Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Sering Cari Tips Parenting di Internet? Hati-hati, Bisa Bikin Orang Tua Makin Cemas

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 11 Oct 2026 18:10 WIB

Ilustasi Ibu dan Anak Ponsel
Sering Cari Tips Parenting di Internet? Hati-hati, Bisa Bikin Orang Tua Makin Cemas/ Foto: Getty Images/iStockphoto/narith_2527
Jakarta -

Banyak orang tua sering merasa cemas dalam mendidik anak-anaknya. Kekhawatiran tentang apakah sudah menjadi orang tua yang baik hingga apakah pola asuh yang diterapkan sudah tepat, bahkan kerap muncul dalam keseharian.

Di tengah rasa khawatir tersebut, internet menjadi tempat yang mudah untuk mencari jawaban termasuk mendapatkan berbagai tips parenting. Sayangnya, tidak semua tips ini bisa menjadi solusi untuk diterapkan dalam pola pengasuhan, Bunda.

Dilansir BBC, penelitian menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga orang tua dengan anak kecil merasa kewalahan dengan banyaknya informasi tentang pengasuhan anak yang tersedia. Mereka juga kesulitan dengan saran yang saling bertentangan, sehingga banyak yang beralih ke media sosial untuk mencari dukungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sementara itu, survei yang dilakukan oleh C.S. Mott Children's Hospital National Poll on Children's Health tahun 2023, mengungkap bahwa sebagian besar orang tua (80 persen) dari anak-anak usia 0-4 tahun menggunakan media sosial untuk membahas topik pengasuhan anak karena berbagai alasan, seperti ingin mendengar ide-ide yang berbeda hingga ingin mengasuh anak dengan cara yang berbeda dari orang tua mereka sendiri.

Menurut survei, para orang tua menganggap situs media sosial sangat bermanfaat untuk menemukan ide-ide baru dan bergabung dengan komunitas yang suportif. Melansir dari laman American Academy of Pediatrics (AAP), situs-situs ini bahkan dianggap bisa mengurangi rasa isolasi ketika menjadi orang tua, yang selalu dituntut untuk menjadi 'sempurna'.

Namun, dalam survei ini, orang tua juga mencatat kekhawatiran tentang penggunaan internet. Mereka melihat orang tua lain melakukan hal-hal yang tidak sehat bagi anak, dan mereka merasa sulit untuk membedakan antara nasihat yang baik dan buruk. Bahkan, terdapat kasus-kasus terkenal di mana para influencer media sosial mendorong praktik pengasuhan yang berbahaya seperti membatasi akses anak-anak terhadap makanan.

Orang tua saat ini juga dihadapkan pada berbagai gaya pengasuhan, seperti pola asuh helikopter, yang berfokus pada pengawasan ketat dan melindungi anak dari bahaya. Kemudian, ada juga pola asuh harimau, yang melibatkan pengasuhan tegas dan harapan tinggi terhadap prestasi.

Menurut penulis Evidence-Based Parenting, Matilda Gosling, banyak tren atau mode pengasuhan anak yang beredar di internet justru mempersulit hubungan antara orang tua dan anak.

"Beberapa orang tua berpikir 'Saya harus menjadi orang tua yang baik dan membajak semua rintangan ini'," ungkap Gosling.

"Namun hal itu benar-benar mempersulit apa yang sebenarnya merupakan bagian mendasar dari menjadi manusia, yaitu ketika kita bersikap hangat dan mencintai anak-anak serta menetapkan batasan-batasan di sekitar mereka."

Selama ini, media sosial memengaruhi opini dan pandangan dunia orang dalam beberapa cara. Salah satunya adalah dengan melihat citra dan pesan yang terus-menerus membentuk kepercayaan dan nilai-nilai. Lantas, bagaimana cara menyaring informasi parenting dari internet?

Tips menyaring informasi parenting dari internet

Para profesional medis memperingatkan orang tua untuk berhati-hati saat mencari informasi secara online. Mereka menyarankan orang tua untuk mencari detail tentang siapa yang memberikan informasi dan kualifikasi pemberi informasi, untuk memutuskan apakah informasi tersebut akurat.

Selain itu, orang tua diharapkan mendiskusikan hal-hal yang mereka pelajari secara daring dengan penyedia layanan kesehatan yang mereka kenal dan percayai, seperti dokter umum atau apoteker.

"Saya rasa mudah bagi para profesional medis untuk mengatakan 'Internet itu mengerikan'," kata dokter umum dan komunikator sains, Dr. Vyom Sharma, dilansir ABC News.

"Sejujurnya, dokter juga mencari informasi di Google. Tapi ini bukan hal yang buruk. Internet adalah perpustakaan terbesar dalam sejarah manusia. Di dalamnya terdapat pedoman medis dari hampir setiap negara dan makalah penelitian mutakhir. Masalahnya adalah di perpustakaan ini, tidak ada pustakawan yang membimbing kita."

Ada beberapa hal yang dapat Bunda lakukan untuk mendapatkan informasi parenting yang aman di internet. Berikut tipsnya:

  • Berinteraksilah dengan saluran orang tua yang secara khusus membahas keterampilan literasi digital, praktik terbaik berbasis riset, dan media sosial.
  • Identifikasi konten untuk mencegah penyebaran informasi kesehatan yang salah, seperti memerhatikan tanggal unggahan, melakukan rujukan silang untuk menentukan konsensus ilmiah, serta menimbang bukti ilmiah di atas anekdot dan cerita pribadi.

Demikian bahaya mendapatkan informasi parenting dari internet menurut pakar. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda