Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ternyata Anak yang Lahir di Akhir Tahun Lebih Rentan Didiagnosis ADHD, Ini Kata Studi Harvard

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 12 Sep 2026 07:00 WIB

Anak sekolah
Ternyata Anak yang Lahir di Akhir Tahun Lebih Rentan Didiagnosis ADHD, Ini Kata Studi Harvard/ Foto: iStock
Jakarta -

Kelahiran seorang anak menjadi momen yang penuh kebahagiaan bagi orang tua. Menariknya, waktu kelahiran anak ternyata juga dapat berkaitan dengan sejumlah aspek dalam tumbuh kembang, termasuk kemungkinan mengalami gangguan tertentu, Bunda.

Menurut sebuah studi tahun 2018, yang dipimpin oleh para peneliti dari Harvard Medical School, anak yang lahir di akhir tahun lebih rentan didiagnosis ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.

Studi yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine ini menunjukkan bahwa 30 persen anak-anak yang lahir pada bulan Agustus di negara bagian AS lebih mungkin menerima diagnosis ADHD, dibandingkan dengan teman sebaya mereka yang sedikit lebih tua yang terdaftar di kelas yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Studi ini menggunakan data dari tahun 2007 hingga 2015 dari basis data asuransi besar untuk membandingkan tingkat diagnosis ADHD, di antara anak-anak yang lahir pada bulan Agustus dengan anak-anak yang lahir pada bulan September di negara bagian, yang memiliki dan tidak memiliki persyaratan bahwa anak-anak harus berusia lima tahun pada tanggal 1 September untuk daftar di taman kanak-kanak (TK)

Tingkat diagnosis ADHD di kalangan anak-anak sendiri telah meningkat secara dramatis selama 20 tahun terakhir. Pada tahun 2016, lebih dari 5 persen anak-anak di AS secara aktif menjalani pengobatan dengan obat-obatan untuk ADHD. Para ahli percaya bahwa peningkatan ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, termasuk kesadaran banyak orang terhadap gangguan tersebut, peningkatan nyata dalam kejadian kondisi tersebut, dan diagnosis yang tidak tepat.

Nah, hasil studi ini menggarisbawahi anggapan bahwa setidaknya pada sebagian kecil siswa sekolah dasar (SD), diagnosis ADHD mungkin menjadi faktor yang menyebabkan pendaftaran sekolah lebih awal, Bunda.

"Temuan kami menunjukkan, sejumlah besar anak didiagnosis dan diobati secara berlebihan untuk ADHD karena mereka relatif belum dewasa dibandingkan dengan teman sekelas mereka yang lebih tua di tahun-tahun awal sekolah dasar," kata penulis utama studi, Timothy Layton, dilansir laman Harvard Medical School.

Sebagian besar negara bagian AS memiliki batasan tanggal lahir yang menentukan kelas mana seorang anak akan ditempatkan dan kapan mereka dapat mulai bersekolah. Di negara bagian dengan batasan 1 September, seorang anak yang lahir pada tanggal 31 Agustus akan hampir satu tahun lebih muda pada hari pertama sekolah bila dibandingkan teman sekelasnya yang lahir pada tanggal 1 September.

Pada usia ini, Layton mencatat, anak yang lebih muda mungkin akan kesulitan untuk duduk diam dan berkonsentrasi dalam waktu lama di kelas. Kegelisahan yang berlebihan itu dapat menyebabkan rujukan medis, yang kemudian diikuti dengan diagnosis dan pengobatan untuk ADHD.

Sebagai contoh, apa yang mungkin menjadi perilaku normal pada anak berusia 6 tahun dapat tampak relatif tidak normal bila dibandingkan dengan perilaku teman sebaya yang lebih tua di kelas yang sama. Dinamika tersebut mungkin terjadi di kalangan anak-anak yang lebih muda, mengingat perbedaan usia 11 atau 12 bulan dapat menyebabkan perbedaan perilaku yang signifikan.

"Seiring bertambahnya usia anak, perbedaan kecil dalam usia akan merata dan menghilang seiring waktu, tetapi dari segi perilaku, perbedaan antara anak berusia 6 tahun dan 7 tahun bisa sangat mencolok," kata penulis senior studi, Anupam Jena.

"Perilaku normal mungkin tampak anomali dibandingkan dengan kelompok teman sebaya anak tersebut," sambungnya.

Dalam ulasan sebelumnya di National Bureau of Economic Research tahun 2017, anak-anak yang lahir tepat setelah tanggal batas untuk memulai sekolah cenderung memiliki prestasi pendidikan jangka panjang yang lebih baik daripada teman sebaya mereka yang relatif lebih muda yang lahir di akhir tahun.

"Dalam semua skenario tersebut, waktu dan usia tampaknya menjadi faktor yang sangat memengaruhi hasil," ujar Jena.

Jena menegaskan, alasan meningkatnya kejadian ADHD itu kompleks dan multifaktorial. Tanggal batas lahir anak kemungkinan hanyalah salah satu dari banyak variabel yang mendorong terjadinya ini, Bunda.

"Diagnosis kondisi ini tidak hanya terkait dengan gejala, tetapi juga terkait dengan konteksnya. Usia relatif anak-anak di kelas, hukum dan peraturan, serta keadaan lain semuanya saling berkaitan," ujar Jena.

"Usia anak dibandingkan dengan teman-temannya di kelas yang sama harus dipertimbangkan dan menjadi alasan rujukan yang harus diteliti dengan cermat."

Demikian hasil studi yang mengungkap waktu kelahiran dan faktor terjadinya ADHD pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda