Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ini Kebiasaan Parenting Paling Beracun Menurut Psikolog, Ternyata Sering Dilakukan Orang Tua

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 27 Sep 2026 18:10 WIB

Ilustrasi Ibu dan Anak
Ini Kebiasaan Parenting Paling Beracun Menurut Psikolog, Ternyata Sering Dilakukan Orang Tua/ Foto: Getty Images/iStockphoto/pixs4u
Daftar Isi
Jakarta -

Menjadi orang tua bukan tentang selalu melakukan segala sesuatu dengan sempurna, Bunda. Namun, tanpa disadari ada beberapa pola pengasuhan yang sering kali dianggap wajar dan 'sempurna' oleh orang tua, namun ternyata bisa berdampak kurang baik pada perkembangan emosi anak.

Ya, kebiasaan parenting paling beracun ternyata sering dilakukan orang tua saat mendidik anak-anaknya. Bila tidak dikendalikan, kebiasaan tersebut bisa memudarkan rasa cinta dan merusak hubungan dengan anak di kemudian hari.

Lantas, apa saja kebiasaan parenting yang paling beracun menurut psikolog? Simak penjelasannya berikut ini ya, Bunda!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kebiasaan parenting yang beracun

Melansir dari laman Times of India, berikut beberapa kebiasaan parenting paling beracun menurut psikolog klinis Dr. Shefali Tsabary:

1. Pengorbanan ternyata tameng penyamaran

Salah satu pola pengasuhan yang paling beracun adalah memproyeksikan fantasi, harapan, dan keinginan yang tidak terpenuhi pada anak. Kemudian, orang tua menolak untuk bertanggung jawab.

Orang tua sering kali membingkai sikap mengontrol sebagai bentuk pemberian tanpa pamrih, dan kekecewaan dianggap sebagai pengorbanan. Mereka sering bersikeras menganggap semua yang dilakukan demi anak-anak.

Pola pengasuhan seperti ini sangat sulit untuk ditentang karena dari luar tampak mulia. Orang tua mungkin mengatakan mereka telah mengorbankan segalanya, bekerja tanpa henti, menderita dalam diam, dan membangun hidup mereka di tengah anak-anak.

Tetapi, ketika pengorbanan itu digunakan sebagai utang emosional, anak tidak lagi dibesarkan dengan baik. Anak diharapkan untuk menyelesaikan kesuksesan yang tidak bisa diraih oleh orang tuanya. Dalam situasi seperti ini, cinta mulai terasa bersyarat.

2. Orang tua memberikan beban ke anak-anaknya

Banyak orang tua tanpa disadari membebankan banyak hal pada anak-anaknya. Nah, anak-anak yang dibesarkan dalam suasana seperti ini sering kali tumbuh dengan perasaan bersalah karena memiliki preferensi sendiri, Bunda.

Anak mungkin belajar membaca situasi sebelum memahami diri mereka sendiri. Mereka menjadi ahli dalam menyenangkan orang lain, mencapai tujuan, dan menghindari konflik, tetapi asing dengan keinginan mereka sendiri.

Bagian yang paling menyakitkan adalah anak sering dituduh tidak tahu berterima kasih jika mereka menolak. Hal itu pada akhirnya membuat kebutuhan dasar anak akan otonomi terdengar seperti penghianatan.

Seiring waktu, kondisi ini dapat menciptakan kecemasan, kebencian, dan keinginan untuk menyenangkan orang lain. Rasa percaya diri anak pun sedikit demi sedikit menjadi terkikis.

3. Orang tua tidak jujur dengan dirinya sendiri

Pola asuh yang sehat tidak membutuhkan kesempurnaan, tapi kejujuran. Kejujuran yang tanpa filter dapat menciptakan ruang yang sangat dibutuhkan dalam membesarkan anak, Bunda.

Anak-anak seperti diberikan kebebasan untuk menjadi diri mereka sendiri dan menikmati masa kecilnya, alih-alih hanya menjadi wadah yang dipenuhi penyesalan dan kekecewaan dari orang dewasa. Selain itu, kejujuran juga memberikan pelajaran penting, yakni cinta dan perhatian tulus yang tidak pernah disertai hutang emosional.

Ingat ya, bentuk pengasuhan yang paling merusak tidak hanya ditandai dengan kekakuan atau tekanan berlebih, tetapi bila ada manipulasi terselubung terhadap keberadaan anak dengan kedok pengorbanan. Di waktu bersamaan, orang tua mengharapkan rasa terima kasih atas kerugian yang terjadi pada anaknya.

Demikian tiga kebisaan parenting yang paling beracun menurut psikolog. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda