasiakan Wajah Anak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
9 Kebiasaan Toksik Orang Tua yang Bisa Menyakiti Hati Anak
Ini yang Terjadi pada Tubuh Anak Jika Emosinya Sering Diabaikan Sejak Kecil
6 Kebiasaan Orang Tua yang Tak Disadari Bisa Merugikan Anak di Masa Depan Menurut Pakar