Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Sering Bilang Anak 'Pintar'? Hati-hati, Studi Ungkap Bisa Memicu Kebiasaan Curang

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 17 Oct 2026 14:10 WIB

Ilustrasi Ibu dan Anak
Ilustrasi Ibu dan Anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/graphicnoi
Jakarta -

Sering memuji anak 'pintar' mungkin menjadi cara orang tua untuk menunjukkan apresiasi atas prestasi anaknya. Namun, sebuah studi mengungkap bahwa pujian ini justru berpotensi memengaruhi perilaku anak, termasuk mendorong mereka melakukan kecurangan.

Menurut studi terbaru yang diterbitkan di Journal of Educational Psychology, anak-anak yang diberi tahu bahwa mereka pintar sebelum ujian hampir dua kali lebih mungkin untuk mencontek setelahnya dibandingkan dengan mereka yang dipuji karena usaha, keberuntungan, atau tidak diberi tahu apa pun sama sekali.

Dalam studi ini, para peneliti mempertimbangkan bagaimana anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun akan merespons ketika diberi umpan balik yang berbeda tentang kinerja mereka. Secara spesifik, peneliti ingin melihat apakah penjelasan yang berbeda akan memengaruhi apakah anak-anak akan berbuat curang dalam ujian di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Di dua percobaan, 210 anak dari latar belakang kelas menengah perkotaan diberi tes yang dirancang agar mereka merasakan keberhasilan dengan tugas berhitung yang mudah. Setelah tes, anak-anak dalam salah satu eksperimen diberi berbagai penjelasan oleh peneliti bahwa mereka berhasil karena mereka pintar, bekerja keras, beruntung, atau karena tugasnya mudah.

Sementara itu, anak-anak dalam eksperimen kedua tidak diberi penjelasan apa pun tentang keberhasilan mereka. Nah, setelah menerima umpan balik, semua anak kemudian diberi tugas yang menggoda.

Mereka diminta untuk menyelesaikan tes singkat dan mencoba menjawab sebanyak mungkin pertanyaan dengan benar. Tugas tersebut dirancang dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berbuat curang ketika orang dewasa meninggalkan ruangan.

Hasilnya, anak-anak yang diberi tahu bahwa mereka pintar tepat sebelum tugas hampir dua kali lebih mungkin untuk berbuat curang dibandingkan anak-anak yang diberi tahu bahwa mereka beruntung, telah bekerja keras, mendapat pertanyaan mudah, atau yang tidak menerima penjelasan sama sekali.

Hal studi ini menunjukkan bahwa kelompok yang diberi label 'pintar' justru merasakan tekanan untuk berhasil, sedangkan kelompok lain tidak. Demikian seperti melansir dari laman University of Wollongong Australia.

Mengapa anak-anak kecil cenderung berbuat curang?

Perilaku mencontek di kalangan anak kecil sering kali dikaitkan dengan kurangnya pengendalian impuls atau pengaturan diri. Dalam penelitian, lebih dari 90 persen anak berusia 3 hingga 5 tahun terbukti berbuat curang.

Namun, ada juga bukti yang dipublikasikan di Developmental Science tahun 2025 mengungkap bahwa anak-anak usia sekolah dasar dapat membuat keputusan strategis terkait kecurangan. Misalnya, anak-anak mungkin mempertimbangkan manfaat kecurangan dibandingkan risikonya. Mereka juga semakin sering membuat penilaian moral tentang kapan boleh berbuat curang dan kapan tidak.

Memberikan pujian terbukti tidak selalu bermanfaat

Pujian yang diberikan ke anak terbukti tidak selalu bermanfaat. Untuk lebih memahami bagaimana ucapan orang dewasa seperti 'kamu pintar' dapat meningkatkan risiko kecurangan, Bunda dapat mempertimbangkan penelitian tentang efek pujian terhadap motivasi dan perilaku anak-anak.

Meskipun dalam jangka pendek, memuji kecerdasan dapat meningkatkan kepercayaan diri anak-anak, hal itu juga dapat berarti anak-anak merasa tertekan untuk terus berprestasi dengan baik.

Anak-anak mungkin termotivasi untuk mempertahankan citra ini dan menghindari rasa malu. Jika suatu tugas terasa terlalu sulit, maka anak-anak dapat termotivasi untuk sepenuhnya menghindari tugas tersebut. Ini mungkin berarti berhenti atau nekat melakukan kecurangan.

Alih-alih selalu memuji anak dengan kalimat 'kamu pintar', Bunda dapat memilih alternatif lain untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anak. Bunda dapat berbicara dengan anak tentang apa yang penting dan mengapa.

Alternatif lainnya adalah berfokus pada usaha anak-anak. Misalnya, Bunda dapat mengatakan, 'Kamu sudah bekerja sangat keras untuk itu, bagus sekali!'. Kalimat ini bermanfaat karena usaha dapat dikendalikan, dan kita tahu bahwa latihan penting untuk mengembangkan keahlian yang dimiliki anak.

Penelitian juga menunjukkan bahwa secara langsung mendorong anak-anak kecil untuk jujur dan memberikan pujian, karena berperilaku baik terbukti dapat mengurangi perilaku curang. Hal ini karena anak-anak masih dalam proses mencari tahu apakah berbuat curang itu menguntungkan atau tidak. Meskipun kemenangan terasa menyenangkan, pujian karena melakukan hal yang benar juga sama menyenangkannya.

Demikian studi yang mengungkap dampak sering mengatakan anak pintar yang berkaitan dengan perilaku curang. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda