parenting
Bayi Suka Mengangkat Badan seperti Plank, Ternyata Ini Maknanya Menurut Dokter
HaiBunda
Senin, 19 Oct 2026 13:35 WIB
Gemas rasanya melihat polah bayi yang lucu seiring pertumbuhan dan perkembangannya. Mulai dari tersenyum tipis, tertawa terbahak-bahak, hingga bisa bergerak lincah ke sana dan ke mari. Di antara polah bayi yang lucu itu, Bunda mungkin pernah mendapati bayi suka mengangkat badan seperti plank. Kira-kira apa artinya?
Ternyata, posisi plank mengacu pada posisi khusus yang dilakukan bayi saat mereka bersiap untuk merangkak, Bunda. Saat melakukan posisi ini, bayi akan menopang tubuhnya dengan tangan dan jari-jari kaki, sehingga tubuhnya terangkat dari lantai menyerupai posisi plank dalam olahraga.
Dilansir Ready Steady Theraphy, tahap ini merupakan langkah penting sebelum si kecil mulai merangkak, karena membantu memperkuat otot serta mengembangkan koordinasi yang diperlukan untuk bergerak secara mandiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa bayi melakukan posisi plank dan bukannya merangkak? Tahap bayi melakukan posisi plank adalah perkembangan alami dalam pertumbuhan bayi. Jadi, wajar saja jika bayi melakukan posisi ini alih-alih langsung merangkak. Seiring bertambahnya usia dan kekuatan, bayi akan mengeksplorasi berbagai posisi dan gerakan.
Posisi plank memungkinkan bayi melatih otot inti (core), bahu, dan lengan mereka, sekaligus mempersiapkan diri untuk aktivitas merangkak yang lebih kompleks. Posisi ini juga membantu mengembangkan keseimbangan, koordinasi, dan kesadaran spasial (pemahaman akan ruang di sekitar). Ini keterampilan penting untuk cara mereka bergerak di masa depan.
Bayi biasanya mulai bisa melakukan posisi plank pada usia enam hingga sembilan bulan, meskipun rentang waktunya bisa bervariasi.
Manfaat bayi mengangkat badannya seperti plank
Mengangkat badan seperti plank memainkan peran penting dalam perkembangan bayi secara keseluruhan dan menjadi tanda bahwa si kecil bersiap untuk mulai merangkak. Berikut manfaat bayi mengangkat badannya seperti posisi plank:
- Memperkuat otot inti. Mengangkat badan melibatkan otot-otot inti tubuh, termasuk otot perut dan punggung. Hal ini membantu meningkatkan stabilitas dan postur tubuh secara keseluruhan.
- Membangun kekuatan tubuh bagian atas. Saat bayi menopang tubuh dengan tangan dan jari-jari kaki, mereka melatih kekuatan otot lengan, bahu, dan dada, yang menjadi landasan bagi gerakan-gerakan selanjutnya.
- Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan. Mengangkat badan seperti plank menuntut bayi untuk mengoordinasikan gerakan dan menjaga keseimbangan tubuh. Aktivitas ini membantu mereka mengembangkan kesadaran spasial serta mengasah keterampilan motorik.
- Persiapan untuk merangkak dan tahapan perkembangan lainnya. Mengangkat badan seperti plank menjadi langkah awal menuju kemampuan merangkak, yang merupakan tonggak penting dalam perkembangan bayi. Aktivitas ini membantu bayi memperoleh kekuatan dan koordinasi yang diperlukan untuk bergerak secara mandiri.
Bayi belum bisa mengangkat badan atau merangkak?
Untuk memberikan stimulasi dan dukungan agar bayi bisa melakukan tahapan perkembangan berikutnya adalah sering-seringlah mengajak bayi untuk tengkurap atau tummy time.
"Tummy time (waktu tengkurap) itu sederhana saja, Bunda cukup memosisikan bayi untuk tengkurap selama beberapa saat setiap harinya sebagai bentuk latihan bagi mereka," kata dokter spesialis anak Matthew Badgett, MD, dikutip dari Cleveland Clinic.
Saat bayi masih sangat kecil, tujuan utama tummy time adalah melatih bayi mengangkat kepala dari permukaan, yang bermanfaat untuk memperkuat otot leher.
"Tummy time dapat mempercepat pencapaian tahapan perkembangan seperti merangkak dan berguling," kata Badgett. Menurutnya, dalam jangka pendek, aktivitas ini jelas membantu bayi berkembang dengan lebih baik, Bunda.
Aktivitas ini juga dapat membantu mencegah keterlambatan perkembangan motorik sejak dini. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bayi yang jarang berada dalam posisi ini lebih berisiko mengalami keterlambatan perkembangan motorik.
Namun, perlu diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis anak jika Bunda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai tahapan perkembangan anak.
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Kapan Leher Bayi Sudah Kuat untuk Tegak?
Parenting
Makna di Balik Bayi yang Banyak Tersenyum, Bukan Berarti Selalu Ceria Bun
Parenting
Panjang & Berat Ideal Bayi Baru Lahir Menurut WHO, Bunda Wajib Tahu
Parenting
Tummy Time: Pengertian, Manfaat, dan Waktu Terbaik Melakukannya pada Bayi
Parenting
Perkembangan Bayi 1 Bulan, Kemampuan Motorik hingga Emosional
Parenting
Ingin Melatih Bayi 2 Bulan Tummy Time? Begini Caranya Bunda
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Ciri-Ciri Bayi Mau Tengkurap, Bunda Perlu Tahu
7 Ide Stimulasi Anak agar Bisa Merangkak, Salah Satunya Main Bersama
Bukan Cuma Aktif, Ini Tahap Perkembangan Bayi 0-12 Bulan dan Cara Orang Tua Mendukungnya