Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ciri Anak yang Kurang Bersyukur dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 11 Sep 2026 09:20 WIB

Ilustrasi Ibu dan Anak Marah
Ciri Anak yang Kurang Bersyukur dari Kalimat yang Sering Diucapkan/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Stella_E
Daftar Isi
Jakarta -

Rasa syukur perlu dikenalkan kepada anak sejak dini, Bunda. Namun, tanpa disadari, ada beberapa kalimat yang bisa menunjukkan bahwa anak masih kesulitan menghargai apa yang dimiliki.

Ya, anak yang kurang bersyukur tidak selalu terlihat dari perilakunya. Terkadang, hal ini justru dapat dikenali dari kalimat-kalimat sederhana yang sering ia ucapkan dalam keseharian.

Ketika anak-anak kurang bersyukur atas hal-hal yang mereka miliki, mereka dapat mengatakan hal-hal yang memalukan di depan umum, sehingga menyebabkan orang tua merasa khawatir. Anak-anak mungkin merasa frustrasi, tetapi belajar mengekspresikan emosi tersebut dengan cara yang sehat akan sangat berguna ketika mereka dewasa nanti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kalimat yang diucapkan anak yang kurang bersyukur

Melansir dari laman Your Tango, berikut ciri anak yang kurang bersyukur dari kalimat yang sering diucapkan:

1. "Ini tidak adil"

Ketika anak mengamuk karena keinginannya tidak terpenuhi, mereka mungkin akan mengatakan "ini tidak adil" di tempat umum. Bagi mereka, rasanya menyebalkan ketika hidup tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Saat hal itu terjadi, penting bagi orang tua untuk mengajari anak cara mengatasi situasi ketika keinginan mereka tidak terpenuhi. Bunda dapat memberi anak ruang dan menjelaskan secara perlahan situasi yang sebenarnya ke anak.

2. "Hanya itu?"

Ketika seorang anak berkata "Hanya itu?", mereka tidak menunjukkan rasa terima kasih. Alih-alih merasa senang dengan apa yang diberikan, mereka menuntut lebih banyak. Psikolog anak Lauren Silvers mengatakan ini bisa menjadi tanda pola pengasuhan yang terlalu memanjakan.

"Ada banyak dampak negatif yang terkait dengan sikap terlalu memanjakan, mulai dari ketergantungan berlebihan pada orang lain hingga ketidakmampuan untuk mempelajari pelajaran hidup yang penting," ujarnya.

Namun dengan menghentikan perilaku ini dan belajar mengatakan 'tidak', orang tua dapat memengaruhi anak-anak secara positif di masa depan. Orang tua dapat mengajarkan pentingnya rasa syukur dengan cara yang lembut.

3. 'Aku menginginkan sesuatu yang lain'

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga dapat mengalami kekecewaan. Tetapi ada waktu dan tempat untuk segalanya. Meskipun tidak apa-apa untuk mengungkapkan preferensi secara pribadi, menyatakannya di depan umum untuk didengar semua orang adalah hal yang memalukan.

Orang tua harus mengajari anak-anak mereka bagaimana berperilaku di tempat umum, termasuk ketika menginginkan sesuatu. Meskipun penting untuk memenuhi kebutuhan anak, Bunda harus paham betapa pentingnya juga untuk menghormati lingkungan sekitar.

4. 'Aku menginginkannya sekarang'

Beberapa anak memang secara alami tidak sabaran. Tidak peduli seberapa banyak orang tua menekankan pentingnya menunggu, mereka tetap akan frustrasi ketika tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, terutama pada saat mereka sangat menginginkannya.

Ketika anak-anak menggunakan ungkapan yang memalukan ini, itu dapat dianggap sangat tidak sopan. Jika Bunda tidak segera menghentikannya, maka hal itu dapat mengajarkan mereka bahwa bertindak seperti itu tidak apa-apa.

5. 'Aku tidak menyukainya'

Bunda, kita sering mengajarkan anak untuk mengungkapkan perasaan mereka. Tapi, ada waktu dan tempat untuk segalanya. Jangan biarkan anak menggunakan kalimat 'Aku tidak menyukainya' bila itu sudah melewati ambang kesopanan.

Misalnya, jika seseorang bersusah payah memasak atau memberi anak hadiah, menanggapi dengan kalimat 'Aku tidak suka' bukanlah hal yang tepat. Itu bukan hanya tidak tahu berterima kasih, tetapi juga tanda perilaku yang buruk.

6. 'Berikan aku satu juga'

Kecemburuan yang dirasakan anak adalah emosi yang normal. Namun, meskipun kecemburuan itu sendiri tidak berbahaya, bagaimana orang tua meresponsnya dapat menunjukkan tipe kepribadian. Jadi, ketika seorang anak meminta 'berikan satu juga untukku' di tempat umum, itu bisa jadi perilaku anak yang tidak bersyukur.

Jika orang tua tidak memiliki uang untuk membeli sesuatu tetapi anak mereka tetap menuntutnya, menavigasi percakapan itu bisa menjadi sulit. Jadi, penting untuk mengajari anak-anak agar tidak pernah bersikeras tentang hal-hal seperti ini.

7. 'Itu tugasmu'

Ketika seorang anak tidak bersyukur atas semua yang mereka miliki, bahkan jika itu hanya kebutuhan pokok, mereka mungkin mengatakan "itu tugasmu" untuk merendahkan orang tua mereka sendiri. Hal itu bisa terjadi karena anak-anak memang belum mengembangkan untuk mengatasi frustrasi ketika dihadapkan pada suatu masalah.

Menurut ulasan di laman Child Mind Institute, ketika anak-anak sering mengalami ledakan emosi, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka belum mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatasi perasaan seperti frustrasi, kecemasan, dan kemarahan. Tentu saja membutuhkan waktu untuk mengubahnya, tetapi orang tua harus mengajari anak-anak mereka sejak usia dini untuk menghormati semua orang.

Demikian ciri anak yang kurang bersyukur dari kalimat yang diucapkan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda