parenting
6 Ciri Anak yang Tumbuh di Keluarga Bahagia Menurut Psikolog
HaiBunda
Rabu, 23 Sep 2026 16:00 WIB
Daftar Isi
Setiap orang tua tentu ingin menciptakan rumah yang aman dan nyaman agar anak dapat tumbuh dengan baik. Namun, keluarga bahagia tidak hanya ditentukan oleh banyaknya mainan, pakaian, atau gadget yang dimiliki anak.
Menurut psikolog anak, suasana tersebut dibangun dari kasih sayang, batasan yang jelas, dan rutinitas yang konsisten. Lingkungan keluarga yang bahagia dapat membantu anak merasa aman dan terhubung dengan orang tua.
Lalu, seperti apa ciri anak yang tumbuh dalam keluarga bahagia? Yuk, Bunda, simak enam cirinya menurut psikolog berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
6 Ciri-ciri anak yang tumbuh di keluarga bahagia menurut psikologi
Mengutip dari laman Newsweek, berikut ciri-ciri anak yang tumbuh di keluarga bahagia menurut psikologi.
1. Kasih sayang tidak bersyarat
Menurut Hall dari Inggris kepada Newsweek, anak perlu merasa bahwa kasih sayang orang tua tidak bergantung pada perilaku mereka. Rasa aman secara emosional membantu anak mengungkapkan perasaan, melakukan kesalahan, dan memahami bahwa hubungan tetap bisa diperbaiki setelah konflik.
Karena itu, hindari kalimat seperti, “Kalau kamu melakukan ini, Bunda tidak akan menyayangimu.” Anak perlu memahami bahwa kasih sayang tetap ada meskipun orang tua menerapkan batasan.
2. Memiliki batasan yang tegas
Menurut psikolog berlisensi Dr. Stewart Pisecco, anak secara alami cenderung menguji batasan yang ditetapkan orang tua. Karena itu, orang tua disarankan menyiapkan respons dan menerapkan satu batasan secara konsisten.
Anak mungkin akan menolak pada awalnya. Namun, tetap tenang dan konsisten dapat membuat situasi lebih mudah diprediksi bagi anak sekaligus membantu orang tua menghadapi momen tersebut dengan lebih tenang.
3. Orang tua mencontohkan cara mengelola emosi
Penelitian menunjukkan ibu dan ayah sama-sama menikmati peran sebagai orang tua. Namun, lebih banyak ibu yang merasa mengasuh anak melelahkan (47 persen vs 34 persen) dan membuat stres (33 persen vs 24 persen) setidaknya dalam sebagian besar waktu.
Meski perasaan tersebut wajar, orang tua tetap perlu menunjukkan cara mengelola emosi dengan sehat. Pisecco, direktur klinik Pisecco & Associates, PLLC, menyarankan orang tua mengutamakan koneksi daripada sekadar mengoreksi perilaku. Menyebutkan perasaan yang mendasari perilaku anak dapat membuat mereka merasa dipahami dan lebih mudah menerima arahan orang tua.
4. Menyukai rutinitas yang teratur
Anak cenderung merasa lebih aman ketika menjalani pola kegiatan yang familiar dan mudah diprediksi. Rutinitas seperti waktu makan, tidur, atau kegiatan di pagi hari dapat membantu mengurangi rasa tidak pasti.
Menurut Pisecco, menciptakan tempat khusus untuk menyimpan barang di rumah, bukan menumpuknya sembarangan, juga dapat membantu memperkuat rutinitas dan membuat anak merasa lebih terbiasa dengan pola yang teratur.
5. Memberikan pujian pada perilaku positif
Pujian sebaiknya diberikan secara spesifik, bukan sekadar mengatakan “bagus”. Misalnya, orang tua dapat memuji anak karena langsung menyimpan tas setelah pulang.
Menurut Pisecco, mengakui perilaku positif secara jelas dapat memperkuat kebiasaan baik dan mendorong anak untuk terus bekerja sama.
6. Meluangkan waktu berkualitas bersama anak
Orang tua yang mampu menghadapi masa-masa sulit tetap meluangkan waktu untuk bersenang-senang bersama anak. Waktu ini dapat digunakan untuk membangun kedekatan dan memperkuat hubungan.
Menurut Pisecco, kegiatan tersebut sebaiknya mengikuti minat anak dan bukan menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengajarinya sesuatu. Meski aktivitasnya bukan kesukaan orang tua, yang terpenting adalah momen kebersamaan dengan anak.
Demikian enam ciri anak yang tumbuh di keluarga bahagia menurut psikologi. Semoga bermanfaat untuk mengasuh Si Kecil di masa tumbuh kembangnya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Sering Bilang "Aku Ingin Anakku Bahagia"? Psikolog Ungkap Dampaknya
Parenting
Anak Muda Lithuania Dinobatkan jadi Paling Bahagia di Dunia, Ini Cara yang Dilakukan Orang Tua
Parenting
Simak Bun! 36 Hal yang Perlu Dilakukan Orang Tua agar Anak Tumbuh Bahagia
Parenting
5 Tips Membesarkan Anak Autisme agar Selalu Bahagia
Parenting
Bunda Perlu Tahu, 7 Tanda Anak Benar-benar Bahagia
9 Foto
Parenting
Potret Kesederhanaan Anak-anak Nepal yang Penuh Kebahagiaan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Tanda Anak Merasa Nyaman dengan Orang Tua, Termasuk Senang Berbagi Cerita
Orang Tua Temperamen Ciptakan Anak People Pleaser? Simak Kata Psikolog
Anak Belanda Paling Bahagia di Dunia, Ternyata Ini 6 Cara yang Dilakukan Orang Tua