parenting
Anak Sering Diberi Gadget Sejak Kecil? Studi Ungkap Kaitannya dengan Daya Ingat
HaiBunda
Selasa, 20 Oct 2026 21:05 WIB
Daftar Isi
Memberi gadget pada Si Kecil ketika sedang sibuk mengurus pekerjaan rumah, mungkin menjadi cara paling efektif agar anak tetap tenang. Tapi, terlalu sering memberi screen time pada anak bisa berdampak buruk bagi kemampuan kognitifnya.
Sebuah studi menunjukkan bahwa paparan layar sejak usia dini dapat dikaitkan dengan rendahnya tingkat kecerdasan dan daya ingat yang kurang optimal. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Hal ini terjadi karena otak anak masih dalam masa perkembangan dan membutuhkan lingkungan yang sehat. Otak perlu diberi rangsangan secara intelektual yang sesuai agar kemampuan berpikir dan ketahanan mentalnya dapat berkembang dengan baik.Â
Sebaliknya, jika anak terlalu banyak bermain game atau menonton video dapat mengubah fungsi otak mereka. Oleh karena itu, orang tua perlu tahu kapan anak bisa mendapatkan ponsel pertamanya karena dapat mengubah struktur dasar otak mereka.Â
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Pediatrics menunjukkan bahwa paparan layar sejak dini pada anak dapat mempengaruhi kecerdasan dan menyebabkan masalah pada daya ingat mereka.
Hasil penelitian
Studi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan ponsel sejak usia dini dapat memberikan sejumlah dampak negatif pada fungsi otak mereka. Dampaknya antara lain adalah daya ingat yang rendah, fungsi kognitif yang menurun, dan performa akademik yang buruk di sekolah. Kondisi tersebut tentunya perlu ditanggapi dengan serius.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan akademi Pediatri Amerika merekomendasikan untuk tidak memberikan waktu menonton layar sebelum usia 18-24 bulan. Selain itu, untuk anak usia 2-5 tahun waktu yang dianjurkan ialah kurang dari satu jam per hari.
Dampak ponsel terhadap otak anak
Paparan dini terhadap ponsel dapat mempengaruhi perkembangan otak, misalnya dalam bersosial. Alih-alih berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru, mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu untuk bermain ponsel. Ketika perangkat digital sudah mengambil alih fokus anak, tandanya anak mulai ketergantungan dan hal ini dapat menjadi situasi yang berbahaya. Dampaknya paparan ponsel dapat dilihat dari beberapa hal, seperti:
- Kemampuan fokus.
- Kemampuan mengingat.
- Kemampuan memecahkan masalah.
- Kemampuan berbahasa.
Selain itu, penggunaan ponsel juga berdampak pada prestasi akademik:
- Peningkatan gangguan saat belajar.
- Mengurangi waktu membaca.
- Mengurangi kualitas tidur.
- Ketergantungan pada media sosial.
- Beban multitasking berlebihan.
Pentingnya memori dan keterampilan pada masa anak-anak
Perkembangan kognitif pada anak bergantung pada kemampuan mengingat dan perkembangan keterampilan belajar. Hal ini memungkinkan anak untuk memproses informasi dengan baik dan tepat. Selain itu, memori dan keterampilan berpengaruh pada kemampuan membaca, memecahkan masalah, atau fokusnya dalam pelajaran di kelas.
Pada tahap perkembangannya, fungsi kemampuan otak sangat bergantung pada lingkungan di tempat ia berada. Salah satu fungsi penting yang perlu diperhatikan adalah daya ingat. Jika daya ingat terganggu maka prestasi akademiknya akan menurun karena terjadi masalah dalam mengingat informasi.
Apakah semua screen time berbahaya?
Tentunya tidak. Pasalnya ada beberapa alat pembelajaran digital yang justru dapat meningkatkan daya ingat. Format audio-visual dari alat digital menjadi alat paling dicari untuk mengajar anak yang perhatiannya dan fokusnya mudah teralihkan. Poin yang berbahaya adalah ketika anak sudah mulai kecanduan. Jadi dampak penggunaan ponsel tetap tergantung pada bagaimana orang tua dan anak dapat mengontrolnya. Ada beberapa kebiasaan yang dapat merusak struktur otak, seperti:
- Penggunaan ponsel secara terus menerus.
- Video berdurasi pendek.
- Bermain game secara berlebihan.
- Penggunaan media sosial secara berlebihan.
Orang tua juga perlu melihat tanda jika anak sudah kecanduan penggunaan ponsel seperti:
- Sulit konsentrasi.
- Mudah lupa.
- Penurunan nilai akademik
- Mudah tersinggung.
- Aktivitas fisik di luar berkurang.
- Gangguan tidur.
- Kekurangan minat pada hobi.
Untuk mengurangi risiko anak kecanduan ponsel, alangkah lebih baik jika orang tua mengatur penggunaan ponsel pada anak. Pantau anak untuk berolahraga secara teratur, jadwal tidur yang baik, terlibat dalam interaksi sosial, dan membaca agar otak anak dapat berkembang.
Bisa disimpulkan jika ponsel bukanlah sesuatu yang sepenuhnya berbahaya, tetapi jika penggunaannya tidak diperhatikan bahkan sampai ketergantungan, sudah saatnya orang tua membatasi pemberian ponsel pada anak. Semoga informasi ini membantu ya, Bunda.
Â
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!Â
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Bersyukurlah Si Kecil Banyak Bertanya, Itu Pertanda Anak Cerdas
Parenting
Bunda, Kenali 5 Tahap Perkembangan Empati pada Anak
Parenting
9 Jenis Kecerdasan Anak, Bunda Perlu Tahu
Parenting
Penting! Begini Cara Melatih Kecerdasan Emosional Anak, Bun
Parenting
Intip Cara Atiqah Hasiholan Latih Kecerdasan Anak Selama Pandemi
Parenting
3 Permainan Sederhana yang Bisa Bantu Tingkatkan Kecerdasan Si Kecil
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Benarkah Anak yang Suka Main HP Bisa Sebabkan Mata Merah?
Screen Time Anak Bukan Sekadar soal Durasi, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
Orang Tua yang Sedang Stres Ternyata Bisa Picu Anak Main HP Kelamaan