Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Selain Terapi, 7 Cara Stimulasi Anak dengan Speech Delay di Rumah

Kinan   |   HaiBunda

Senin, 28 Sep 2026 08:40 WIB

stimulasi anak
Ilustrasi stimulasi anak/Foto: Getty Images/wombatzaa
Daftar Isi
Jakarta -

Speech delay menjadi salah satu masalah yang menjadi perhatian orang tua. Nah, apa saja cara menstimulasi anak dengan speech delay di rumah?

Dikutip dari BBC, keterlambatan bicara atau speech delay adalah kondisi ketika anak mengalami kesulitan dalam memahami atau menggunakan bahasa lisan.

Saat mengalami speech delay, anak mengalami kesulitan menghasilkan suara yang kemudian membentuk kata-kata. Hal ini berkaitan dengan proses fisik saat berbicara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Studi memperkirakan bahwa 1 dari 10 anak mengalami kesulitan dalam perkembangan bicara, bahasa, dan komunikasi, terutama pada tahun-tahun awal kehidupannya.

Sebagai orang tua, wajar jika Bunda merasa khawatir dengan perkembangan bahasa anak dan jika perlu lakukan konsultasi dengan profesional seperti dokter tumbuh kembang atau psikolog anak. 

Menurut data dalam laman Kemenkes RI, fenomena saat ini menunjukkan banyak anak di Indonesia yang mengalami keterlambatan bicara atau speech delay. 

Data dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyebutkan bahwa terdapat 5-8 persen anak prasekolah yang mengalami gangguan keterlambatan bicara.

Penyebab speech delay

Dikutip dari Kids Health, bicara adalah ekspresi verbal dari bahasa dan mencakup artikulasi (cara anak membentuk bunyi dan kata).

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab speech delay atau keterlambatan bicara:

  • Gangguan pada organ mulut, seperti masalah pada lidah atau langit-langit mulut (palatum)
  • Frenulum yang pendek (lipatan jaringan di bawah lidah), yang dapat membatasi pergerakan lidah

Banyak anak dengan keterlambatan bicara memiliki masalah oral-motor. Hal ini terjadi ketika terdapat gangguan pada area otak yang bertanggung jawab terhadap bicara.

Kondisi ini membuat anak sulit mengoordinasikan bibir, lidah, dan rahang untuk menghasilkan bunyi bicara. 

Masalah pada sistem pendengaran juga dapat memengaruhi kemampuan bicara. Anak dengan gangguan pendengaran dapat mengalami kesulitan dalam mengucapkan, memahami, menirukan, dan menggunakan kalimat.

Tanda dan gejala speech delay pada anak

Menurut terapis wicara dan bahasa, Jori Harris, MS, CCC-SLP, anak yang terlambat bicara biasanya berkembang normal dalam aspek lainnya, namun lebih lambat untuk mulai menggunakan kata-kata dan berkomunikasi.

Dalam kasus yang lebih serius, anak dengan speech delay juga mungkin mengalami kesulitan memahami instruksi sederhana atau mengenali kata-kata yang familiar.

Sebagian belum mampu menggunakan gerakan untuk menunjukkan ketertarikan pada sesuatu, bahkan sedikit tertinggal dalam keterampilan motorik maupun sosial.

Beberapa tanda dan gejala lain yang perlu diwaspadai termasuk:

  • Di usia 12 bulan: tidak menggunakan gerakan, seperti menunjuk atau melambaikan tangan untuk berpamitan
  • Di usia 18 bulan: lebih memilih menggunakan gerakan daripada suara untuk berkomunikasi, kesulitan menirukan suara, mengalami kesulitan memahami permintaan verbal sederhana
  • Di usia 2 tahun: hanya dapat menirukan ucapan atau tindakan, tapi tidak menghasilkan kata atau frasa secara spontan, hanya mengucapkan beberapa bunyi atau kata secara berulang, tidak dapat menggunakan bahasa lisan untuk berkomunikasi

Cara stimulasi anak dengan speech delay di rumah

Terapi untuk speech delay dapat membantu anak mengembangkan kemampuan komunikasi sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya.

Secara berkala, terapis dapat melatih anak menghasilkan suara dan mengucapkan kata dengan lebih tepat sehingga ucapannya lebih mudah dipahami.

Anak dapat belajar mengenal dan menggunakan lebih banyak kata untuk menyebut benda, orang, aktivitas, perasaan, maupun kebutuhannya.

Selain terapi, Bunda juga bisa memberikan stimulasi di rumah seperti berikut:

1. Bermain meniup dengan sedotan

Sediakan bola kapas dan sedotan, lalu letakkan kapas di atas meja atau lantai. 

Setelah itu, minta anak untuk meniup bola kapas sejauh mungkin. Kegiatan ini melatih otot mulut anak dan membantunya mengucapkan kata.

2. Bercerita tentang lingkungan sekitar

Cobalah untuk lebih sering mengajak anak mengobrol, termasuk dengan menceritakan suasana sekitar dan kegiaan sehari-hari di rumah. 

Misalnya, sebutkan nama-nama bahan masakan yang ada di dapur atau kegiatan yang sedang Bunda lakukan. Ini dapat membantu anak menyerap lebih banyak bahasa baru dan terpacu untuk mengucapkannya.

3. Bermain dengan flash cards

Flash cards atau kartu bergambar bisa menjadi media untuk menstimulasi anak dengan speech delay.

Dampingi anak belajar menyebutkan nama dari objek yang ada di kartu, lalu berikan kesempatan pada anak untuk mengulangi kata tersebut beberapa kali.

4. Bermain di halaman rumah

Menghabiskan waktu di luar ruangan juga bisa menstimulasi kemampuan bahasa dan bicara anak, serta mendorong kreativitas dan imajinasi mereka.

Saat bermain di halaman rumah, anak dapat melihat, mendengar, mencium, dan menyentuh hal-hal baru yang ditemuinya.

5. Meniup lilin

Kegiatan meniup lilin dapat melatih kekuatan otot mulut dan wajah, yang sangat penting dalam kemampuan bicara anak. 

Jika dilakukan secara berkala, tiup lilin juga dapat melatih otot motorik yang berkaitan dengan kemampuan anak berbicara. Termasuk sistem gerak otot yang mencakup area mulut seperti rahang, gigi, lidah, langit-langit, dan pipi.

6. Bermain roleplay

Bermain peran juga menjadi salah satu kegiatan untuk menstimulasi anak dengan speech delay pada anak.

Saat berpura-pura menjadi sosok yang diinginkannya, anak cenderung akan berupaya lebih maksimal untuk berkomunikasi.

7. Bernyanyi dan membaca buku

Kegiatan lain sebagai cara stimulasi anak dengan speech delay di rumah yakni bernyanyi dan membaca buku bersama.

Menurut JAMA Pediatrics, anak-anak yang terlalu sering menonton televisi berisiko mengalami keterlambatan dalam perkembangan bicara di kemudian hari.

Itulah penjelasan tentang cara stimulasi anak dengan speech delay di rumah. Selama proses belajar ini, usahakan untuk meminimalkan atau hindari screen time terlebih dahulu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda