Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Anak Bilang 'Aku Benci Bunda'? Ini Cara Tepat Orang Tua Meresponsnya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 10 Sep 2026 09:20 WIB

Ilustrasi Anak Marah
Anak Bilang 'Aku Benci Bunda'? Ini Cara Tepat Orang Tua Meresponsnya/ Foto: Getty Images/iStockphoto/PRImageFactory
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda pernah mendengar anak bilang 'Aku benci kamu?'. Mendengar kalimat itu keluar dari mulut anak bisa terasa sangat mengecewakan dan menyedihkan.

Jika itu pernah terjadi, Bunda jangan berkecil hati ya. Meskipun anak mengatakannya, bukan berarti mereka benar-benar membenci orang tuanya.

Sebaliknya, itu sering kali menandakan bahwa mereka marah, sedih, malu, bingung, atau kesal dengan suatu hal. Mereka hanya tidak tahu bagaimana cara lain untuk mengungkapkan perasaan-perasaan besar itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Sangat sulit mendengar anak menggunakan kata-kata tersebut. Hal terpenting yang perlu diingat adalah, mereka tidak bermaksud seperti itu," kata pakar Lindsey Polishook Sherer, LCSW-C, LICSW, dilansir Parents.

Menurut spesialis perkembangan anak, Siggie Cohen, PhD, ada banyak alasan mengapa seorang anak mungkin mengatakan 'Aku benci kamu' kepada orang tuanya. Namun, benang merahnya adalah anak sedang mengkomunikasikan bahwa mereka merasakan emosi yang kuat dan membutuhkan bantuan untuk belajar bagaimana memprosesnya secara efektif.

"Kalimat 'Aku benci kamu' telah menjadi salah satu cara paling jelas yang digunakan anak-anak untuk memproyeksikan emosi yang kuat, reaktif, dan menyakitkan seperti kemarahan, frustrasi, dan kekecewaan, yang secara lahiriah ditujukan untuk 'menyakiti' orang tua agar mereka merasakan 'rasa sakit' yang sama seperti yang dirasakan di dalam hati anak-anak tersebut," ungkap Cohen.

Sebenarnya, yang menjadi masalah adalah komunikasi dan pengaturan emosi. Anak hanya perlu belajar cara yang lebih produktif dan bijaksana untuk berbagi perasaan mereka, memberi diri mereka waktu istirahat, menghormati batasan, memenuhi kebutuhan, mempertimbangkan perasaan orang tua, dan memikirkan apa yang mereka katakan sebelum mengatakannya.

Cara orang tua merespons

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk merespons anak saat bilang 'Aku benci Bunda'. Berikut cara-caranya, seperti melansir dari beberapa sumber:

1. Hindari reaksi berlebihan

Jika anak-anak mendapat reaksi besar karena mengatakan 'Aku benci kamu', mereka mungkin cenderung terus mengatakannya, hanya untuk menarik perhatian. Bereaksi berlebihan atau menghukum anak karena mengatakannya dapat menjadi bumerang, dan mendorong mereka untuk mengatakannya lebih sering.

2. Tarik napas sebelum menjawab

Perhatikan apa yang muncul dalam pikiran Bunda saat anak mengatakan hal tersebut ya. Jika memungkinkan, luangkan waktu sejenak untuk mengatur emosi sendiri agar kita dapat menjadi teladan dalam pengaturan emosi bagi anak kita.

3. Akui dan validasi emosi tersebut

Sebelum bicara serius ke anak, sebutkan apa yang Bunda lihat. Misalnya, "Saya bisa melihat kamu sangat marah sekarang. Itu masuk akal. Kamu benar-benar ingin terus bermain, dan sulit ketika kita harus berhenti".

Dilansir laman Phys, itu bukan tentang menyetujui luapan emosi tersebut. Ini tentang memberi tahu anak bahwa perasaannya telah dipahami dan bahwa kemarahan itu sendiri tidak apa-apa. Mengajari anak-anak bahwa semua emosi itu wajar sejak dini akan mempersiapkan mereka untuk memiliki keterampilan pengaturan emosi yang kuat di kemudian hari.

4. Hindari mempermalukan atau mengabaikan anak

Bunda juga perlu menghindari melakukan sesuatu yang bisa mempermalukan, mengabaikan, atau membalas dengan mengatakan 'Aku benci kamu' ke anak. Godaan itu mungkin sulit ditolak saat emosi sedang memuncak, tetapi cara-cara ini tidak akan menyelesaikan masalah.

Minta maaflah jika memang pantas. Jika Bunda melakukan kesalahan dan mengatakan sesuatu yang disesali sebagai respons terhadap kata-kata menyakitkan, itu bukanlah suatu yang besar. Dengan melakukan itu, kita memberikan contoh kepada anak tentang bagaimana bertanggung jawab dan memperbaiki kesalahan.

5. Beri mereka ruang, tetapi tetap dekat

Jika Si Kecil kesulitan menenangkan diri, bimbing mereka untuk beristirahat. Memberi mereka ruang atau keheningan dapat membantu memproses apa yang mereka alami dan mencari tahu apa yang mereka butuhkan.

"Memberikan ruang ini kepada anak, memberi kita kesempatan untuk membangun dan memperkuat hubungan dengan mereka," ungkap Sherer.

6. Ungkapkan kasih sayang

Bunda juga perlu memastikan untuk memberi tahu anak tentang perasaan sayang. Sampaikan bahwa Bunda menyayangi mereka, terlepas dari apa yang mereka katakan.

"Katakan, 'Aku sayang kamu, aku ada di sini untukmu'," kata profesor perkembangan manusia dan ilmu keluarga di East Carolina University, Andy Brimhall, PhD, LMFT.

7. Sebutkan batasannya dengan sopan

Setelah suasana lebih tenang, ingatkan anak dengan lembut bahwa meskipun semua emosi itu wajar, mengatakan kepada seseorang bahwa dia membenci mereka dapat menyakiti perasaan. Misalnya, Bunda bisa bilang, "Tidak apa-apa merasa marah, tetapi tidak boleh mengatakan aku membencimu ya."

8. Membantu membangun literasi emosional anak

Mengajari anak-anak untuk mengenali dan menyebutkan semua emosi mereka dapat membantu memberi mereka kata-kata untuk mengatakan "Saya marah" di lain waktu. Mengintegrasikan hal ini ke dalam permainan dan melalui buku juga dapat bermanfaat.

Demikian hal yang dapat Bunda lakukan ketika anak mengatakan, 'Aku benci Bunda'. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda