Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

15 Jurusan Kuliah Tersulit Berdasarkan IPK dan Waktu Belajarnya

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Senin, 05 Oct 2026 16:00 WIB

Jurusan kuliah tersulit
Jurusan kuliah tersulit/ Foto: Getty Images/waraphon makchanthuek
Daftar Isi

Ketika akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, ada banyak pertimbangan yang perlu dilakukan. Salah satunya adalah riset terkait jurusan yang akan ditempuh.

Karena, setiap jurusan memiliki kegiatan perkuliahan dan silabus yang berbeda-beda. Dari berbagai jurusan yang tersedia, ada beberapa jurusan yang dianggap sebagai jurusan kuliah tersulit.

Dilansir laman Research, aspek yang membentuk jurusan kuliah tersulit ini meliputi gabungan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) rata-rata yang rendah, waktu belajar mingguan yang berat, prasyarat yang sulit, persyaratan laboratorium atau lapangan, penilaian yang ketat, serta penugasan kuliah yang menuntut pemecahan masalah tingkat lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


15 Jurusan kuliah tersulit berdasarkan IPK dan waktu belajarnya

Dengan melakukan riset tentang jurusan kuliah tersulit, seseorang bisa menentukan apakah jurusan-jurusan tersebut sesuai dengan rencana karier serta toleransi diri terhadap tekanan kuliah. Untuk itu, berikut ini deretan jurusan kuliah tersulit yang dikutip dari laman Research.

1. Jurusan Hukum

Jurusan Hukum menjadi salah satu kuliah tersulit berdasarkan IPK dan waktu belajarnya. Rata-rata IPK program studi ini sekitar 3,35 dengan jumlah jam yang dihabiskan mahasiswa untuk belajar per minggu selama 13,73 jam.

Dalam Jurusan Hukum, mahasiswa diperkenalkan pada sistem pengadilan, undang-undang, kebijakan publik, penalaran hukum, dan peran hukum dalam masyarakat.

Jurus ini tidak selalu mudah ditempuh karena banyak melibatkan aktivitas membaca, melakukan penelitian, dan melakukan argumentasi terstruktur. Berkuliah di jurusan ini diperlukan kemampuan pemahaman, pengorganisasian, dan penulisan yang kuat. 

2. Ilmu Komputer

Jurusan kuliah tersulit berdasarkan IPK dan waktu belajarnya selanjutnya adalah Ilmu Komputer. Rata-rata IPK di jurusan ini yaitu sekitar 3,0 dengan jumlah jam belajar yang dihabiskan mahasiswa selama 10,5 jam per minggu.

Aspek yang membuat jurusan Ilmu Komputer dinilai sebagai salah satu jurusan kuliah tersulit adalah kombinasi berbagai bidang ilmu yang harus dipelajari. Jurusan Ilmu Komputer menggabungkan matematika, logika, pemrograman, dan penalaran abstrak.

Para mahasiswa jurusan ini umumnya mempelajari  algoritma, struktur data, pengembangan perangkat lunak, arsitektur komputer, basis data, sistem operasi, dan bahasa pemrograman. Sebagian besar beban kerja jurusan Ilmu Komputer berasal dari debugging, membangun proyek, dan belajar alat yang berubah dengan cepat.

Prospek karier Ilmu Komputer ada di bidang pengembangan perangkat lunak, analisis data, ilmu informasi, dukungan teknis, keamanan siber, atau desain sistem komputer, tergantung pada spesialisasi dan portofolio mereka.

3. Ilmu Lingkungan Bumi

Ilmu Lingkungan Bumi jadi salah satu jurusan kuliah tersulit dengan IPK rata-rata 2,96 dan jumlah jam belajar 15, 3 per minggu. Program studi ini menggabungkan geologi, kimia, biologi, fisika, ekologi, dan sistem lingkungan.

Dalam jurusan Ilmu Lingkungan Bumi, dipelajari bagaimana sistem alam berinteraksi dengan aktivitas manusia, termasuk iklim, air, tanah, ekosistem, polusi, dan penggunaan sumber daya.

Kegiatan kuliah tersebut seringkali melibatkan kerja laboratorium, kerja lapangan, analisis data, dan pemecahan masalah dari lebih dari satu sudut pandang ilmiah. Dengan berbagai aktivitas kuliah dan bidang yang harus dikuasai tersebut, tidak heran jurusan Ilmu Lingkungan Bumi dianggap sebagai jurusan kuliah tersulit.

4. Kimia

Rata-rata IPK jurusan Kimia sekitar  2,77 dengan jumlah jam belajar siswa per minggu selama 18,06 jam. IPK rata-rata yang rendah dan jumlah jam belajar yang banyak itu menempatkan Kimia sebagai salah satu jurusan kuliah tersulit.

Selain itu, jurusan Kimia berkaitan dengan teori maupun pekerjaan laboratorium yang membutuhkan akurasi baik. Dalam jurusan ini, mahasiswa juga mempelajari senyawa, reaksi, larutan, instrumentasi, analisis kuantitatif, dan desain eksperimental. 

5. Ekonomi dan Kebijakan Lingkungan

Ekonomi dan Kebijakan Lingkungan merupakan salah satu jurusan kuliah tersulit karena menggabungkan berbagai disiplin ilmu, yaitu ekonomi, ilmu lingkungan, kebijakan publik, dan pengelolaan sumber daya yang saling tumpang tindih. 

Dalam jurusan ini, mahasiswa akan mempelajari bagaimana individu, bisnis, pemerintah, dan institusi membuat pilihan yang mempengaruhi sumber daya alam dan kualitas lingkungan. 

Jurusan Ekonomi dan Kebijakan Lingkungan terbilang menantang karena menuntut mahasiswa untuk menganalisis data, pertukaran kebijakan, insentif ekonomi, dan masalah lingkungan praktis secara bersamaan. IPK rata-rata jurusan ini yaitu 2,95 dengan jumlah waktu belajar 15,3 jam per minggu.

6. Studi Amerika

Dalam beberapa perguruan tinggi yang membuka jurusan Studi Amerika, ini menjadi salah satu jurusan kuliah tersulit. Pasalnya, program studi ini menuntut pembacaan yang luas dan interpretasi yang cermat di seluruh sejarah, politik, sastra, budaya, ekonomi, media, dan seni.

IPK rata-rata jurusan Studi Amerika adalah 3,12 dan total waktu belajar yang dihabiskan mahasiswa per minggu sekitar 14,1 jam. Dalam jurusan ini, mahasiswa belajar cara menganalisis masyarakat Amerika Serikat dari berbagai perspektif.

Selain itu, mahasiswa dituntut menghasilkan tulisan berbasis penelitian yang menghubungkan bukti dengan pertanyaan sosial yang lebih besar. 

7. Rekayasa Nuklir

Jurusan kuliah tersulit selanjutnya adalah Rekayasa Nuklir. Jurusan yang sangat teknis ini memiliki IPK rata-rata sebesar 3,14 dengan jumlah waktu belajar per minggu 17,17 jam.

Dalam jurusan Rekayasa Nuklir, mahasiswa belajar tentang reaksi nuklir, radiasi, sistem reaktor, ilmu termal, material, prosedur keselamatan, dan perhatian lingkungan. Sebagian lulusan juga mungkin memerlukan lisensi profesional, pelatihan khusus, atau persiapan kepatuhan yang ketat untuk beberapa peran karier.

Prospek jurusan Rekayasa Nuklir meliputi tenaga nuklir, analisis keselamatan, pekerjaan pemerintahan, fasilitas penelitian, pekerjaan terkait pertahanan, dan sistem energi. 

8. Rekayasa Energi

Mahasiswa yang berkuliah di jurusan Rekayasa Energi memerlukan dasar yang kuat dalam bidang fisika, mekanika, termodinamika, elektronika daya, pemodelan sistem, dan perangkat lunak drafting CAD. IPK rata-rata dalam jurusan ini adalah 3,15 dengan jumlah jam belajar mahasiswa per minggu sekitar 17,17 jam.

Fokus dari jurusan Rekayasa Energi adalah merancang, meningkatkan, dan mengevaluasi sistem yang menghasilkan, menggerakkan, menghemat, atau mengoptimalkan energi. 

9. Astrofisika

Perkuliahan dalam jurusan Astrofisika melibatkan gabungan bidang studi fisika tingkat lanjut, matematika, komputasi, dan ilmu observasi. Dalam jurusan ini, mahasiswa belajar tentang bintang, galaksi, lubang hitam, kosmologi, dan hukum-hukum yang menjelaskan alam semesta. 

Rata-rata IPK jurusan Astrofisika adalah 3,29 dengan jumlah waktu belajar mahasiswa 18,59 jam per minggu. Mahasiswa Astrofisika dituntut untuk memiliki pengalaman riset, dan kemampuan kuantitatif yang kuat. Untuk berkarier di jurusan ini, umumnya mahasiswa harus melanjutkan studi pascasarjana.

10. Matematika Terapan

Jurusan Matematika Terapan menjadi jurusan kuliah tersulit dengan IPK rata-rata 3,32 dan jumlah waktu belajar mahasiswa 16,4  jam per minggu. Mata kuliah jurusan Matematika Terapan mencakup kalkulus, aljabar, statistik, persamaan diferensial, komputasi, optimasi, dan pemodelan.

Mahasiswa yang berkuliah di jurusan ini dilatih untuk dapat menggunakan model matematika untuk memecahkan masalah dunia nyata. Prospek pekerjaan dari jurusan Matematika Terapan adalah dalam bidang teknik, kesehatan, keuangan, analisis data, teknologi, operasi, dan pengambilan keputusan pemerintah. 

11. Studi Interdisipliner

Studi Interdisipliner merupakan jurusan kuliah yang umumnya menggabungkan mata kuliah di bidang humaniora, ilmu sosial, dan profesional. IPK rata-rata jurusan Studi Interdisipliner adalah 3,33 dan jumlah waktu belajar mahasiswa 16,4 jam per minggu.

Studi Interdisipliner menjadi salah satu jurusan kuliah tersulit berkaitan dengan prospek kerjanya. Luasnya mata kuliah yang dipelajari tidak jarang membuat mahasiswa lulusan jurusan ini kesulitan mengaitkan mata kuliah dengan target karier atau sekolah pascasarjana yang tepat.

12. Genetika dan Biologi Tumbuhan

Dalam perkuliahan di jurusan Genetika dan Biologi Tumbuhan, bidang ilmu yang dipelajari meliputi ilmu tanaman, bioteknologi, biologi molekuler, genetika, pertanian, nutrisi, dan sistem pangan. 

Mahasiswa jurusan ini diajarkan tentang bagaimana sifat tanaman berkembang, bagaimana gen berfungsi, dan bagaimana pengetahuan biologis dapat mendukung pemecahan masalah pertanian dan lingkungan. IPK rata-rata jurusan Genetika dan Biologi Tumbuhan yakni 3,35 dengan jumlah waktu belajar mahasiswa 16,7 jam per minggu.

13. Ilmu Kelautan

Rata-rata IPK Ilmu Kelautan sekitar 3,35 dengan jumlah waktu belajar mahasiswa 15,72 jam per minggu. Melalui jurusan Ilmu Kelautan, mahasiswa belajar tentang lautan, sistem pesisir, organisme laut, oseanografi, akuakultur, keanekaragaman hayati, polusi, dan konservasi. 

Kegiatan perkuliahan Ilmu Kelautan seringkali merupakan gabungan dari kerja lapangan, penyelaman penelitian, interpretasi data, analisis laboratorium, dan penelitian ekologi. Hal ini membuat Ilmu Kelautan jadi salah satu jurusan kuliah tersulit.

Keterampilan menulis ilmiah, kesadaran keselamatan, dan kenyamanan bekerja baik di luar ruangan maupun lingkungan terkontrol menjadi kemampuan yang perlu dimiliki mahasiswa Ilmu Kelautan.

14. Ilmu Kognitif

Ilmu Kognitif merupakan jurusan kuliah yang berfokus meneliti bagaimana pikiran bekerja melalui psikologi, ilmu saraf, linguistik, filsafat, ilmu komputer, dan kecerdasan buatan. Dalam jurusan ini, ada berbagai disiplin ilmu yang perlu dipelajari yakni memori, bahasa, persepsi, penalaran, pembelajaran, dan pengambilan keputusan.

IPK rata-rata jurusan Ilmu Kognitif adalah 3,35 dengan jumlah waktu belajar mahasiswa 14,82  jam per minggu. Mahasiswa jurusan Ilmu Kognitif dapat berkarier dalam mendukung bidang kedokteran, pendidikan, interaksi manusia-komputer, pemasaran, riset, dan teknologi.

15. Ekonomi Politik

Jurusan Ekonomi Politik memiliki IPK rata-rata 3,35 dengan  jumlah waktu belajar mahasiswa 14,23  jam per minggu. Dalam jurusan ini, mahasiswa diajarkan tentang mengevaluasi teori pasar, tata kelola, ketimpangan, pembangunan, dan kebijakan. 

Ekonomi Politik berfokus pada cara melihat hubungan antara kekuasaan politik, sistem ekonomi, institusi, sejarah, budaya, dan hasil sosial. Lulusan dari jurusan ini dapat berkarier di bidang pemerintahan, layanan keuangan, kebijakan publik, penelitian, pendidikan, advokasi, atau organisasi internasional.

Itulah 15 jurusan kuliah tersulit berdasarkan IPK dan waktu belajarnya. Deretan jurusan kuliah tersulit di atas didominasi oleh jurusan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics), teknik, ilmu komputer, ilmu lingkungan, serta program studi yang menggabungkan banyak disiplin ilmu dalam mata kuliahnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda