parenting
Anak Bilang 'Aku Benci Bunda'? Ini Cara Tepat Orang Tua Meresponsnya
HaiBunda
Kamis, 10 Sep 2026 09:20 WIB
Daftar Isi
Bunda pernah mendengar anak bilang 'Aku benci kamu?'. Mendengar kalimat itu keluar dari mulut anak bisa terasa sangat mengecewakan dan menyedihkan.
Jika itu pernah terjadi, Bunda jangan berkecil hati ya. Meskipun anak mengatakannya, bukan berarti mereka benar-benar membenci orang tuanya.
Sebaliknya, itu sering kali menandakan bahwa mereka marah, sedih, malu, bingung, atau kesal dengan suatu hal. Mereka hanya tidak tahu bagaimana cara lain untuk mengungkapkan perasaan-perasaan besar itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat sulit mendengar anak menggunakan kata-kata tersebut. Hal terpenting yang perlu diingat adalah, mereka tidak bermaksud seperti itu," kata pakar Lindsey Polishook Sherer, LCSW-C, LICSW, dilansir Parents.
Menurut spesialis perkembangan anak, Siggie Cohen, PhD, ada banyak alasan mengapa seorang anak mungkin mengatakan 'Aku benci kamu' kepada orang tuanya. Namun, benang merahnya adalah anak sedang mengkomunikasikan bahwa mereka merasakan emosi yang kuat dan membutuhkan bantuan untuk belajar bagaimana memprosesnya secara efektif.
"Kalimat 'Aku benci kamu' telah menjadi salah satu cara paling jelas yang digunakan anak-anak untuk memproyeksikan emosi yang kuat, reaktif, dan menyakitkan seperti kemarahan, frustrasi, dan kekecewaan, yang secara lahiriah ditujukan untuk 'menyakiti' orang tua agar mereka merasakan 'rasa sakit' yang sama seperti yang dirasakan di dalam hati anak-anak tersebut," ungkap Cohen.
Sebenarnya, yang menjadi masalah adalah komunikasi dan pengaturan emosi. Anak hanya perlu belajar cara yang lebih produktif dan bijaksana untuk berbagi perasaan mereka, memberi diri mereka waktu istirahat, menghormati batasan, memenuhi kebutuhan, mempertimbangkan perasaan orang tua, dan memikirkan apa yang mereka katakan sebelum mengatakannya.
Cara orang tua merespons
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk merespons anak saat bilang 'Aku benci Bunda'. Berikut cara-caranya, seperti melansir dari beberapa sumber:
1. Hindari reaksi berlebihan
Jika anak-anak mendapat reaksi besar karena mengatakan 'Aku benci kamu', mereka mungkin cenderung terus mengatakannya, hanya untuk menarik perhatian. Bereaksi berlebihan atau menghukum anak karena mengatakannya dapat menjadi bumerang, dan mendorong mereka untuk mengatakannya lebih sering.
2. Tarik napas sebelum menjawab
Perhatikan apa yang muncul dalam pikiran Bunda saat anak mengatakan hal tersebut ya. Jika memungkinkan, luangkan waktu sejenak untuk mengatur emosi sendiri agar kita dapat menjadi teladan dalam pengaturan emosi bagi anak kita.
3. Akui dan validasi emosi tersebut
Sebelum bicara serius ke anak, sebutkan apa yang Bunda lihat. Misalnya, "Saya bisa melihat kamu sangat marah sekarang. Itu masuk akal. Kamu benar-benar ingin terus bermain, dan sulit ketika kita harus berhenti".
Dilansir laman Phys, itu bukan tentang menyetujui luapan emosi tersebut. Ini tentang memberi tahu anak bahwa perasaannya telah dipahami dan bahwa kemarahan itu sendiri tidak apa-apa. Mengajari anak-anak bahwa semua emosi itu wajar sejak dini akan mempersiapkan mereka untuk memiliki keterampilan pengaturan emosi yang kuat di kemudian hari.
4. Hindari mempermalukan atau mengabaikan anak
Bunda juga perlu menghindari melakukan sesuatu yang bisa mempermalukan, mengabaikan, atau membalas dengan mengatakan 'Aku benci kamu' ke anak. Godaan itu mungkin sulit ditolak saat emosi sedang memuncak, tetapi cara-cara ini tidak akan menyelesaikan masalah.
Minta maaflah jika memang pantas. Jika Bunda melakukan kesalahan dan mengatakan sesuatu yang disesali sebagai respons terhadap kata-kata menyakitkan, itu bukanlah suatu yang besar. Dengan melakukan itu, kita memberikan contoh kepada anak tentang bagaimana bertanggung jawab dan memperbaiki kesalahan.
5. Beri mereka ruang, tetapi tetap dekat
Jika Si Kecil kesulitan menenangkan diri, bimbing mereka untuk beristirahat. Memberi mereka ruang atau keheningan dapat membantu memproses apa yang mereka alami dan mencari tahu apa yang mereka butuhkan.
"Memberikan ruang ini kepada anak, memberi kita kesempatan untuk membangun dan memperkuat hubungan dengan mereka," ungkap Sherer.
6. Ungkapkan kasih sayang
Bunda juga perlu memastikan untuk memberi tahu anak tentang perasaan sayang. Sampaikan bahwa Bunda menyayangi mereka, terlepas dari apa yang mereka katakan.
"Katakan, 'Aku sayang kamu, aku ada di sini untukmu'," kata profesor perkembangan manusia dan ilmu keluarga di East Carolina University, Andy Brimhall, PhD, LMFT.
7. Sebutkan batasannya dengan sopan
Setelah suasana lebih tenang, ingatkan anak dengan lembut bahwa meskipun semua emosi itu wajar, mengatakan kepada seseorang bahwa dia membenci mereka dapat menyakiti perasaan. Misalnya, Bunda bisa bilang, "Tidak apa-apa merasa marah, tetapi tidak boleh mengatakan aku membencimu ya."
8. Membantu membangun literasi emosional anak
Mengajari anak-anak untuk mengenali dan menyebutkan semua emosi mereka dapat membantu memberi mereka kata-kata untuk mengatakan "Saya marah" di lain waktu. Mengintegrasikan hal ini ke dalam permainan dan melalui buku juga dapat bermanfaat.
Demikian hal yang dapat Bunda lakukan ketika anak mengatakan, 'Aku benci Bunda'. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Psikolog Ungkap 3 Kalimat yang Harus Diucapkan Orang Tua saat Anak Marah & Kecewa
Parenting
Akibat Anak Tidak Bisa Mengontrol Emosi
Parenting
10 Tips Ajarkan Anak Anger Management Biar Mudah Tenang & Enggak Gampang Marah
Parenting
Dampak Anak Kekurangan Zat Besi, Kecerdasan Berkurang & Mudah Marah
Parenting
7 Tips Mengatasi Anak Suka Melempar Barang Saat Marah
5 Foto
Parenting
Bagikan Foto Lebaran, Deretan Artis Ini Masih Rahasiakan Wajah Anak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Bahaya Pilih Kasih terhadap Anak Perempuan & Laki-laki Seperti di Drakor Queen of Tears
10 Pertanyaan Sepele yang Bisa Melukai Anak sampai Dewasa Menurut Psikolog
7 Kalimat Sering Diucapkan Anak yang Dapat Pengaruhi Harga Dirinya, Perbaiki Segera!