Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Alasan Bayi Tidak Mau Digendong Orang Lain dan Cara Mengatasi Kecemasannya

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 11 Oct 2026 13:35 WIB

Bayi nangis
Penyebab bayi hanya mau digendong ibunya/ Foto: Getty Images/Graphicscoco
Daftar Isi

Bayi sering kali menangis saat digendong orang lain. Ia hanya mau menempel pada ibunya saja. Tubuhnya yang mungil dan masih bergantung dengan bundanya, bayi bisa menjadi sangat lengket dan cemas jika berada di dekat orang lain.

Mereka mungkin menangis jika tiba-tiba didekati oleh orang yang mungkin bahkan sudah dikenal. Terkadang situasi ini bikin kita canggung, tapi hal ini sepenuhnya normal dan sangat wajar.

Situasi ini, secara psikologis, disebut sebagai stranger anxiety. Muncul karena bayi telah mencapai tonggak perkembangan penting yakni mampu membedakan antara orang yang mereka kenal baik seperti orang tuanya dan orang yang tidak mereka kenal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pada bulan-bulan pertama kehidupannya, bayi seolah-olah tidak memiliki ingatan jangka pendek. "Jika Anda mengambil mainan, bagi anak tersebut mainan itu seolah tidak ada lagi," kata Ari Brown, M.D., dokter anak dan salah satu penulis buku Baby 411: Clear Answers and Smart Advice for Your Baby's First Year, dikutip dari BabyCenter.

Hal yang sama berlaku untuk orang lain. Itulah sebabnya banyak bayi tidak keberatan berpindah dari gendongan satu orang dewasa ke orang dewasa lainnya. Namun, pada akhirnya, bayi akan mengalami perkembangan kemampuan berpikir yang signifikan.

Seiring dengan matangnya otak bayi, mereka menyadari bahwa segala sesuatu tetap ada meskipun tidak lagi terlihat oleh mereka, termasuk orang tua dan pengasuh.

Bayi mulai memahami fenomena ini, yang disebut sebagai object permanence (pemahaman bahwa objek tetap ada meski tidak terlihat), saat mereka berusia sekitar 8 atau 9 bulan.

Vybda akan melihat bahwa si kecil mulai merindukan kehangatan, kenyamanan, dan keakraban bersama Bunda saat Bunda tidak berada di ruangan yang sama. Mereka juga akan bertanya-tanya apa yang akan terjadi ketika Bunda tidak ada di dekat mereka.

Perasaan ini memicu munculnya dua jenis ketakutan yang sangat wajar, yaitu takut pada orang asing dan takut berpisah dari pengasuh utamanya.

Tanda-tanda bayi mengalami kecemasan terhadap orang asing (Stranger Anxiety)

Kecemasan terhadap orang asing mungkin merupakan perilaku umum pada bayi yang lebih besar, namun hal ini tetap menjadi tahapan perkembangan yang menantang untuk dihadapi. Jika belakangan ini bayi tampak sangat sensitif saat berada di dekat orang baru dan Bunda menduga itu adalah kecemasan terhadap orang asing, dikutip dari Parents, perhatikan tanda-tanda berikut:

  • Bayi mungkin tampak "mematung" saat orang asing mendekatinya.
  • Bayi menjadi lebih lengket atau ingin terus menempel pada Anda saat ada orang lain di sekitarnya.
  • Bayi menangis saat wajah yang tidak dikenalnya berada terlalu dekat.
  • Bayi mungkin mencoba menyembunyikan wajahnya atau mengulurkan tangan agar Anda menggendong dan memeluknya erat.

Tips menghadapi kecemasan bayi terhadap orang lain

Wajar jika teman dan keluarga ingin menggendong bayi dan menjadikannya pusat perhatian, namun hal ini bisa membuat bayi merasa kewalahan, ujar Lisa M. Asta, M.D., profesor klinis pediatri di University of California, San Francisco.

Jauh dari hal yang perlu dikhawatirkan, stranger anxiety justru bisa menjadi tanda adanya ikatan emosional yang sehat antara bayi dan pengasuh utamanya, sesuatu yang sangat penting bagi perkembangan emosional mereka.

Untuk menenangkan rasa takut bayi dan meminimalkan reaksi negatif, perkenalkan mereka kepada orang baru secara perlahan dan lembut. Berikut adalah beberapa tipsnya:

  • Jika bayi menolak ajakan interaksi dari orang lain, jelaskan dengan sopan kepada orang tersebut bahwa bayi membutuhkan waktu untuk merasa nyaman.
  • Biarkan orang tersebut berbicara kepada bayi saat bayi sedang merasa aman di pangkuan atau dalam gendongan.
  • Gunakan nada suara dan bahasa tubuh yang tenang serta menenangkan untuk membantu anak memahami bahwa orang asing tersebut aman.
  • Jika orang asing tersebut adalah pengasuh atau seseorang yang nantinya akan menghabiskan waktu berdua saja dengan bayi, cobalah atur beberapa pertemuan awal di mana Anda turut hadir; dengan begitu, Bunda bisa mendampingi bayi saat ia mulai merasa nyaman dengan orang tersebut.
  • Jika bayi menangis, tanggapi dengan cara yang menenangkan dan penuh kasih sayang, serta hindari mengabaikan rasa tidak nyaman yang ia rasakan.
  • Cobalah mencari berbagai kesempatan untuk memperkenalkan bayi kepada orang-orang baru agar ia terbiasa bertemu dengan orang-orang yang belum dikenalnya.
  • Bersabarlah jika proses ini membutuhkan waktu. Seperti halnya orang dewasa, bayi memiliki temperamen dan tingkat kemampuan bersosialisasi mereka sendiri. Biarkan bayi menjalin interaksi dengan orang lain sesuai dengan kenyamanan mereka, dan jangan pernah memaksa mereka untuk mendekati seseorang jika mereka tidak mau.

Bagaimana jika bayi tak mau dengan pengasuh?

Ini mungkin problema yang dirasakan oleh sebagian bunda yang mengalami drama pengasuh atau ART. Agar bayi merasa nyaman dengan pengasuh baru, kuncinya terutama adalah meluangkan waktu. Dilansir Fully Well by Mel, berikut adalah langkah-langkah untuk secara perlahan melibatkan pasangan atau pengasuh lain dalam proses menenangkan bayi hingga tertidur:

  • Pengasuh lain berada di dalam ruangan saat Bunda melakukan seluruh rutinitas menjelang tidur dan proses menenangkan bayi hingga tertidur. Lakukan ini selama tiga hari.
  • Pengasuh lain melakukan rutinitas menjelang tidur sementara Bunda berada di dalam ruangan; kemudian Bunda mengambil alih proses menenangkan bayi hingga tertidur sementara pengasuh lain tetap berada di ruangan tersebut. Lakukan ini selama tiga hari.
  • Pengasuh lain melakukan seluruh rutinitas menjelang tidur dan proses menenangkan bayi hingga tertidur sementara Bunda berada di dalam ruangan. Lakukan ini selama 2-3 hari.
  • Pengasuh lain melakukan seluruh rutinitas menjelang tidur dan proses menenangkan bayi hingga tertidur tanpa kehadiran Bunda di dalam ruangan.

Demikian pembahasan mengenai alasan bayi tak mau digendong orang lain dan hanya mau menempel pada ibunya saja. Cobalah beberapa cara yang disarankan pakar untuk berbagi tugas mengasuh Si Kecil untuk melatih kemandiriannya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda