Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Cara Mengenali Anak EQ Tinggi dari Kebiasaannya

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Kamis, 24 Sep 2026 13:35 WIB

Kebiasaan anak cerdas
Kebiasaan anak dengan EQ tinggi/ Foto: Getty Images/Sunan Wongsa-nga
Daftar Isi

Banyak orang tua lebih memperhatikan pencapaian akademik anak dibandingkan kemampuan mereka dalam memahami dan mengelola emosi. Padahal, kecerdasan emosional atau EQ mencakup kemampuan mengenali diri, mengatur emosi, berempati, membangun hubungan sosial, dan memiliki motivasi dari dalam diri.

Menurut psikolog, kecerdasan emosional bukan sekadar bakat yang dibawa sejak lahir, tetapi keterampilan yang dapat dikembangkan sejak anak masih kecil. Lantas, apa saja kebiasaan yang menunjukkan anak EQ tinggi? Yuk, Bunda, simak cara mengenalinya berikut ini.

7 Cara mengenali anak EQ tinggi dari kebiasaannya

Mengutip dari laman HuffPost, berikut cara mengenali anak EQ tinggi dari kebiasaannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Mampu mengenali dan menyebutkan emosinya

Anak dengan kecerdasan emosional (EQ) tinggi mampu mengenali dan menyebutkan perasaannya secara lebih spesifik, bukan hanya mengatakan “baik” atau “buruk”.

Misalnya, anak dapat mengatakan bahwa dirinya sedih karena tidak bisa bermain bersama teman, senang mendapat sepeda baru, marah kepada guru, atau takut ketika ayah bepergian semalaman.

2. Mampu mengenali emosi orang lain

Menurut Borba, kemampuan membaca emosi orang lain merupakan bagian penting sebelum anak dapat berempati.

Misalnya, anak dapat melihat seseorang tersenyum dan menyadari bahwa orang tersebut mungkin sedang bahagia, atau melihat seseorang menangis lalu berpikir untuk membantunya.

3. Mampu melihat dari sudut pandang orang lain

Menurut pendidik Maureen Healy, kebiasaan membantu orang lain, seperti mengerjakan tugas rumah atau terlibat dalam kegiatan bersama keluarga, dapat membantu anak memahami pentingnya bekerja sebagai bagian dari sebuah tim.

Kemampuan melihat sudut pandang orang lain juga dapat membantu anak menghadapi konflik dengan lebih tenang, menghargai perbedaan, serta bersikap lebih peduli dan mendukung orang lain.

4. Cepat membantu orang lain

Anak dengan EQ tinggi cenderung lebih memperhatikan kebutuhan orang lain dan mencari cara untuk membantu. Misalnya, membantu pekerjaan rumah, menemani teman baru di sekolah, atau mengikuti kegiatan sukarela.

Menurut Maureen Healy, kebiasaan membantu orang lain juga dapat dilakukan melalui tugas rumah dan keterlibatan dalam keluarga. Anak belajar menjadi bagian dari tim, bukan hanya memikirkan dirinya sendiri.

5. Memiliki cara untuk mengelola emosi

Anak dengan kecerdasan emosional (EQ) tinggi juga mampu mengelola perasaan dengan cara yang lebih positif, saat menghadapi situasi yang membuat stres, kesal, atau frustrasi.

Menurut Healy, anak dapat belajar mengelola emosi melalui latihan dan arahan, seperti menarik napas dalam-dalam, menjauh sejenak saat mulai kesal, atau mengatakan, “Aku butuh waktu sebentar,” daripada berteriak ketika marah.

Anak dengan EQ tinggi juga cenderung tidak mudah bereaksi secara impulsif. Mereka dapat mengenali perasaan seperti senang, sedih, marah, takut, atau malu, lalu memahami kebutuhannya sebelum menentukan tindakan.

6. Berani mengatakan “tidak” kepada teman

Kebiasaan anak dengan EQ tinggi yaitu lebih mampu menetapkan dan mempertahankan batasan pribadi. Misalnya, ketika tidak ingin bermain kasar dengan teman, mereka dapat menyampaikan penolakannya dengan tegas tetapi tetap sopan.

Menurut psikoterapis Brandon Jones, anak-anak tersebut umumnya mampu menjaga batasan yang wajar, menghormati orang lain, bersikap asertif, dan mendengarkan perasaannya.

7. Terbiasa bersyukur

Anak dengan kecerdasan emosional tinggi belajar menghargai hal-hal yang mereka miliki. Menurut Healy, salah satu cara yang dilakukan keluarga adalah saling menyampaikan satu hal yang disyukuri sepanjang hari saat makan bersama. Mereka tidak sekadar mengucapkan "terima kasih" karena dianggap sopan, tetapi juga dapat menyebutkan hal yang membuat mereka bersyukur dan alasannya.

Demikian beberapa kebiasaan anak dengan EQ tinggi, mulai dari bersyukur dengan berbagai hal yang ia dapatkan, berani berkata tidak kepada temannya, hingga mampu mengenali emosi. Semoga membantu untuk mengasuh anak di rumah ya!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda