Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Influenza A Sedang Naik, Bayi di Bawah 6 Bulan Belum Bisa Divaksin: Bagaimana Melindunginya?

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Rabu, 30 Sep 2026 14:05 WIB

Influenza A
Influenza A/ Foto: Getty Images/jes2ufoto

Menurut hasil laporan surveilans penyakit pernapasan, Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan bahwa kasus influenza sedang naik, Bunda. Data hingga 19-September-2026 menunjukkan bahwa proporsi influenza pada minggu ke- 36 meningkat menjadi 46 persen dari 35 persen di minggu sebelumnya.

Influenza A menjadi kasus yang paling banyak. Pada minggu ke-36 dari total 185 spesimen yang diperiksa, terdeteksi 86 kasus positif influenza, terdiri atas 8 positif A (H3N2), 76 positif A (H1N1Pdm09), 2 positif B (Victoria).

Melihat perkembangan kasusnya, yang perlu menjadi perhatian bersama adalah dari kasus influenza yang terdeteksi 42 persen terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun. Seperti yang Bunda ketahui, vaksin influenza baru bisa diberikan pada bayi di usia 6 bulan ke atas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dikutip dar laman IDAI, vaksin influenza diberikan dengan dosis tergantung usia anak. Pada usia 6-35 bulan cukup 0,25 mL. Anak usia >3 tahun, diberikan 0,5 mL. Pada anak berusia berusia 8 tahun, maka dosis pertama cukup satu dosis saja.

Lantas, bagaimana melindungi bayi di bawah enam bulan yang belum bisa divaksin influenza?

Cara melindungi bayi di bawah 6 bulan belum bisa divaksin influenza

Tindakan pencegahan sangatlah penting bagi bayi berusia di bawah enam bulan karena mereka belum bisa mendapatkan vaksinasi untuk virus influenza. Cara terbaik melindungi bayi di bawah enam bulan yang belum bisa divaksin adalah tetaplah disusui, Bunda. Kalau pun, Bunda terkena flu, flu tidak akan menular melalui ASI. Flu terutama menyebar dari orang ke orang melalui percikan saluran pernapasan saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

Percikan tersebut juga dapat menyebar ketika seseorang menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi virus flu, lalu menyentuh mulut atau hidung mereka sendiri. Jadi, flu tidak menular melalui ASI.

Dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ASI tetap menjadi sumber nutrisi yang direkomendasikan untuk bayi. ASI mengandung antibodi dan faktor peningkat kekebalan tubuh yang dapat membantu melindungi bayi dari flu. Selain itu, bayi yang disusui lebih kecil kemungkinannya terkena infeksi, termasuk penyakit saluran pernapasan bawah yang parah, dibandingkan bayi yang tidak disusui.

Ibu yang menderita flu mungkin merasa terlalu sakit untuk menyusui bayinya secara langsung. Dalam situasi tersebut, ibu perlu didorong dan didukung untuk memerah ASI secara rutin agar bayi tetap mendapatkan asupan ASI. Sebelum memerah ASI, ibu harus mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun dan air. Jika menggunakan pompa ASI, ibu harus mengikuti panduan pembersihan yang tepat.

Selain itu, masker juga dapat membantu mengurangi penyebaran virus saluran pernapasan. Ibu menyusui yang sedang sakit dapat mengenakan masker.

Bagaimana dengan pengasuh? Untuk melindungi bayi, tidak hanya pengasuh, tapi semua anggota rumah tangga berusia enam bulan ke atas sebaiknya mendapatkan vaksinasi flu tahunan, kecuali dalam kasus-kasus tertentu yang jarang terjadi.

Tindakan pencegahan sehari-hari berikut ini juga dapat membantu melindungi bayi dari flu, baik yang diberi ASI maupun tidak.

  • Hindari kontak erat dengan orang yang sakit.
  • Tutup hidung dan mulut dengan tisu saat bersin atau batuk, lalu segera buang tisu tersebut setelahnya.
  • Kenakan masker untuk membantu mengurangi penyebaran virus saluran pernapasan dan melindungi orang lain.
  • Terapkan kebersihan tangan yang baik.
  • Lakukan disinfeksi pada permukaan benda.
  • Upayakan udara yang lebih bersih. Hal ini bisa berarti memasukkan udara segar dari luar, membersihkan udara di dalam ruangan, atau berkumpul di luar ruangan.

Dengan meningkatnya kasus influenza, Bunda perlu lebih waspada dalam menjaga kesehatan Si Kecil, terutama bayi di bawah usia enam bulan yang masih rentan terhadap infeksi.

Pastikan Bunda menerapkan langkah pencegahan, seperti menjaga kebersihan tangan, membatasi kontak dengan orang yang sedang sakit, serta segera berkonsultasi dengan dokter jika bayi menunjukkan gejala influenza. Langkah sederhana ini dapat membantu melindungi Si Kecil dari risiko komplikasi akibat infeksi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda