parenting
Cara Mengetahui Dampak Mental Anak yang Sering Dimarahi
HaiBunda
Senin, 19 Oct 2026 16:05 WIB
Daftar Isi
Anak yang sering dimarahi bisa menunjukkan perubahan sikap yang luput dari perhatian orang tua. Ada anak yang menjadi lebih pendiam atau kehilangan rasa percaya diri karena sering dimarahi.
Budaya juga dapat memengaruhi cara anak mengekspresikan emosinya, Bunda. Di beberapa budaya, tidak pantas untuk menunjukkan emosi yang kuat seperti menangis keras, sementara di budaya lain hal itu diterima secara luas.
Memarahi anak bisa menimbulkan dampak yang luas hingga ke masa depan. Bukti menunjukkan bahwa orang tua yang sering menerapkan disiplin keras pada anak-anak kecil secara signifikan meningkatkan risiko anak-anak tersebut mengalami masalah kesehatan mental yang berkepanjangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi tentang dampak mental anak sering dimarahi
Sebuah studi terhadap lebih dari 7.500 anak-anak Irlandia, menemukan bahwa anak-anak yang terpapar pola pengasuhan 'bermusuhan' pada usia tiga tahun memiliki kemungkinan 1,5 kali lebih besar mengalami gejala kesehatan mental yang dikategorikan sebagai 'risiko tinggi' pada usia 9 tahun. Studi yang dilakukan para peneliti dari University of Cambridge dan University College Dublin ini diterbitkan di dalam jurnal Epidemiology and Psychiatric Sciences tahun 2023.
Pola asuh yang bermusuhan melibatkan perlakuan dan disiplin yang keras secara sering dan dapat berupa fisik atau psikologis. Contohnya, orang tua berteriak pada anak secara teratur, hukuman fisik rutin, mengisolasi anak ketika mereka berperilaku buruk, merusak harga diri mereka, atau menghukum anak tergantung pada suasana hati orang tua.
Dalam studi ini, para peneliti mencatat gejala kesehatan mental anak-anak pada usia 3, 5, dan 9 tahun. Mereka mempelajari gejala kesehatan mental internalisasi, seperti kecemasan dan penarikan diri dari pergaulan, maupun gejala eksternalisasi, seperti perilaku impulsif dan agresif, serta hiperaktivitas.
Sekitar 10 persen anak-anak dalam studi ini ditemukan berada dalam kelompok berisiko tinggi mengalami kesehatan mental yang buruk. Anak-anak yang mengalami pola pengasuhan yang tidak ramah jauh lebih mungkin termasuk dalam kelompok ini, Bunda.
para peneliti berpendapat bahwa para profesional kesehatan mental, guru, dan praktisi lainnya harus waspada terhadap potensi pengaruh pola pengasuhan terhadap anak yang menunjukkan tanda-tanda kesehatan mental yang buruk. Mereka menambahkan bahwa dukungan tambahan bagi orang tua dapat membantu mencegah masalah ini berkembang.
"Fakta bahwa satu dari 10 anak berada dalam kategori berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan mental merupakan suatu kekhawatiran, dan kita harus menyadari peran yang mungkin dimainkan oleh pola pengasuhan," kata peneliti doktoral di Fakultas Pendidikan, University of Cambridge, Ioannis Katsantonis.
"Kami sama sekali tidak menyarankan agar orang tua tidak menetapkan batasan yang tegas untuk perilaku anak-anak mereka, tetapi sulit untuk membenarkan disiplin keras yang sering dilakukan, mengingat implikasinya terhadap kesehatan mental," sambungnya, dilansir laman University of Cambridge.
Apa itu gangguan mental pada anak?
Anak-anak dapat memiliki kondisi kesehatan mental yang sama dengan orang dewasa, tetapi gejalanya mungkin berbeda. Melansir dari Mayo Clinic, gangguan mental pada anak-anak terkadang sulit dikenali oleh orang tua.
Perlu diketahui, kondisi kesehatan mental pada anak paling sering didefinisikan sebagai keterlambatan atau perubahan dalam berpikir, perilaku, keterampilan sosial, atau pengendalian emosi. Masalah-masalah ini membuat anak-anak merasa tertekan.
Kondisi kesehatan mental juga dapat mengganggu kemampuan anak untuk berperilaku baik di rumah, di sekolah, atau di lingkungan sosial lainnya. Gangguan kesehatan mental pada anak dapat meliputi gangguan kecemasan, gangguan perhatian/hiperaktivitas (ADHD), gangguan spektrum autisme, gangguan makan, gangguan stres pascatrauma, hingga skizofrenia.
Cara mengetahui dampak mental anak sering dimarahi
Anak yang mengalami gangguan mental karena sering dimarahi mungkin akan menunjukkan tanda yang khas. Sebagai orang tua, Bunda perlu memahami tanda ini untuk mencari solusi yang tepat.
Berikut beberapa tanda peringatan gangguan mental pada anak:
- Kesedihan yang berlangsung selama dua minggu atau lebih
- Perubahan dalam bersosialisasi atau menjauhi orang lain
- Menyakiti diri sendiri atau membicarakan tentang menyakiti diri sendiri
- Membicarakan tentang kematian atau bunuh diri
- Sering meledak-ledak atau menjadi sangat murung atau mudah tersinggung
- Perilaku di luar kendali yang dapat membahayakan
- Perubahan besar dalam suasana hati, perilaku, atau kepribadian
- Perubahan kebiasaan makan
- Penurunan berat badan
- Kesulitan tidur
- Sering mengalami sakit kepala atau sakit perut
- Kesulitan berkonsentrasi
- Prestasi sekolah menurun atau buruk
- Tidak mau bersekolah
- Muncul perasaan bersalah dan malu
- Menjadi lebih tidak aktif atau lebih hiperaktif
- Sering merasa putus asa
- Suka bersembunyi atau menghindar dari orang lain
- Kekhawatiran yang ekstrem dan terus-menerus
Kapan harus ke dokter?
Jika Bunda khawatir tentang kesehatan mental anak, konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Jelaskan perilaku yang membuat Bunda khawatir.
Selain itu, jangan lupa bicara dengan guru, teman dekat, kerabat, atau pengasuh anak yang lain untuk melihat apakah mereka telah memperhatikan perubahan perilaku Si Kecil. Bagikan informasi ini dengan tenaga kesehatan anak.
Perlu dicatat, kondisi kesehatan mental pada anak didiagnosis dan diobati berdasarkan gejala dan bagaimana kondisi tersebut memengaruhi kehidupan sehari-hari anak. Untuk diagnosis, tenaga kesehatan atau dokter mungkin menyarankan agar Si Kecil menemui spesialis.
Demikian cara mengetahui dampak anak yang sering dimarahi. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Ucapan Orang Tua yang Dapat Mengganggu Psikologis Anak
Parenting
7 Cara Memperbaiki Mental Anak yang Sering Dimarahi, Jangan Gengsi Minta Maaf
Parenting
Putrinya Alami Depresi, Mona Ratuliu Sempat Bingung: ABG Lebay Banget
Parenting
4 Cara agar Anak Merasa Miliki Privasi, tapi Tetap Bisa Bunda Pantau
Parenting
3 Dampak Buruk Tak Menjaga Kesehatan Mental Anak
7 Foto
Parenting
7 Potret Mima Shafa, Anak Mona Ratuliu yang Jadi Penggiat Isu Kesehatan Mental
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Dampak Buruk Sering Memarahi Anak, Akankah Terbawa Memorinya Sampai Dewasa?
7 Cara Menghibur Anak Usai Dimarahi, Penting untuk 'Pulihkan' Mentalnya
5 Cara Menghadapi Trauma pada Anak Usai Dimarahi dan Dipukul