Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Kasus Pneumonia Anak di Indonesia Naik 20% Sejak Karhutla, IDAI Ungkap Bahaya Asap

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Senin, 28 Sep 2026 13:00 WIB

Ilustrasi anak dirawat di rumah sakit
Ilustrasi anak sakit / Foto: Getty Images/iStockphoto/kan2d
Jakarta -

Bunda, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak meningkat di sejumlah wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kalimantan Barat, kasus ISPA dan pneumonia di RS Bhayangkara Pontianak naik sekitar 10-20 persen sejak karhutla meluas.

Karhutla juga meluas di sejumlah wilayah seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. ASEAN bahkan menetapkan status Siaga Alert Level 3 sejak 26 Agustus 2026.

Kementerian Kesehatan RI mencatat 113.336 kasus ISPA akibat karhutla hingga 9 September 2026 di tujuh provinsi terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.545 kasus terjadi pada balita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Di Riau, tercatat 10.783 kasus ISPA sepanjang Agustus-September 2026. Kasus paling banyak ditemukan pada kelompok anak usia 0-9 tahun. Sementara di Kalimantan Selatan, terdapat 524 kasus pneumonia selama periode kemarau dan karhutla.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K), mengungkapkaan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius. Menurutnya, asap karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kesehatan anak.

"Karhutla bukan sekadar bencana lingkungan, tetapi juga darurat kesehatan anak dan kelompok rentan," ujar Piprim dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Sabtu (26/9/2026).

Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan. Partikel berukuran sangat kecil tersebut bahkan dapat masuk ke aliran darah.

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang rentan karena mereka menghirup lebih banyak udara dibandingkan berat tubuhnya. Di sisi lain, sistem pernapasan dan kekebalan tubuh anak masih dalam tahap perkembangan.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda