parenting
Cara Orang Tua Norwegia Mendidik Anak agar Mandiri dan Percaya Diri Sejak Kecil
HaiBunda
Kamis, 15 Oct 2026 10:48 WIB
Setiap negara memiliki pola asuh berbeda yang bertujuan agar anak tumbuh menjadi pribadi mandiri dan percaya diri. Di Norwegia, pola pengasuhan anak kerap dikaitkan dengan pemberian kebebasan yang disertai tanggung jawab, Bunda.
Pola asuh ini memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan, serta kepercayaan terhadap kemampuan dalam melakukan berbagai hal sesuai usianya. Orang tua tidak selalu terburu-buru membantu ketika anak menghadapi kesulitan, melainkan memberi ruang bagi mereka untuk mencoba dan belajar dari pengalaman.
Pendekatan dalam pola asuh di Norwegia ini disebut free-range parenting atau pengasuhan anak tanpa batasan. Dilansir The Guardian, pola pengasuhan bebas memang sesuai dengan persepsi yang sering dimiliki orang luar tentang orang Skandinavia, yang mencakup wilayah Norwegia, Swedia, dan Denmark.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang Skandinavia memiliki standar hidup yang sangat tinggi, tingkat kejahatan yang rendah, hak cuti hamil dan melahirkan yang patut dipuji, serta estetika yang luar biasa baik. Menurut World Happiness Report tahun 2024, Norwegia bahkan berada di peringkat ketujuh sebagai negara yang bahagia di dunia.
Negara ini juga memiliki Gross Domestic Product (GDP) tertinggi ke-10 di dunia, dana kekayaan terbesar di dunia, dan salah satu tingkat kejahatan terendah di dunia.
Rapor bagus negara Norwegia tak lepas dari sistem pengasuhan yang diterapkan setiap orang tua pada anak-anaknya. Mereka mendidik anak-anak mandiri dan percaya diri sejak dini.
Orang tua di Norwegia mendidik anak mandiri sejak dini
Orang tua di Norwegia memperlakukan anak sebagai orang dewasa. Mereka sudah diharapkan untuk ikut membantu pekerjaan apa pun yang perlu dilakukan.
Menurut profesor emeritus di bidang kesehatan mental anak di University of Tromsø, Willy-Tore Mørch, pendekatan ini menjadi terkenal setelah Perang Dunia Kedua. Setelah sebagian besar infrastruktur negara hancur akibat pendudukan Nazi selama bertahun-tahun, pemerintah Partai Buruh yang baru percaya bahwa semua warga Norwegia harus berkontribusi pada pembangunan kembali, termasuk anak-anak.
"Anak-anak harus kuat dan tangguh, serta dilatih untuk mandiri dan setia," kata Mørch.
"Mungkin sebagian besar orang tua saat ini tidak menyadari sejarah ini, tetapi membangun kepercayaan antara orang tua dan anak tetap menjadi kualitas hubungan mendasar dalam pengasuhan anak modern di Norwegia."
Mørch mengatakan bahwa gaya pengasuhan anak di Norwegia tidak dapat dipahami tanpa menilai pengaruh psikolog Åse Gruda Skard, Bunda. Skard adalah tokoh terkenal di Norwegia pasca perang, yang sering tampil di program radio dan surat kabar untuk menyebarkan ide-ide inovatifnya tentang 'pengasuhan anak yang bebas' sebagai tanggapan terhadap otoritarianisme yang terlihat sebelum dan selama perang.
"Dia (Skard) sangat menentang gaya pengasuhan yang berorientasi pada hukuman, sebaliknya mengajarkan orang tua untuk melihat segala sesuatu dari perspektif anak, untuk bertanya, 'Apa yang dialami anak dalam situasi ini? Apa yang dipahami anak sekarang? Bagaimana saya dapat membantu anak memahami apa yang sedang terjadi? Bagaimana saya dapat mendukung anak dalam situasi ini?'," katanya.
Ada juga alasan praktis lain yang mendasari beberapa gaya pengasuhan mandiri di Norwegia. Sebagian besar perempuan di Norwegia bekerja.
Norwegia memiliki angkatan kerja yang termasuk paling setara gender, dengan sekitar 73 persen dari semua laki-laki usia produktif bekerja, dan sekitar 67 persen perempuan bekerja. Tak hanya itu, layanan penitipan anak juga tersedia secara luas dan sangat terjangkau, yang berarti bahwa bekerja di luar rumah menguntungkan secara finansial.
Seorang kurator dan sejarawan di Museum Stavanger, Mette Tveit, membagikan pengalamannya dalam mengasuh anak mandiri di Norwegia. Menurutnya, anak-anak Norwegia sangat mandiri sehingga mereka mengatur sendiri jadwal bermain dengan teman sebaya.
"Saya menghabiskan waktu di Amerika Serikat dan saya melihat bagaimana orang tua mengatur hal-hal tersebut. Tetapi di Norwegia, bahkan anak-anak kecil pun akan mengatur acara sosial mereka dan mengatur waktu luang mereka," ungkap Tveit.
"Mereka hanya melakukan apa yang mereka inginkan. Adalah hal yang normal bagi anak-anak Norwegia untuk memberi tahu orang tua mereka apa yang mereka lakukan. Meminta izin bukanlah hal yang normal. Mereka hanya dipercaya untuk membuat keputusan yang baik," sambungnya.
Kepercayaan adalah sesuatu yang sering muncul ketika berbicara dengan orang tua di Norwegia. Misalnya, selama liburan sekolah, orang tua di sana senang membiarkan anak-anaknya bermain di luar seharian asalkan mereka tahu kapan waktu pulang, dan anak-anak pun patuh.
Selain kepercayaan, orang tua di Norwegia juga mengenalkan kegagalan pada anak-anaknya sebagai proses belajar. Mereka memegang sebuah pernyataan, 'nikmati kebebasan untuk membuat kesalahan, tetapi belajarlah dari kesalahan tersebut'.
Di Norwegia, kita dapat menemukan banyak taman kanak-kanak dan sekolah kecil yang terletak di setiap lingkungan. Ini berarti, anak-anak pergi dan pulang sekolah dengan jarak yang relatif dekat dengan rumahnya. Hal tersebut juga dapat menurunkan angka kejahatan yang berhubungan dengan anak-anak, Bunda.
"Kami mempercayai orang lain, tetapi kami tidak naif. Selain semua pelajaran lainnya, kami juga mengajari anak-anak untuk tidak pergi ke mana pun dengan orang asing dan kami mempraktikkan berjalan kaki dengan aman di tengah lalu lintas," ungkap pemimpin di sebuah taman kanak-kanak di Stavanger, Hanne Myhre.
Myhre percaya bahwa menanamkan keterampilan tersebut tak hanya membantu menumbuhkan kemandirian, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri, yang mengarah pada remaja yang tumbuh dengan matang dan orang dewasa yang memiliki kemampuan pengambilan keputusan yang baik.
Demikian pola asuh orang Norwegia yang mendidik anak mandiri sejak dini. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Miris! Kakek Nenek Taruhkan Keselamatan Cucu demi Selamatkan Kucing
Parenting
Sering Cari Tips Parenting di Internet? Hati-hati, Bisa Bikin Orang Tua Makin Cemas
Parenting
Ketahui Apa Itu Parenting Sittervising Lagi Tren di TikTok, Bikin Anak Lebih Mandiri?
Parenting
Bunda, Coba 6 Cara Jitu Ubah Anak Manja Jadi Lebih Mandiri
Parenting
7 Tips Mengasuh Anak Generasi Alpha , Kuncinya Good Enough Parenting
8 Foto
Parenting
Kocak! Ini Perbedaan antara Bunda dan Ayah Saat Mengasuh Anak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Mengenal Pola Asuh di Jerman, Anak Dilatih Mandiri Sejak Dini
10 Tips Belajar Pintar ala Anak-anak di Finlandia, Bunda Perlu Tahu
5 Negara Didik Anak Mandiri Sejak Dini, Jepang Izinkan Anak 6 Th ke Sekolah Sendiri