Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

4 Emosi yang Sering Sulit Diungkapkan Anak, Begini Cara Membantunya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 09 Sep 2026 09:20 WIB

Anak menangis
4 Emosi yang Sering Sulit Diungkapkan Anak, Begini Cara Membantunya/ Foto: iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Tidak semua anak mudah mengungkapkan perasaan mereka ke orang tuanya, Bunda. Ada beberapa emosi yang kerap sulit disampaikan anak dengan kata-kata, sehingga orang tua perlu lebih peka terhadap tanda-tandanya.

Perlu diketahui, belajar mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi sama pentingnya dengan pelajaran akademis yang akan anak pelajari di sekolah. Tujuan emosi adalah untuk membantu anak memahami apa yang terjadi di dalam dan di sekitar dirinya.

Nah, mengajari anak-anak untuk menyebutkan dan membicarakan emosi membantu mereka memahami dan mengelola perasaan tersebut. Memvalidasi emosi anak juga dapat membangun kepercayaan dan mengajarkan mereka bahwa semua perasaan adalah normal dan sifatnya sementara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, emosi apa saja yang sering sulit diungkapkan anak dan bagaimana cara membantunya? Simak penjelasannya berikut ini!

Emosi yang sulit diungkapkan oleh anak

Melansir dari laman Parents, berikut 4 emosi yang sulit diungkapkan oleh anak:

1. Kemarahan

Kemarahan tidak harus menjadi emosi negatif, Bunda. Membicarakan emosi ini dapat membantu anak-anak memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang cara mengelolanya.

Bagi anak-anak, kemarahan sering muncul ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan mereka, seperti ketika teman mengambil mainan. Respons melawan atau lari menjadi aktif, dan karena mereka belum belajar mengatur emosi, mereka mungkin melampiaskannya dengan memukul, berteriak, atau mengamuk.

"Kemarahan mungkin tampak tidak rasional, tetapi bagi seorang anak yang belum belajar bagaimana mengatur emosi, itu adalah reaksi alami yang langsung terhadap suatu kesalahan yang dirasakannya," kata psikolog klinis berlisensi di Long Island, New York, Jaclyn Shlisky, PsyD.

Nah, alih-alih bereaksi hanya dengan hukuman, Bunda sebaiknya membicarakan emosi tersebut dengan anak. Bicarakanlah saat itu juga agar mereka dapat belajar menyebutkan emosi tersebut.

Berikut beberapa hal yang dapat Bunda lakukan untuk membantu anak memahami emosi marahnya:

  • Identifikasi perasaan anak

Katakan, "Sepertinya kamu benar-benar marah", dan tirulah ekspresi wajah marah agar mereka dapat menghubungkan kata tersebut dengan perasaan. Penting untuk tidak menggunakan kata-kata yang tegas seperti "Saya mengerti" dan lebih memilih kata-kata seperti "Sepertinya" atau "Tampaknya".

  • Jelaskan perasaannya

Mintalah anak berlatih mengatakan sesuatu seperti, "Aku benar-benar tidak suka ketika kamu mengambil mainan dari tanganku". Anak membutuhkan bantuan untuk mengidentifikasi bagaimana perasaan mereka karena mereka tidak dapat mengkomunikasikannya sendiri.

  • Permudah segalanya

Salah satu cara yang bermanfaat untuk mengajarkan emosi kepada anak-anak adalah dengan menunjukkannya pada orang lain. Ini tidak hanya meningkatkan kosakata emosi, tetapi juga mengajarkan empati, yaitu kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain.

2. Kesedihan

Perasaan kehilangan, kesedihan, atau kekecewaan adalah hal yang sangat umum bagi anak-anak. Kesedihan dapat terjadi ketika seorang anak takut, merindukan seseorang, merasa dikucilkan, atau sedang mengalami sesuatu yang membuat stres.

Kesedihan sering kali berkembang akibat kekecewaan. Anak-anak kesulitan mengatur emosi mereka ketika merasa kecewa, yang menyebabkan mereka mengalami kesedihan.

Berikut beberapa langkah yang bisa Bunda ambil ketika anak mengalami kesedihan:

  • Identifikasi perasaan tersebut

Anak-anak membutuhkan alat untuk dapat mengatakan, "Saya merasa sedih karena...". Jika tidak, mereka akan belajar bahwa perasaan mereka dapat ditekan dan mereka tidak akan belajar bagaimana menyebutkan alasan sebenarnya dari kesedihan tersebut.

  • Jelaskan perasaannya

Misalnya anak Anda kehilangan boneka kesayangannya dan merasa sedih, jangan terburu-buru mengalihkan perhatiannya atau menyuruhnya diam. Sebaliknya, duduklah bersamanya, berikan pelukan, kenyamanan, atau sekadar waktu tenang untuk menangis hingga meluapkan perasaannya.

Orang tua juga perlu menunjukkan bahwa perasaan bukanlah sesuatu yang perlu mereka coba tutupi atau membuat mereka malu.

  • Permudah segalanya

Hindari kesalahan dengan menyuruh anak untuk "mengungkapkan perasaan" ketika mereka kesal. Meskipun tampak membantu, hal itu tidak selalu merupakan harapan yang realistis, terutama ketika anak masih belajar menghubungkan sensasi fisik di tubuh mereka dengan bahasa emosional.

Jika anak tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan apa yang mereka rasakan, mereka dapat menunjuk ekspresi yang sesuai dengan perasaan tersebut dengan menggunakan emoji atau sesuatu yang disukai.

3. Ketakutan

Meskipun anak-anak tidak dilahirkan dengan rasa takut, perasaan itu dapat muncul dari kecemasan dan kekhawatiran. Beberapa ketakutan adalah hal yang wajar dalam perkembangan anak, seperti takut pada orang asing, kegelapan , dan terpisah dari orang tua mereka.

"Ketika anak-anak kecil merasa takut, itu melibatkan beberapa tingkat persepsi tentang bahaya," ujar Gleicher.

Simak cara membantu anak mengelola rasa takut ini berikut:

  • Identifikasi perasaan anak

Ada beberapa ketakutan yang tidak selalu bisa kita lindungi anak-anak, seperti peristiwa global atau berita utama yang menakutkan. Pada saat-saat seperti itu, penting untuk memvalidasi kekhawatiran anak tentang situasi tersebut, daripada meremehkan perasaan mereka dengan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

"Bersikaplah tenang dan lugas saat melahirkan agar anak merasa aman," ujar Shlisky.

  • Jelaskan perasaannya

Bunda juga bisa menunjukkan empati dengan mengatakan, "Saya juga kadang merasa seperti itu", dan mendorong anak untuk bertanya apa pun tentang hal tersebut. Jika Bunda sebenarnya tidak tahu jawabannya, sebaiknya katakan bahwa Bunda akan mencari cara untuk mempelajari lebih lanjut dan akan memberi tahu mereka jawabannya nanti.

"Terkadang anak-anak kita perlu memberi tahu kita sesuatu hanya karena hal itu terlalu berat untuk mereka tanggung sendiri," kata Shlisky.

  • Permudah segalanya

Bagi anak-anak yang lebih kecil yang kesulitan menjelaskan akar ketakutan, bercerita, memeragakan situasi, atau membaca buku tentang situasi yang sangat menakutkan dapat membantu. Para ahli merekomendasikan buku-buku seperti The Color Monster dan Wemberly Worried untuk membantu memulai percakapan tersebut.

4. Kecemburuan

Kecemburuan adalah emosi yang mudah dirasakan dan sering diungkapkan. Tetapi, konsep kecemburuan sulit dijelaskan ke anak, Bunda. Meskipun sering digambarkan sebagai perasaan atau pikiran tentang rasa tidak aman atau khawatir atas kurangnya keamanan, kecemburuan juga bisa berupa perasaan tidak mampu, tidak berdaya, atau dendam.

Perasaan iri sering berakar pada kebutuhan individu yang tidak terpenuhi. Hal itu dapat berkembang dari kurangnya kepercayaan dan seringkali menyebabkan rasa tidak aman," kata psikolog Francyne Zeltser, PsyD.

Berikut beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk membantu anak mengelola emosi ini:

  • Identifikasi perasaan

Cobalah untuk mengalihkan fokus dari barang-barang materi ke kekayaan non-moneter yang diberikan keluarga. Misalnya, Bunda dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak. Tunjukkan hal-hal positif sehingga kita dapat mengubah narasi dari perasaan tidak mampu menjadi perasaan percaya diri.

  • Permudah segalanya

Ketika rasa cemburu muncul, akan sangat membantu jika Bunda mempersiapkan anak untuk sukses sejak dini. Jika kita tahu akan ada peristiwa yang berpotensi memicu rasa cemburu, maka beri tahu mereka terlebih dahulu. Jika anak sudah mulai merasa cemburu, penting untuk mengakui perasaan mereka.

"Orang tua perlu memvalidasi emosi dan mengakui perasaan anak," ujar Zeltser.

Demikian empat jenis emosi yang dapat dirasakan anak dan cara orang tua membantu mengelolanya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda