Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

5 Cerita Fantasi Total yang Menarik dan Inspiratif

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 20 Sep 2026 18:10 WIB

Dongeng fantasi
Dongeng fantasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/setory
Daftar Isi

Kata cerita dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dimaknai sebagai tuturan, karangan, atau lakon bagaimana terjadinya suatu hal. Sementara, kata fantasi diartikan sebagai gambar dalam angan-angan, atau daya untuk menciptakan sesuatu.

Di dalam buku Intisari Sastra Indonesia karya Yadi Mulyadi, dkk. dituliskan bahwa cerita fantasi adalah cerita yang bersifat imajinatif dan hal yang dikisahkannya diragukan kebenarannya karena kurang masuk akal.

Sementara, menurut Siti Nurhayati dalam bukunya yang berjudul Cerita Pendek dan Cerita Fantasi, ia menyimpulkan bahwa cerita fantasi adalah karangan hasil daya cipta atau angan-angan (khayalan) seseorang yang berisi tuturan, gambaran, atau lakonan suatu kejadian secara imajinatif dan kreatif yang dapat disampaikan secara lisan, tulisan, ataupun visual kepada orang lain, sehingga orang lain ikut serta berfantasi atau berimajinasi secara positif dan tanpa batas (ruang dan waktu).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dalam artikel kali ini, kita diajak untuk memahami tentang cerita fantasi, khususnya cerita fantasi total, serta contohnya. Simak selengkapnya berikut ini!

Mengenal apa itu cerita fantasi total

Berdasarkan kesesuaian dengan kehidupan nyata, terdapat dua jenis cerita fantasi, yaitu cerita fantasi total (keseluruhan) dan cerita fantasi sebagian (irisan). Cerita fantasi total (keseluruhan) berisi cerita yang keseluruhannya hasil khayalan pengarang terhadap objek tertentu.

Pada cerita fantasi jenis ini, semua yang terdapat pada cerita tidak terjadi atau tidak ada dalam dunia nyata. Misalnya, cerita fantasi novel Harry Potter keseluruhannya merupakan fantasi total pengarang. Jadi, nama orang, nama objek, dan nama tempat, semuanya benar-benar rekaan pengarang.

5 Cerita fantasi total yang menarik dan inspiratif

Simak lima cerita fantasi total yang menarik dan inspiratif yang dipilih dari beberapa buku seperti buku Teks Cerita Fantasi karya Marie Muhammad, buku Pada Suatu Hari oleh Deni Chandra, dkk., dan buku Dongeng Pembangun Literasi Tema Buah, Bunga, Binatang, dan Sayur Oleh 9 Mahasiswa Berkarya.

1. Pertempuran dan Permulaan

Kupu Rama sudah bersiap di gelanggang pertarungan. Ini adalah masalah harga diri. Dia keluarkan semua kekuatan. Belalai Api sudah dibawa. Seluruh panglima dan pasukannya sudah membawa senjata andalan masing-masing.

"Ini masalah harga diri! Kita harus membela sampai titik darah penghabisan. Mati bersimbah darah atau mati berkalang daun demi daun tumpah darah kita! Hidup negeri Tanambunga!" Kupu Rama memompa semangat pasukannya.

Dari kejauhan terdengar dengung pasukan Wonbah, mereka terbang dengan memanggul senjata andalan berupa Durirun Cing. Sebuah senjata dengan kekuatan dahsyat. Untung pasukan Kupu Rama sudah mengenakan tameng klorofil untuk meredam senjata itu.

Ketika dengan Wonbah sudah semakin dekat, Kupu Rama memberikan aba-aba menyerang kepada pasukan merah. Pasukan merah bertarung habis-habisan. Hanya tiga wonbah yang tumbang, sementara Kupu Rama kehilangan 30 pasukannya. Wonbah merasa di atas angin, di sesumbar dengan lantangnya.

"Dasar kutu! kalian tidak akan bisa mengalah Bangsa Wonbah untuk mengusai negeri Tanambunga!"

Pasukan Kupu Rama yang masih tersisa masih bersembunyi. Pasukan hijau bersembunyi di balik daun, pasukan coklat menyatu dengan batang-batang. Wonbah dan pasukannya tidak menyadari hal ini. Wonbah dan pasukannya mendekati intisari Tanambunga hendak
mengambil alih negeri ini.

Ketika Wonbah merasa menang, Kupu Rama memerintahkan semua pasukannya menyerbu bersama-sama. Mendapat serangan mendadak pasukan Wonbah menembakkan duri runcing dengan tergesa-gesa. Tembakannya meleset. Mereka kehabisan peluru.

Pasukan Kupu Rama berhasil memukul mundur Wonbah. Sambil babak belur dan kehabisan amunisi, Wonbah berkata, "hari ini kami kalah. Tapi tunggu saatnya kami balas dan habisi kalian semua!"

Kupu Rama dan pasukannya tidak memedulikan ancaman Wonbah. Kupu Rama dan pasukannya bersorak sorai gembira bisa menjaga Daun Tumpah Darah mereka, Negeri Tanambunga!

Dari cerita ini kita bisa mengambil pesan, kita harus berani mempertahankan sesuatu yang berharga dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

2. Si Pelayan Ajaib

Pada suatu hari yang cerah di desa kecil, hiduplah seorang anak bernama Andi. Andi adalah seorang anak yang rajin dan baik hati. Ia selalu membantu orang-orang di sekitarnya dan sangat disukai oleh semua orang. Salah satu kegiatan favorit Andi adalah membaca buku dongeng. Suatu hari, Andi menemukan sebuah buku ajaib di perpustakaan desa. Buku itu berjudul Si Pelayan Ajaib.

Andi sangat penasaran dan mulai membaca cerita di dalamnya. Ia terkejut ketika mengetahui bahwa buku itu bisa membawanya ke dunia dongeng itu sendiri. Andi membaca bahwa jika dia membuka buku itu di malam hari dengan se penuh hati, dia akan diangkut ke dunia dongeng. Andi sangat bersemangat dengan kemungkinan itu dan menantikan petualangan yang menunggunya.

Malam itu, ketika jam menunjukkan pukul sembilan malam, Andi membuka buku itu dengan hati-hati. Tiba-tiba, ia merasa tubuhnya terangkat dan terbawa ke dalam buku. Ketika Andi membuka mata, ia berada di tengah-tengah sebuah kastil yang megah. Andi terkejut melihat sekelilingnya. Ia melihat pelayan-pelayan yang sibuk di sekitar kastel. Mereka terlihat lelah dan sedih. Andi ingin membantu mereka dan bertanya apa yang terjadi. Pelayan-pelayan itu menjelaskan bahwa sang putri, Putri Sofia, terkena kutukan dan terperangkap di dalam kastel.

Mereka berkata bahwa hanya pelayan ajaib yang bisa memecahkan kutukan itu dan membebaskan Putri Sofia. Andi dengan cepat menawarkan diri untuk menjadi pelayan ajaib dan menyelamatkan Putri Sofia. Ia meminta petunjuk kepada para pelayan tentang cara menghentikan kutukan dan memulai petualangannya.

Pertama, Andi harus menemukan tiga benda ajaib yang tersebar di sekitar kastel. Pelayan-pelayan memberikan petunjuk tentang lokasi benda-benda tersebut. Andi sangat bersemangat dan mulai mencari benda-benda itu. Dia menemukan benda pertama, yaitu sebuah cincin berkilauan di taman belakang kastel. Ketika ia mengenakan cincin itu, ia merasakan energi ajaib yang memenuhi tubuhnya.

Andi melanjutkan pencariannya dan menemukan benda kedua, yaitu sebuah tongkat ajaib di perpustakaan kastel. Ketika Andi memegang tongkat itu, ia merasakan kekuatan yang luar biasa. Andi mencari benda terakhir, yaitu sebuah cermin ajaib. Setelah mencari dengan susah payah, ia menemukan cermin itu di ruang bawah tanah kastel. Ketika Andi memandang ke dalam cermin, ia melihat refleksi dirinya berubah menjadi pelayan.

Andi merasa semakin yakin bahwa ia adalah pelayan ajaib yang ditakdirkan untuk menyelamatkan Putri Sofia. Dengan cincin, tongkat, dan cermin ajaib yang dimilikinya, ia kembali ke ruang utama kastel. Andi menemui para pelayan dan memperlihatkan benda-benda ajaib yang telah ia temukan. Pelayan-pelayan itu terkejut dan segera membawa Andi ke ruangan di mana Putri Sofia terperangkap. 

Andi memasuki ruangan itu dengan hati-hati dan melihat Putri Sofia yang terbaring di atas tempat tidur. Wajahnya pucat dan ia terlihat sangat lemah. Andi mendekatinya dan dengan lembut meletakkan tangan di atas dahi Putri Sofia. Menggunakan kekuatan ajaib dari cincin dan tongkat, Andi mengucapkan mantra penyembuhan yang ia pelajari dari buku dongeng.

Cahaya ajaib memancar dari tangannya dan perlahan-lahan Putri Sofia mulai pulih. Matanya terbuka dan dia tersenyum kepada Andi. Putri Sofia sangat berterima kasih kepada Andi yang telah membebaskannya dari kutukan. Ia menjelaskan bahwa kutukan itu diberikan oleh penyihir jahat yang ingin merebut takhtanya.

Dalam hatinya, Putri Sofia merasa bersyukur telah menemukan seorang pelayan ajaib secerdas dan baik hati seperti Andi. Putri Sofia dan Andi berbicara lama tentang petualangan Andi, dan bagaimana ia bisa menemukan buku ajaib tersebut.

Putri Sofia sangat terkesan dengan keberanian dan kemampuan Andi. Ia ingin memberikan hadiah istimewa sebagai tanda terima kasih. Putri Sofia membawa Andi ke ruang harta karun kastel. Di sana, ada berbagai permata dan harta yang berkilauan. Putri Sofia memberikan sepasang anting-anting berlian kepada Andi sebagai hadiah.

"Anting-anting ini memiliki kekuatan magis yang akan selalu menjagamu dan membawamu kebaikan," kata Putri Sofia dengan hangat. Andi sangat senang dengan hadiah tersebut dan bersyukur atas pengalaman ajaib yang telah ia alami.

Setelah itu, Andi dan Putri Sofia menjadi sahabat baik dan Andi sering mengunjungi kastel untuk menghabiskan waktu bersama Putri Sofia. Dengan kekuatan dan kebaikan hati, Andi menjadi pahlawan di desanya.

Dia menginspirasi banyak orang dengan cerita petualangannya dan memberikan harapan kepada mereka bahwa kebaikan dan keberanian selalu membuahkan hasil. Akhirnya, Andi belajar bahwa kekuatan sejati ada dalam dirinya sendiri dan ia selalu siap untuk menghadapi petualangan berikutnya.

Hari demi hari berlalu, dan Andi tetap menjalani kehidupan yang baik di desanya. Ia terus membantu orang-orang di sekitarnya dan memberikan inspirasi kepada anak-anak lain untuk selalu berani dan menggapai impian mereka.

Satu tahun kemudian, sebuah festival besar diadakan di desa Andi. Festival itu diadakan untuk merayakan kemenangan Andi dalam menyelamatkan Putri Sofia dan menghentikan kekuasaan penyihir jahat. Seluruh desa bergembira, dan Andi menjadi pusat perhatian. 

Di tengah festival, Andi mendengar suara yang akrab. Ia berbalik dan melihat bahwa suara itu berasal dari buku dongeng ajaib yang telah membawanya ke petualangan yang menakjubkan. Buku itu membuka halaman-halamannya sendiri, menunjukkan pesan terakhir yang ditulis di dalamnya.

"Pahlawan sejati tidak pernah berhenti berpetualang. Lanjutkan menjalani kehidupanmu dengan keberanian, kebaikan, dan rasa ingin tahu. Dunia penuh dengan misteri dan petualangan yang menunggu untuk dijelajahi. Jadi, Andi, jadilah pelayan ajaib dalam kehidupanmu sehari-hari dan berikan keajaiban kepada orang-orang di sekitarmu." 

Andi tersenyum dan merasa terinspirasi oleh pesan tersebut. Ia menyadari bahwa kehidupan sehari-hari adalah petualangan yang tak kalah menarik dengan dunia dongeng. Ia berjanji untuk terus menjadi pelayan ajaib dengan kebaikan, kecerdasan, dan keberanian yang dimilikinya.

Festival berlanjut dengan riang gembira. Andi berdansa dan tertawa bersama teman-teman dan keluarganya. Ia merasa beruntung memiliki kesempatan untuk menjalani petualangan ajaib di dunia dongeng, tetapi yang lebih penting adalah bahwa ia menemukan keajaiban di dalam dirinya sendiri.

Dan sejak saat itu, Andi hidup bahagia dan terus menciptakan keajaiban dalam hidupnya dan hidup orang-orang di sekitarnya. Ia mengerti bahwa kebaikan, kecerdasan, dan keberanian adalah kekuatan yang mampu mengubah dunia, dan ia berjanji untuk menjaga semangat pelayan ajaib selamanya.

3. Teman-teman Saku Ella

Dahulu kala, ada seorang gadis kecil bernama Ella yang gemar menjelajah dan mengumpulkan berbagai benda. Ia memiliki saku khusus yang dijahit pada gaunnya sebagai tempat menyimpan semua 'harta karun' yang ia temukan. Ella selalu mencari benda-benda baru untuk dimasukkan ke dalam sakunya. Ia senang sekali karena saku itu membuatnya merasa seolah-olah membawa dunia rahasia ke mana pun ia pergi.

Suatu hari, Ella berjalan-jalan menikmati alam di hutan dekat rumahnya. Saat sedang mencari harta karun baru untuk sakunya, ia menemukan sebuah batu kerikil yang indah. Permukaan batu itu halus dan memiliki pola unik yang menarik perhatian Ella. Ia sangat gembira dengan penemuannya, ia memungut batu itu dan memasukkannya ke dalam saku.

Sambil melanjutkan perjalanannya, ia merasa sakunya menjadi semakin berat. Ia bertanya-tanya apa gerangan yang membuatnya begitu berat. Ella merogoh sakunya untuk melihat isinya, namun ia tidak menemukan batu tadi! Sebaliknya, ia justru merasakan sesuatu yang lembut dan berbulu. Ia menarik benda itu keluar dari saku dan mendapati seekor tikus kecil sedang menatapnya.

Ella sangat terkejut! Belum pernah sebelumnya ada tikus di dalam sakunya. Ia bertanya kepada tikus itu apa yang sedang dilakukannya di sana, namun tikus itu hanya mengangkat bahu kecilnya lalu berlari pergi. Ella penasaran bagaimana tikus itu bisa masuk ke sana.

Ella melanjutkan perjalanannya, namun tak lama kemudian ia mendengar suara aneh dari arah sakunya. Ia kembali merogoh saku dan mengeluarkan sebuah terompet mainan! Ia tidak tahu dari mana asalnya atau bagaimana benda itu bisa ada di sana, tetapi ia memutuskan untuk memainkannya saja. Saat sedang meniup terompet, ia mendengar suara lain dari sakunya.

Kali ini, terdengar suara kicauan burung kecil! Ella sungguh tak percaya. Ia memiliki seekor tikus, sebuah terompet, dan kini seekor burung di dalam sakunya.

Ia bertanya-tanya bagaimana semua itu bisa masuk ke sana dan memutuskan untuk mencari tahu. Ia melihat ke sekeliling hutan namun tidak menemukan hewan apa pun yang mungkin telah memasukkan benda-benda itu ke dalam sakunya. Ella memutuskan untuk membawa pulang semua teman-teman barunya itu. Ia meletakkan tikus, terompet, dan burung tersebut dengan hati-hati di sudut khusus kamarnya dan memberi nama pada masing-masing dari mereka.

Si tikus diberi nama Mousy, terompet itu diberi nama Honk, dan burung itu diberi nama Tweety. Mereka senang tinggal bersama Ella di kamar tidurnya. Mousy, Honk, dan Tweety menjadi sahabat terbaik Ella di dunia, dan mereka sering melakukan petualangan seru yang bermula dari saku Ella. Salah satu permainan favorit mereka adalah menebak benda apa yang akan dikeluarkan Ella dari sakunya selanjutnya.

Petualangan lain yang disukai Ella dan teman-teman sakunya adalah piknik bersama. Sungguh menyenangkan bisa makan di bawah sinar matahari dan udara terbuka. Ella akan merogoh sakunya, dan mereka harus menciptakan permainan berdasarkan benda apa pun yang keluar.

Suatu hari, saat sedang piknik, Ella mengeluarkan sebuah piano besar. Teman-teman sakunya pun sangat gembira. Mousy bernyanyi, Honk memainkan musik, dan Tweety ternyata memiliki bakat musik alami. Ia bahkan bisa memainkan lagu-lagu jazz klasik hanya dengan mengandalkan ingatannya. Saat mereka sedang bermusik, Ella menyadari bahwa sakunya sedang menari-nari.

"Lihat!" serunya kepada teman-teman sakunya. "Aku punya kejutan baru dari saku ini!" Ia merogoh saku dan mengeluarkan seekor ulat kecil. Ulat itu begitu mungil dan bergaya asyik hingga Ella tak tahan untuk mengajaknya bergabung dalam permainan mereka. "Aku mau sekali," ujarnya.

Meski begitu, ia sempat terkejut mendapati dirinya berada di dalam saku seorang gadis, padahal sebelumnya ia baru saja hendak melahap selembar daun selada di kebun organik setempat. Ia sangat suka menari; mereka pun memberinya nama Fred.

Setelah piknik usai, Ella dan teman-teman sakunya memutuskan untuk bermain petak umpet. Honk bersembunyi di bawah daun, Mousy bersembunyi di balik batu, Tweety terbang ke atas pohon, dan Fred merayap masuk ke dalam lengan baju Ella. Ella tertawa saat berusaha menemukan semua temannya, namun Fred adalah yang paling sulit ditemukan.

Akhirnya, Fred ketahuan sendiri saat ia mencoba menggigit siku Ella. Ia mengira siku Ella seperti sayuran, Saat tiba waktunya untuk pulang, Ella mengajak Fred untuk ikut bersamanya dan bergabung dengan teman-teman sakunya yang lain. Namun, Fred merasa ragu.

"Aku jadi rindu rumahku," ujarnya. "Di mana rumahmu?" tanya Ella dan teman-teman saku lainnya. Namun, Fred tidak bisa mengatakannya. Mereka mencoba mengeluarkan beberapa kejutan dari saku, siapa tahu bisa membantu. Mungkin peta, kartu pos, atau petunjuk, tetapi mereka malah mengeluarkan selembar daun selada yang besar.

"Oh! Kamu punya selada di sakumu!" kata Fred. "Tahu tidak?" "Apa?" tanya semua teman saku sambil mencondongkan tubuh ke depan. "Aku tidak keberatan pindah ke sini!" Mereka pun tertawa. Dan sejak hari itu, Fred hidup sangat bahagia di dalam saku Ella... bersama batu kerikil ajaib itu dan banyak sekali daun selada.

Dari kisah ini kita bisa memetik pesan bahwa jangan lupa untuk sayangi teman-teman yang hadir dalam hidup kita, karena persahabatan yang tulus bisa datang dari hal yang tidak pernah kita duga.

4. Arya dan Ibu Peri

Di sebuah desa hiduplah seorang anak yang bernama Arya Wirarya biasa disebut Arya. Dia hidup di sebuah rumah yang sudah tidak
layak tinggal. Dia hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu, ataupun saudaranya. Dia selalu merasa kesepian, karena jarang teman yang ingin bersamanya.

Suatu ketika dia melihat anak-anak di sekitar rumahnya sedang bermain bola. Arya memberanikan diri untuk mendekat dan menawarkan diri apakah bisa Arya ikut bermain.

"Bolehkah saya ikut bermain bola bersama kalian?" tanya Arya.

"Lihatlah anak miskin itu, dia ingin bermain bersama kita." seru Reno.

"Iya, pergilah dari sini anak miskin kami tidak ingin bermain dengan kamu!" timpal Banu.

Arya pun bergegas pergi dan meninggalkan teman-temannya. Arya pun sangat merasa sedih karena tidak ada yang ingin berteman de-
ngannya. Karena merasa sedih dan ingat akan ayah dan ibunya, Arya pun pergi ke danau yang tak jauh dari lapangan bola teman Reno dan teman-teman lainnya bermain bola.

Sesampainya di sana dia menghampiri danau yang sangat jernih airnya. Dia meluapkan segala kekesalannya dan kesedihannya.

Arya: (sambil berkaca di air danau) "Apakah aku sehina itu, sehingga teman-temanku tidak ingin berteman denganku. Seandainya ibu dan ayah masih ada mungkin aku tidak akan seperti ini. Teman-teman pasti ingin bermain denganku, dan aku akan memiliki teman tidak kesepian."

Tak lama ada seekor ikan mas menghampiri Arya. Lalu arya mengambil ikan mas itu, dan tiba-tiba ada keajaiban yang membuat
ikan itu tiba-tiba berbicara.

"Hai. Aku ikan mas ajaib. Aku mendengar keluh kesahmu dan bagaimana keadaan hidupmu," kata ikan mas.

"Mengapa kamu bisa berbicara ikan mas?" tanya Arya keheranan.

"Aku adalah ibu peri baik yang dikutuk oleh peri jahat." ungkap ikan mas.

"Kamu tidak perlu takut kepadaku, aku tidak akan menyakitimu."

"Baiklah. Apakah kamu ingin menjadi temanku?" tanya Arya.

"Tentu saja anak baik. Aku akan ikut pulang denganmu. Letakkan aku di akuarium atau di ember berisi air. Aku akan berubah ke wujud asliku setiap lima jam sekali. Aku bisa membuatkanmu makanan dan mengurusmu." kata ikan mas.

"Terima kasih, Ibu Peri. Mari kita pulang!" seru Arya.

Sesampainya di rumah, ikan mas berubah menjadi ibu peri yang sangat cantik dan dia pun memasak makanan enak untuk Arya.

"Makanlah masakanku, kamu harus bertumbuh menjadi anak yang sehat." kata ikan mas yang kini menjadi ibu peri.

"Terima kasih ibu peri yang baik dan cantik. Teman-temanku pasti iri melihat aku punya teman sebaikmu," ungkap Arya.

"Mulai saat ini aku adalah ibumu, yang akan merawatmu sepenuh hati, karena kamu adalah anak yang berhati baik," tutur ibu peri.

"Aku sangat senang mendengarnya. Yeee aku punya ibu," ucap Arya.

Keesokan harinya Arya didaftarkan sekolah oleh ibunya yaitu ibu peri. Dan teman-temannya pun kebingungan mengapa Arya bisa sekolah dan memakai pakaian bagus. Arya pun menceritakan semuanya pada teman-temannya. Dan mereka pun meminta maaf kepada Arya.

Akhirnya Arya hidup dengan ibu peri yang dikutuk menjadi ikan mas. Dan ikan mas pun berubah menjadi ibu peri yang cantik, karena sudah melakukan kebaikan yang tulus. Arya pun hidup dengan baik dan bisa bersekolah seperti anak-anak yang lainnya. Dia pun memiliki teman-teman dan tidak dijauhi lagi.

Dari kisah ini, kita tidak boleh menilai atau merendahkan seseorang berdasarkan keadaan ekonomi dan penampilannya. Setiap orang memiliki kelebihan dan hati yang berharga. Selain itu, kisah ini juga mengajarkan pentingnya berbuat baik dengan tulus, saling menyayangi, dan tidak membeda-bedakan teman.

5. Durian dan Apel

Durian sangat gembira, ia memiliki banyak teman di sekelilingnya. Kehidupannya sangat menyenangkan, karena semuanya terasa sempurna. Durian memiliki teman dekat yaitu buah Apel. Ke mana-mana mereka selalu bersama dan tak terpisahkan.

Sampai akhirnya sebuah masalah pun terjadi. Apel sedang berulang tahun hari itu, kemudian durian pun pergi ke acara pesta ulang tahun apel. Dan hari itu durian sangat merasa bersalah kepada apel, karena ia tak sengaja menyakiti apel.

"Selamat ulang tahun Apel, ini kado ulang tahun untukmu," ujar durian.

"Terima kasih Durian, kau memang sahabat terbaikku," Kata Apel yang ingin memeluk Durian.

"Aduhhh ..! durian, aku terkena durimu yang tajam itu, aduh sakit sekali kulitku," rintih apel.

"Ya ampun, maaf ya Apel. Aku tidak sengaja, tolong maafkan aku," mohon durian kepada apel.

"Tidak apa-apa Durian, aku memaafkanmu. Lagipula kita kan sahabat hi hi hi," ujar apel tertawa kecil.

"Terima kasih Apel, kau sangat baik,' ujar durian.

Mereka memang selalu bersama, jika salah satu dari mereka ada yang berbuat salah, mereka langsung meminta maaf. Karena kata maaf itu bisa mengubah segala hal buruk menjadi indah. Ketika kita meminta maaf kepada seseorang, di situlah letak ketulusan.

Kehidupan mereka pun sangat sederhana, tapi mereka sangat senang menjalani hari-hari dengan ceria. Tidak hanya berdua saja, ada juga teman-teman yang lain seperti jeruk,  anggur, dan rambutan.

Maka dari itu, pentingnya kita meminta maaf kepada sesama, agar hidup kita rukun, damai, dan tenteram.

Demikian lima dongeng fantasi yang menarik dan penuh pesan moral, bagus untuk diceritakan ke anak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda