Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

7 Fakta Anak Difabel di Surabaya Meninggal Diduga Jadi Korban Bullying

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 19 Oct 2026 13:10 WIB

Boy showing STOP gesture with his hand. Concept of domestic violence and child abuse. Copy space
Ilustrasi /Foto: Getty Images/iStockphoto/gan chaonan
Daftar Isi
Jakarta -

Kisah memilukan menimpa Zulkarnain Abdil Aziz (10), bocah penyandang disabilitas, yang ditemukan meninggal dunia pada 12 September 2026.

Tubuhnya ditemukan dalam kondisi membiru dengan tali sepatu menjerat leher di depan rumah, meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya bagi keluarga.

Ayah korban, Selaras Abdul, menduga putranya meninggal setelah menjadi korban perundungan yang melibatkan dua anak tetangga berusia 10 dan 8 tahun. Dugaan tersebut membuat keluarga mempertanyakan kejadian yang sebenarnya menimpa Zulkarnain sebelum ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hingga kini, keluarga masih mencari kejelasan mengenai penyebab pasti kematian bocah tersebut. Selaras juga berharap kedua anak yang diduga terlibat mendapatkan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.

Fakta-fakta meninggalnya Zulkarnain Abdul

Dilansir detikcom, berikut kronolongi meninggalnya Zulkarnain:

1. Ditemukan membiru di depan rumah

Zulkarnain ditemukan dalam kondisi membiru dan terjatuh dari kursi rodanya pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 09.20 WIB, ketika ibunya, Nurul Fadilah, baru pulang berjualan dari pasar.

Saat itu, ia mendapati anak keduanya itu dalam kondisi mengenaskan di depan rumah mereka di Jalan Tambak Medokan Ayu XI, Surabaya.

Ayah korban mengaku langsung terbangun setelah mendengar teriakan histeris istrinya dan bergegas keluar untuk melihat kondisi anaknya.

“Saya di dalam, langsung kaget. Saya buka pintu, langsung saya ke depan sana,” ungkap sang ayah.

2. Ada tali sepatu menjerat leher korban

Saat menghampiri anaknya, sang ayah mendapati tali sepatu menjerat leher Zulkarnain, sehingga ia segera melepaskan jeratan tersebut dan memeriksa kondisi korban yang saat itu masih bernapas meski wajahnya telah membiru.

Selaras kemudian meminta bantuan warga untuk membawa anaknya ke RSUD Eka Candrarani, tetapi nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda