Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

11 Ciri Orang Tua Baik yang Berhasil Mendidik Anak Menurut Ilmu Psikologi

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Senin, 21 Sep 2026 18:45 WIB

Ciri anak tumbuh baik
Ciri anak tumbuh baik/ Foto: Getty Images/xijian
Daftar Isi

Menjadi orang tua bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga mendampingi mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

Dalam prosesnya, setiap orang tua tentu memiliki cara masing-masing dalam mendidik dan membimbing anak. Namun, ada sejumlah ciri orang tua baik yang dapat membantu mendukung tumbuh kembang anak secara positif.

Menurut ilmu psikologi, pola asuh yang sehat tidak berarti orang tua harus selalu sempurna atau mampu menghindarkan anak dari semua masalah. Justru, orang tua perlu memberikan ruang bagi anak untuk mengenali perasaan, belajar dari kesalahan, hingga menghadapi berbagai situasi yang tidak nyaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lalu, seperti apa ciri orang tua baik yang berhasil mendidik anak? Yuk, Bunda, simak selengkapnya di bawah ini.

Ciri orang tua baik yang berhasil mendidik anak menurut ilmu psikologi

Mengutip dari laman Your Tango, berikut 11 ciri orang tua yang baik menurut ilmu Psikologi.

1. Memberi anak ruang untuk mengekspresikan perasaan

Orang tua yang baik mampu menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman untuk mengungkapkan berbagai emosi, termasuk sedih, marah, kecewa, atau takut.

Menurut terapis pernikahan dan keluarga berlisensi April Eldemire, kecerdasan emosional tidak muncul begitu saja, tetapi perlu dibantu dan dilatih oleh orang tua sejak dini. Daripada memarahi atau menganggap remeh perasaan anak, orang tua dapat membantunya mengenali dan memahami emosi yang sedang dirasakan. 

2. Mengajarkan anak menjauhi situasi yang tidak sehat

Orang tua yang baik mengajarkan anak menjauhi situasi toxic dan hal-hal yang membuat mereka merasa tidak aman. Anak yang memahami nilai dirinya akan lebih mampu membangun hubungan sehat dan menghindari hubungan yang tidak baik saat dewasa.

3. Membantu anak menghadapi masalahnya sendiri

Orang tua yang baik, tidak selalu langsung turun tangan ketika anak menghadapi kesulitan. Mereka memberi ruang bagi anak untuk merasakan emosinya sekaligus mencoba mencari solusi sendiri, misalnya saat kesulitan mengerjakan tugas sekolah atau menyampaikan perasaan.

Menurut terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, David Schwartz, orang tua dapat mendukung anak dengan mendiskusikan masalah dan menanyakan bagaimana mereka ingin mengatasinya.

4. Selalu mendukung anak tanpa menghakimi

Orang tua yang baik tetap memberikan dukungan kepada anak, baik saat ia berhasil mencapai target maupun ketika hasilnya belum sesuai harapan. 

Pola asuh seperti ini membantu anak memiliki ambisi untuk berkembang demi dirinya sendiri. Anak belajar berusaha memberikan yang terbaik tanpa merasa harus selalu menjadi nomor satu.

5. Mengajarkan anak bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar

Menurut guru sekaligus penulis buku parenting, Jessica Lahey, terlalu sering melindungi anak dari kegagalan justru dapat menghambat mereka dalam membangun ketahanan diri (resiliensi). Pengalaman menghadapi kesalahan dan tantangan membantu anak belajar bangkit dan mencoba kembali.

6. Membantu anak memercayai intuisinya

Orang tua yang baik membantu anak belajar memercayai diri sendiri, termasuk suara hati dan perasaannya. Menurut para ahli, hal ini dapat dilakukan dengan mendorong anak mengenali dirinya sendiri serta memvalidasi perasaan yang mereka alami.

Dengan memahami apa yang sebenarnya dirasakan, anak dapat belajar membuat pilihan yang baik dalam berbagai situasi.

7. Mengajarkan anak bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana

Orang tua yang baik tidak selalu meyakinkan anak bahwa kerja keras pasti berbuah sesuai harapan. Sebaliknya, mereka mengajarkan bahwa hidup memiliki banyak kejutan dan hasil yang diperoleh tidak selalu sesuai rencana. Anak juga perlu memahami bahwa rasa kecewa merupakan bagian dari proses tumbuh dewasa. 

8. Mengajarkan anak untuk mensyukuri hal-hal kecil

Orang tua yang baik mengajarkan anak untuk selalu menemukan hal yang bisa disyukuri. Anak pun belajar menghargai momen-momen sederhana, bersikap sopan, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

Rasa syukur tidak hanya ditunjukkan dengan mengucapkan "terima kasih". Orang tua dapat menanamkannya dengan membacakan cerita tentang orang yang dermawan atau mengajak anak menyebutkan satu hal yang disyukuri setiap akhir hari.

9. Mengajarkan anak menghadapi ketidaknyamanan

Orang tua dapat membantu anak membangun ketahanan emosional dengan mengajarkan cara menghadapi ketidaknyamanan yang tidak terhindarkan dalam hidup. 

Menurut psikolog berlisensi Melissa Horowitz, penerimaan berawal dari kemauan untuk menghadapi keadaan. Sikap ini dapat membuat situasi yang sulit, tidak menyenangkan, atau terasa tidak adil menjadi lebih mudah dijalani.

10. Memimpin dengan kebaikan

Menurut sejumlah penelitian yang dipaparkan UC Davis Health, pola asuh positif ditunjukkan dengan orang tua yang membimbing anak dengan penuh kasih dan kepedulian. Cara ini membantu anak berkembang dengan baik, sekaligus mendukung kehidupan yang lebih bahagia dan sehat saat dewasa.

11. Tidak selalu menyelesaikan masalah anak

Psikolog anak Meghan Walls menjelaskan, terlalu sering menyelesaikan masalah anak dapat menghambat kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan. Orang tua sebaiknya memvalidasi perasaan dan menganggap kekhawatiran sebagai hal yang wajar tanpa buru-buru memberikan solusi atau nasihat.

Nah, itu dia 11 ciri orang tua baik yang berhasil mendidik anak menurut ilmu psikologi. Semoga bermanfaat!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda