Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Kenapa Bayi Suka Tersenyum saat Tidur?

Kinan   |   HaiBunda

Senin, 12 Oct 2026 08:40 WIB

Apakah Bayi Bermimpi saat Tidur? Begini Faktanya
Ilustrasi/Foto: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH
Daftar Isi
Jakarta -

Pernahkah Bunda melihat Si Kecil tersenyum saat tidur? Sangat menggemaskan, ya! Hal ini bisa menjadi salah satu bentuk refleks yang umum pada bayi, lho.

Tersenyum atau tertawa saat tidur, yang juga dikenal dengan istilah hypnogely, memang kerap terlihat pada bayi.

Senyum yang ditunjukkan bayi saat tidur kemungkinan besar merupakan refleks yang terjadi tanpa disadari. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Bayi dapat menunjukkan berbagai ekspresi wajah ketika melewati tahapan tidur yang berbeda. Jadi, tidak mengherankan jika orang tua melihat senyum pertama bayi justru saat mereka sedang tidur," ungkap dokter spesialis anak, Amaka Priest, MD, dikutip dari Parents. 

Selain tersenyum, bayi juga mungkin akan mengerutkan dahi, mengecap, atau melakukan gerakan mengisap dengan bibir saat sedang tidur.

"Penelitian menunjukkan bahwa gerakan-gerakan tersebut membantu memperkuat otot yang nantinya akan digunakan bayi secara sadar untuk tersenyum dan membuat berbagai ekspresi wajah lain seiring bertambahnya usia,” tambah Priest.

Memahami siklus REM saat bayi tidur

Untuk memahami mengapa bayi dapat tertawa atau tersenyum saat tidur, penting bagi orang tua untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana siklus tidur berlangsung. 

Secara umum, terdapat dua jenis tidur yaitu rapid eye movement (REM) dan tidur non-REM.

Sepanjang malam, seseorang akan melewati beberapa siklus tidur REM dan non-REM. Tidur non-REM sendiri terdiri dari tiga tahap:

Tahap 1

Hal ini merupakan tahap peralihan dari kondisi terjaga menuju tidur dan biasanya berlangsung cukup singkat. Pada tahap ini, pernapasan mulai melambat, otot-otot mulai rileks, dan gelombang otak juga menjadi lebih lambat.

Tahap 2

Tahap ini merupakan periode tidur ringan sebelum tubuh memasuki tidur yang lebih dalam. 

Detak jantung dan pernapasan semakin melambat, sedangkan otot-otot menjadi lebih rileks. Gerakan mata di balik kelopak mata juga berhenti. 

Tahap 3

Hal ini merupakan tahap tidur terakhir yang sangat penting agar tubuh terasa segar ketika bangun. Tahap ini lebih banyak terjadi pada paruh pertama malam.

Pada tahap ini, detak jantung, pernapasan, dan gelombang otak berada pada kondisi yang paling lambat. Sementara itu, tidur REM merupakan tahap tidur ketika sebagian besar mimpi terjadi. Tahap ini biasanya pertama kali dimulai sekitar satu setengah jam setelah tertidur.

Sesuai namanya, pada tahap ini mata bergerak sangat cepat ke berbagai arah di balik kelopak mata. Gelombang otak juga menjadi lebih bervariasi, tetapi aktivitasnya menyerupai kondisi otak ketika seseorang sedang terjaga. Tersenyum saat tidur biasanya terjadi selama fase REM. 

Alasan bayi tersenyum saat tidur

Sampai saat ini, para peneliti masih belum dapat memastikan alasan bayi tersenyum ketika tidur. 

Beberapa hasil penelitian juga menunjukkan hasil yang beragam. Alasan bayi tersenyum saat tidur kemungkinan dapat berbeda, tergantung pada usia bayi dan tahap tidur yang sedang dialaminya.

Sebagian besar senyum pada bayi baru lahir saat tidur tampaknya terjadi ketika mata mereka bergerak cepat, seperti yang biasanya terjadi ketika seseorang sedang bermimpi.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa dapat tersenyum sebagai respons terhadap gambaran atau pengalaman positif dalam mimpi. Namun, masih sulit untuk memastikan apakah hal yang sama juga terjadi pada bayi.

Selama tidur REM, gelombang otak menjadi lebih cepat, mata bergerak dengan cepat di balik kelopak mata yang tertutup, dan sebagian besar otot untuk sementara mengalami kelumpuhan.

Dikutip dari Sleep Foundation, ada satu perbedaan penting antara tidur aktif pada bayi dan tidur REM pada orang dewasa: bayi tidak mengalami kelumpuhan otot selama tidur aktif.

Ketika berada dalam tahap tidur aktif, bayi mungkin berkedut, melakukan gerakan seperti mengisap, menggerakkan tangan dan kaki, tersenyum, atau mengerutkan dahi.

Para peneliti juga menemukan bahwa bayi baru lahir terkadang menunjukkan ekspresi wajah yang cukup kompleks selama tidur REM, bahkan sebelum mereka mampu menunjukkan ekspresi yang sama ketika terjaga. 

Oleh karena itu, bukan tidak mungkin senyum pertama bayi justru muncul saat ia sedang tidur.

Apakah kondisi ini perlu dikhawatirkan?

Melihat bayi tersenyum saat tidur umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan kok, Bunda. 

Namun, Priest mengingatkan bahwa orang tua perlu memperhatikan jika bayi mengalami kedutan atau gerakan tubuh yang tidak mudah berhenti meskipun disentuh dengan lembut.

"Gerakan berkedut atau tersentak yang tetap berlanjut setelah bayi terbangun juga perlu diperhatikan dan dibicarakan dengan dokter anak," jelasnya. 

Selain itu, perhatikan juga jika ada kedutan atau tubuh yang menjadi kaku seiring bertambahnya usia bayi, terjadi ketika bayi sedang sakit, atau disertai kesulitan makan, sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter anak.

Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi dapat mengalami kejang gelastik. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi tersenyum atau tertawa tanpa terkendali, lalu tidak dapat menghentikannya sendiri.

Kendati demikian, perlu diingat bahwa tersenyum saat tidur merupakan bagian yang normal dan sehat dari proses tumbuh kembang bayi. 

Itulah penjelasan tentang kenapa bayi suka tersenyum saat tidur. Seiring bertambahnya usia, senyum Si Kecil akan semakin sering muncul ketika ia mulai belajar mengekspresikan rasa senang bersama orang-orang terdekatnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda