parenting
8 Kalimat Sederhana yang Bisa Bikin Komunikasi Orang Tua dan Anak Lebih Baik
HaiBunda
Rabu, 16 Sep 2026 18:20 WIB
Komunikasi antara orang tua dan anak tidak selalu harus dimulai dari percakapan panjang dan serius, Bunda. Terkadang, satu kalimat sederhana yang disampaikan dengan penuh perhatian bisa membuat anak merasa didengar.
Tak hanya itu, beberapa ungkapan sederhana dan bijaksana juga dapat membantu anak merasa dipahami. Pada akhirnya, hal itu bisa mengajarkan anak untuk mengelola emosi dan memecahkan masalahnya sendiri.
"Cara paling efektif untuk berbicara dengan anak adalah menggunakan kata-kata dan kalimat sederhana yang memungkinkan orang tua untuk menerima perasaan mereka tetapi tetap menepati aturan yang ada," kata penulis buku The Blessing of a Skinned Knee, Wendy Mogel, PhD, dilansir Parents.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalimat yang bisa memperbaiki komunikasi orang tua dan anak
Ada beberapa pilihan kalimat sederhana yang bisa membuat komunikasi orang tua dan anak menjadi lebih baik. Simak penjelasannya berikut ini:
1. 'Aku perlu memikirkannya'
Alih-alih langsung mengatakan hal pertama yang terlintas di pikiran ke anak, Bunda bisa mengatakan, 'aku perlu memikirkannya terlebih dahulu'. Mengucapkan kalimat itu membuat Bunda memiliki otoritas, mendapatkan waktu, dan juga memperkenalkan ke anak tentang gagasan bahwa orang berpikir sebelum berbicara.
Jika anak sering mendengar kalimat ini, maka kemungkinan besar mereka akan terbiasa meluangkan waktu saat mengambil keputusan, yang dapat memberikan manfaat jangka panjang. Pada saat mencapai sekolah menengah, anak akan sangat terbiasa dengan gagasan berpikir sebelum berbicara sehingga mereka akan menghindari keterlibatan spontan dalam perilaku yang tidak bijaksana atau ilegal.
2. 'Bagaimana perasaanmu tentang itu?'
Ungkapan ini ampuh dalam situasi yang kurang ideal. Misalnya, daripada menunjukkan antusiasme berlebihan ketika anak-anak melakukan sesuatu yang patut dipuji atau salah, Mogel menyarankan untuk bertanya, 'bagaimana perasaanmu?'
Pertanyaan itu membuat anak berhenti sejenak dan merenungkan betapa frustrasinya dia, sesuatu yang mungkin tidak akan dia pikirkan kalau tidak ditanyakan. Pertanyaan ini juga bisa membuat anak merenungkan kesalahannya dan tidak akan mengulanginya di kemudian hari.
3. 'Wow'
Mengucapkan "Wow" sangat efektif ketika anak menceritakan masalah atau melakukan sesuatu, yang mereka tahu akan berdampak buruk. Kalimat ini memberi tahu anak bahwa orang tuanya mengakui apa yang baru saja terjadi, tetapi tidak langsung memberikan respons. Hal tersebut akan memberi orang tua waktu sejenak untuk melihat situasi dari perspektif yang berbeda dan mencari cara terbaik untuk menanganinya.
"Saya sangat menyukai yang satu ini karena bertentangan dengan budaya kita yang selalu memberikan respons instan dan mendesak," ungkap Mogel.
4. 'Mari kita lihat apakah kita bisa menemukan sesuatu yang baik di dalamnya'
Tidak mudah mendengarkan anak terus-menerus mengeluh tentang masalah yang mereka hadapi. Tetapi tidak ada salahnya menjadi pendengar yang baik, Bunda. Nah, setelah mereka selesai bercerita, duduklah di samping mereka dan katakan, 'mari kita cari sisi baiknya'.
Saat mengatakan kalimat ini, Bunda harus bersiap untuk menghadapi penolakan ya. Tetapi, tetaplah berusaha meminta anak untuk mempertimbangkan hal-hal positif yang muncul di antara masalah ini. Dengan begitu, Bunda akan membantu anak belajar beradaptasi dan mengelola apa yang mereka miliki.
5. 'Dengarkan tubuhmu'
Banyak orang tua lebih memahami tubuh anak mereka daripada tubuh anak itu sendiri. Kita tahu berapa lama mereka tidur dan kapan terakhir kali mereka makan, bahkan ketika mereka berusia 8 tahun. Namun, jika Bunda terbiasa mengatur kebutuhan fisik Si Kecil, maka mereka akan menyadari bahwa mereka tidak perlu melakukannya dan tidak akan belajar mengatur diri sendiri.
Ketika anak Anda berkata, 'aku sakit perut', jangan langsung menyimpulkan sendiri dengan mengatakan sesuatu seperti, 'tentu saja, kamu kan belum makan apa pun selain camilan selama 48 jam'. Sebaliknya, bimbing mereka untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.
Pada akhirnya, anak akan belajar memperhatikan tubuh mereka, dan mungkin dapat mengenali bahwa rasa gugup di perut berbeda dengan rasa lapar. Begitu anak dapat mengidentifikasi apa yang terjadi pada tubuhnya, mereka bisa merespons dengan cara yang tepat.
6. 'Tarik napas'
Mengucapkan 'tarik napas' dapat mengakhiri rasa terburu-buru yang dirasakan banyak anak selama momen transisi antar aktivitas. Kalimat ini pada gilirannya juga bisa menjadi pengingat Bunda untuk untuk menarik napas sejenak.
"Ini sama artinya memasang masker oksigen pada diri sendiri terlebih dahulu, lalu pada anak," ujar Mogel.
Anak-anak mencerminkan suasana hati orang tuanya. Jadi, jika Bunda bisa berhenti sejenak dan mengambil waktu untuk bernapas, Bunda akan mengajarkan anak cara untuk tenang dan mengelola situasi yang penuh tekanan. Cara ini bisa mengatur ulang suasana hati sepanjang hari, serta memberi Bunda dan anak izin untuk merasa nyaman dengan keadaan saat ini.
7. 'Apakah kamu ingin mengulanginya?'
Ketika anak menolak makan brokoli, berbagi mainan, atau merengek untuk diajak ke taman, maka itu adalah saat yang tepat untuk mengingatkannya dengan lembut tentang bagaimana Bunda mengharapkannya untuk berperilaku baik. Ungkapan ini bisa memberi tahu anak bahwa perilaku mereka tidak dapat diterima tanpa mempermalukannya.
Ungkapan ini membuat anak tidak merasa tertekan dan menempatkannya dalam satu tim dengan Bunda. Ketika anak merasa Bunda adalah sekutu mereka, maka anak akan lebih bersedia bekerja sama.
8. 'Itu ide yang bagus'
Kalimat ini sangat bagus diucapkan ke anak untuk menjalin komunikasi yang baik. Memberikan dukungan penuh untuk ide-ide besar maupun kecil akan membantu anak menyadari bahwa mereka dapat secara efektif memecahkan masalah mereka sendiri.
Baik itu anak berusia dua tahun yang sedang menentukan apa yang ingin mereka kenakan atau anak berusia 8 tahun, yang sedang mempertimbangkan cerita apa yang akan mereka tulis, mengatakan hal ini akan memberi tahu anak bahwa skenario apa pun yang baru saja mereka buat itu layak.
Demikian 8 kalimat sederhana yang bisa membuat komunikasi orang tua dan anak menjadi lebih baik. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Respons Ortu yang Bikin Anak Malas Tanya Masalah Seksual
Parenting
9 Tanda Anak Butuh Perhatian agar Tak Merasa Diabaikan
Parenting
Bunda, Hindari 9 Pernyataan Ini saat Bicara ke Anak Ya
Parenting
Biar Makin Kompak, Intip 5 Ide Seru Orang Tua & Anak Selama Pandemi
Parenting
Tips Penting Meningkatkan Kualitas Interaksi Anak dan Orang Tua
5 Foto
Parenting
Bagikan Foto Lebaran, Deretan Artis Ini Masih Rahasiakan Wajah Anak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Tanpa Disadari, Ucapan Orang Tua Ini Bisa Membuat Anak Menjauh secara Emosional
Sering Bilang "Aku Ingin Anakku Bahagia"? Psikolog Ungkap Dampaknya
Ini Kalimat yang Bisa Diucapkan Orang Tua saat Anak Ketahuan Berbohong