Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Cara Mengenali Anak yang Sedang Mengalami Masalah Emosional & Mungkin Butuh Bantuan

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Sabtu, 26 Sep 2026 07:00 WIB

Anak alami masalah mental
Anak alami masalah mental/ Foto: Getty Images/Pra-chid
Daftar Isi

Anak dapat mengalami perubahan suasana hati, kecemasan, atau kesulitan dalam bersosialisasi sebagai bagian dari proses tumbuh kembang. Namun, perubahan yang berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari perlu diperhatikan lebih lanjut.

Mengutip National Institutes of Health (NIH), hampir 20 persen anak di Amerika Serikat berusia 3 hingga 17 tahun mengalami gangguan mental, emosional, perkembangan, atau perilaku.

Lantas, apa saja tanda Anak mengalami masalah emosional yang perlu diperhatikan dan kapan orang tua sebaiknya mencari bantuan profesional? Yuk, Bunda, simak penjelasannya berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Cara mengenali anak yang mengalami masalah emosional

Mengutip dari laman Cleveland Clinic, psikolog Kristen Eastman, PsyD, menjelaskan beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa anak mungkin sedang mengalami masalah yang membutuhkan perhatian lebih.

Orang tua juga disarankan mempercayai naluri jika merasa ada perubahan yang tidak biasa pada anak. Berikut beberapa cara untuk mengenali anak yang sedang mengalami masalah emosional:

1. Masalah muncul di berbagai situasi

Jika perubahan perilaku anak terlihat di beberapa lingkungan, seperti di rumah, sekolah, dan kegiatan lainnya, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa anak sedang menghadapi sesuatu yang perlu diperhatikan.

2. Terjadi perubahan pada kebiasaan sehari-hari

Perubahan yang cukup besar pada pola tidur, kebersihan diri, atau nafsu makan dapat menjadi salah satu tanda adanya masalah. Namun, perubahan tersebut juga dapat berkaitan dengan usia atau masa pubertas sehingga orang tua perlu mencari tahu penyebabnya.

3. Sering merasa buruk tentang diri sendiri

Hari-hari ketika anak merasa kurang percaya diri merupakan hal yang dapat terjadi. Namun, jika perasaan tersebut semakin sering atau lebih berat dibandingkan sebelumnya, kondisi ini perlu diperhatikan.

4. Muncul perilaku berulang yang mengganggu

Perilaku berulang tertentu dapat muncul ketika anak sedang mengalami kecemasan atau tekanan. Orang tua perlu memperhatikan jika kebiasaan tersebut terlihat berkaitan dengan kondisi emosional anak.

5. Rasa khawatir sulit dikendalikan

Rasa gugup menghadapi ujian atau kegiatan baru merupakan hal yang wajar. Namun, jika kekhawatiran semakin sering, berat, membuat anak merasa tidak nyaman secara fisik, atau menghambat aktivitasnya, anak mungkin membutuhkan dukungan lebih lanjut.

6. Menarik diri dari lingkungan

Anak terkadang membutuhkan waktu sendiri. Namun, jika mulai sering menghindari keluarga dan teman atau kehilangan minat terhadap kegiatan yang sebelumnya disukai, penting bagi orang tua untuk mencari tahu penyebabnya.

7. Perilaku mencari perhatian berubah drastis

Perubahan perilaku untuk mendapatkan perhatian secara berlebihan dapat menjadi cara anak menunjukkan adanya tekanan atau kebutuhan yang belum terpenuhi. Memahami penyebab di balik perilaku tersebut dapat membantu orang tua memberikan dukungan yang sesuai.

8. Menyampaikan pernyataan yang mengkhawatirkan

Orang tua sebaiknya tidak mengabaikan ketika anak menyampaikan perkataan yang menunjukkan tekanan emosional yang berat. Pernyataan seperti itu perlu ditanggapi dengan serius dan menjadi alasan untuk mencari bantuan profesional.

9. Menjadi sangat menentang atau agresif

Perilaku membangkang dapat menjadi bagian dari perkembangan anak. Namun, jika anak terus-menerus mudah marah hingga menimbulkan konflik, perkelahian, perundungan, atau ancaman kepada orang lain, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian.

10. Menunjukkan perilaku yang membahayakan diri

Jika anak menunjukkan perilaku yang dapat membahayakan dirinya, hal tersebut merupakan tanda bahwa ia membutuhkan bantuan profesional.

Cara membantu anak yang sedang mengalami masalah emosional

Orang tua mungkin ingin langsung menyelesaikan masalah ketika melihat anak sedang kesulitan. Namun, menurut Dr. Eastman, langkah awal yang penting adalah membuat anak merasa didengar dan dipahami.

Orang tua dapat menunjukkan validasi dengan mengatakan bahwa mereka melihat anak sedang mengalami kesulitan. Sikap tersebut dapat membuat anak merasa didukung dan lebih terbuka untuk membicarakan masalah yang sedang dihadapi.

Bantuan profesional juga tidak selalu berarti anak membutuhkan pengobatan atau perawatan intensif. Dokter anak dapat membantu orang tua membedakan perubahan yang masih wajar dengan kondisi yang membutuhkan perhatian lebih, serta merujuk anak kepada konselor atau tenaga profesional yang sesuai.

Dr. Eastman juga menekankan bahwa masalah anak tidak harus berada pada tingkat berat untuk mendapatkan manfaat dari terapi. Dukungan profesional dapat membantu anak maupun orang tua mempelajari keterampilan dan strategi baru untuk menghadapi berbagai tantangan.

Demikian cara mengenali tanda-tanda anak mengalami masalah emosional dan membutuhkan bantuan. Semoga membantu mengasuh Si Kecil ya!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda