parenting
Bayi Baru Lahir Perlu Vitamin D? Ini Dosis yang Perlu Diketahui Bunda
HaiBunda
Jumat, 09 Oct 2026 09:20 WIB
Daftar Isi
Vitamin D termasuk vitamin yang penting untuk dipenuhi setiap harinya oleh bayi. Kenapa vitamin D menjadi penting? Vitamin D membantu bayi membentuk dan menjaga tulang serta gigi yang kuat.
Tubuh kita dapat memproduksi vitamin D dari sinar matahari. Namun, bayi tidak bisa mendapatkan vitamin D yang mereka butuhkan dari sinar matahari dengan cara yang aman, Bunda.
Bayi memerlukan suplemen vitamin D karena kulit mereka sangat sensitif terhadap sinar matahari dan tidak boleh terpapar sinar matahari secara langsung, asupan makanan mereka (ASI atau makanan padat) mungkin tidak mencukupi kebutuhan vitamin D mereka
pada usia 0 hingga 12 bulan, bayi tumbuh dengan sangat cepat dan membutuhkan vitamin D untuk membentuk tulang yang kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapan bayi mulai memerlukan tambahan vitamin D? Menurut Center for Disease Contol and Prevention (CDC), semua anak membutuhkan vitamin D mulai tak lama setelah lahir.
Pemberian suplemen vitamin D bergantung pada apakah Bunda menyusui bayi atau seberapa banyak susu formula yang mengandung vitamin D yang dikonsumsi bayi. Mengutip Mayo Clinic, berikut adalah pedoman dari American Academy of Pediatrics mengenai vitamin D untuk bayi:
Bayi yang diberi ASI eksklusif atau ASI parsial
Bayi ASI memerlukan 400 international units (IU) vitamin D cair setiap hari. Pemberian ini sebaiknya dimulai segera setelah lahir. Meskipun ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, ASI kemungkinan besar tidak memberikan cukup vitamin D. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan pelunakan dan pelemahan tulang yang disebut rakhitis.
Bayi membutuhkan suplemen vitamin D dalam jumlah ini sampai mereka disapih atau sampai mereka mengonsumsi 32 ons (sekitar 1 liter) susu formula yang diperkaya vitamin D setiap hari.
Bayi yang diberi susu formula
Bayi yang diberi susu formulernamun mengonsumsi kurang dari 32 ons (sekitar 1 liter) susu formula dengan kandungan vitamin D per hari, memerlukan 400 IU vitamin D cair setiap hari.
Pemberian ini sebaiknya dimulai segera setelah lahir. Bayi membutuhkan suplemen vitamin D dalam jumlah ini sampai mereka mengonsumsi setidaknya 32 ons (sekitar 1 liter) susu formula, yang diperkaya vitamin D setiap hari.
Kadar vitamin D yang rendah dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan
Meskipun vitamin D umumnya dikaitkan dengan perannya dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang yang kuat, bukti terkini menunjukkan bahwa vitamin ini juga sangat penting bagi sistem kekebalan tubuh. Vitamin D diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap sinar matahari, dan menjaga kadarnya agar tetap memadai bisa menjadi tantangan tersendiri, Bunda. Untuk itu, penting untuk memberikan suplementasi.
Ya, dilansir Harvard Gazette, kadar vitamin D pada bayi baru lahir tampaknya dapat memprediksi risiko infeksi saluran pernapasan selama masa bayi dan kejadian mengi pada masa kanak-kanak awal, namun tidak memprediksi risiko terkena asma. Hasil sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Pediatrics di 2011 lalu, ia mendukung teori bahwa kekurangan vitamin D yang meluas turut berkontribusi terhadap risiko infeksi.
"Data kami menunjukkan bahwa hubungan antara vitamin D dan mengi yang bisa menjadi gejala berbagai penyakit pernapasan, bukan hanya asma, sebagian besar disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan," ujar Carlos Camargo dari Massachusetts General Hospital (MGH) yang berafiliasi dengan Harvard, yang memimpin penelitian tersebut.Â
Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh tim Camargo menemukan bahwa anak-anak dari ibu yang mengonsumsi suplemen vitamin D selama kehamilan memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami mengi pada masa anak-anak. Penelitian ini dirancang untuk mengkaji hubungan antara kadar vitamin D yang sebenarnya dalam darah bayi baru lahir dengan risiko infeksi saluran pernapasan, mengi, dan asma.
Demikian pembahasan mengenai pentingnya vitamin D untuk bayi yang baru lahir. Pastikan anak-anak mendapatkan asupan vitamin D yang tepat agar tidak berisiko mengalami masalah pernapasan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Benarkah Vitamin D Dapat Membuat Anak Jadi Tinggi?
Parenting
Mulai Kapan Bayi Minum Vitamin D? Simak Jadwal dan Ketentuannya Bun
Parenting
10 Rekomendasi Vitamin D3 untuk Anak, Perkuat Tulang & Tambah Imunitas
Parenting
7 Keistimewaan Bayi yang Lahir pada Bulan November, Salah Satunya Atletis Bun!
Parenting
5 Makanan yang Mengandung Vitamin D, Baik untuk Anak
Parenting
3 Makanan Kaya Vitamin D Ini Bagus untuk Pertumbuhan Tulang Anak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Jenis Nutrisi Terpenting untuk Otak Anak di 1000 Hari Pertama & Rekomendasi Asupannya
Ketahui 3 Jenis Vitamin yang Aman Dikonsumsi Anak Setiap Hari
Kapan Sebaiknya Anak Mulai Minum Vitamin?