Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Angka Anak Sakit Meningkat Akibat Paparan Influenza A, Kenali Gejala hingga Cara Pencegahan

Elia Amaliana   |   HaiBunda

Senin, 28 Sep 2026 15:26 WIB

Influenza A
Influenza A meningkat di Indonesia/ Foto: Getty Images/Chatchai Tuppavasu
Daftar Isi

Belakangan ini, kasus influenza tipe A dikabarkan meningkat di beberapa wilayah di Indonesia. Peningkatan kasus ini tentunya menimbulkan kekhawatiran orang tua terhadap kondisi kesehatan anaknya.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, turut memberikan tanggapan terkait fenomena ini. Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan influeza di beberapa titik. Salah satu wilayah yang tengah menjadi perhatian ialah Surabaya, Jawa Timur, yang dilaporkan mengalami peningkatan kasus influenza tipe A.

“Ada kenaikan influenza ini selalu kita monitor. Saya dengar ada yang di Jawa Timur, di beberapa titik agak naik," kata Budi saat ditemui usai Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) ke-4 di Jakarta, pada beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Budi juga sudah meminta kepada jajaran Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes untuk segera mengecek lebih lanjut terkait penularan dan peningkatan kasus influenza. Hal ini dikarenakan virus influenza A berisiko menyebabkan penyakit berat yang memiliki subtipe H5 yang berkaitan dengan wabah atau flu burung.

“Cuma kalau Influenza A ini, ini kan bukan influenza yang mematikan ya. Yang kita takutkan karena yang ada H5, yang dulu pernah kejadian yang flu burung," kata Budi.

Apa itu influenza?

Dilansir dari Kemenkes, Influenza tipe A merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Influenza dibagi menjadi tipe A, B, C, dan D yang ditentukan berdasarkan susunan protein di permukaannya. Influenza tipe A paling sering menimbulkan masalah serius dibanding influenza tipe B. Hal ini dikarenakan influenza tipe A sering dikaitkan dengan wabah dan bisa menular dengan cepat. Selain itu, virus ini juga dapat memicu gejala berat.

"Virus influenza ada A, B, C, D, kita lihat dari tipe susunan dari permukaannya, proteinnya berbeda. Ada influenza A, ada influenza B, C, dan D. Yang paling sering menyebabkan masalah itu influenza A, dia bisa bikin pandemi, dia bisa menyebar dengan menimbulkan banyak korban," ucap dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subs Resp(K), selaku Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respiologi IDAI.

Gejala influenza pada anak

Setelah memahami influenza tipe A, Bunda juga perlu memperhatikan gejala yang biasanya muncul pada anak. Simak penjelasan lengkapnya:

1. Demam dan nyeri badan

Influenza umumnya ditandai dengan demam tinggi, bahkan mencapai 40 derajat Celsius. Kondisi ini sering disertai dengan nyeri badan sehingga membuat anak lebih cepat kelelahan dan merasa lemas 

2. Batuk dan pilek

Batuk dan pilek sudah menjadi gejala umum yang sering terjadi di berbagai penyakit pernapasan. Namun, gejalanya pada influenza biasanya terasa lebih berat dibandingkan common cold atau infeksi virus pada hidung dan tenggorokan.

"Penularannya mudah melalui cairan yang dikeluarkan dengan batuk atau bersin atau mungkin berbicara muncrat ya, dan sangat cepat. Satu orang sakit bisa mengeluarkan dua atau tiga orang sekitarnya," ucap dr. Nastiti.

3. Lemas dan sulit bangun

Anak yang terkena influenza biasanya mudah merasa lelah dan lemas sehingga Si Kecil lebih memilih untuk menghabiskan waktu di tempat tidur. Bunda perlu memperhatikan kondisi anak agar mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

4. Sakit kepala dan pegal otot

Influenza bisa menyebabkan sakit kepala dan pegal-pegal pada otot. Akibatnya, anak akan merasa tidak nyaman dan rewel dari biasanya. Kondisi ini membuat anak lebih cepat lelah saat beraktivitas. Oleh karena itu istirahat menjadi hal penting guna mempercepat pemulihannya, Bunda.

5. Penularan cepat dan asimtomatik

Virus influenza dapat dengan mudah menular sebelum gejala itu muncul. Karena itu, Bunda harus lebih berhati-hati dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat baik ketika berada di rumah maupun saat beraktivitas di luar. 

Gejala tersebut tentunya menjadi hal penting yang perlu diperhatikan, bahkan di beberapa kasus dapat terjadi muntah hingga diare. Selain itu gejala ini bisa berisiko menyebabkan komplikasi serius mulai dari pneumonia, bronkiolitis, peradangan otot, ensefalitis, atau peradangan otak, hingga komplikasi jantung.

Jika mengalami gejala tersebut dapat melakukan penanganan awal dengan beristirahat, memenuhi kebutuhan cairan, atau mengonsumsi obat sesuai gejala.

Cara mencegah paparan influenza A

Simak ulasan selengkapnya:

1. Menutup hidung dan mulut saat batuk

Anak perlu diajarkan untuk menutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk. Kebiasaan ini dapat mencegah virus agar tidak menyebar. Anak bisa menggunakan lengan atau tisu untuk menutupnya. Selain itu, anak perlu membiasakan diri untuk rutin mencuci tangan, perbanyak istirahat, perbanyak air minum, dan makanan bergizi seimbang.

2. Menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh

Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Bunda perlu memperhatikan pola hidup anak. Seperti istirahat yang cukup, makanan bergizi, dan minum air. Lingkungan yang bersih seperti mainan, meja belajar, dan kamar yang higienis juga bisa mendukung kesehatan anak. 

3. Vaksinasi influenza

Vaksinasi influenza sudah dianjurkan untuk dilakukan sejak anak berusia enam bulan. Pemberian vaksin ini mengikuti panduan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia agar anak mendapat perlindungan yang maksimal.

"Untuk anak, tentu kita bisa melihat dari apa yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia, bahwa mulai usia enam bulan, anak bisa diberikan vaksinasi influenza. Vaksinasinya itu bisa diberikan kapan saja setelah usia enam bulan," ujar dr. Nastiti. 

4. Menerapkan kebiasaan bersih dan sehat

Anak perlu dibiasakan hidup sehat dan bersih sejak dini. Hindari lingkungan yang berdampak buruk bagi kesehatan anak, salah satu contohnya seperti merokok. "Badan dunia, WHO, dan juga Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan vaksinasi influenza, terutama pada perokok atau risiko tinggi. Kita juga harus memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat," katanya.  

Dengan menjaga kebiasaan sederhana ini akan membantu sistem imun anak untuk tetap kuat sehingga risiko terkena virus influenza bisa berkurang.

 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis! 

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda