parenting
3 Karakteristik Anak Tengah yang Membuatnya Lebih Unik & Terasa Berbeda
HaiBunda
Selasa, 15 Sep 2026 09:20 WIB
Daftar Isi
Anak tengah sering kali dianggap punya karakter yang paling berbeda dan unik. Ini dikenal juga sebagai 'middle child syndrome', Bunda.
Diyakini bahwa urutan kelahiran juga dapat memengaruhi pembentukan karakter anak, meskipun bukan berdasarkan ilmu sains yang pasti. Sebagai contoh, anak sulung cenderung lebih dapat diandalkan, perfeksionis, dan bertanggung jawab.Â
Karakter ini kemungkinan besar terbentuk karena orang tua yang baru pertama kali memiliki anak biasanya bertindak sangat 'sesuai aturan' dan memberikan perhatian penuh kepada mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, orang tua biasanya lebih santai dan berpengalaman ketika membesarkan anak bungsu. Karena itu, anak terakhir cenderung memiliki karakter yang lebih fleksibel.Â
Lalu untuk anak tengah, biasanya mereka rentan jarang mendapatkan pujian seperti kakaknya atau dimanja seperti adiknya, sehingga sering merasa kurang diperhatikan.
Apa itu middle child syndrome?
Middle child syndrome atau sindrom anak tengah tanpa disadari membuat mereka merasa tidak sepenuhnya dimengerti dalam keluarga. Ada pula sebagian yang merasa 'kurang dianggap', karena berada di antara bayang-bayang kakak dan adiknya.
Dikutip dari Your Tango, psikiater yang sering meneliti tentang otak bernama Brian Amen menyebutkan bahwa menjadi anak tengah justru bisa menjadi sebuah kekuatan.
Menurutnya, anak tengah memiliki ketangguhan, empati, dan kemampuan memimpin yang dapat mendukung kesuksesan mereka saat dewasa.
"Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa berada di posisi tengah juga bisa membentuk seseorang punya pribadi yang lebih baik," imbuhnya.Â
Apa saja karakteristik unik anak tengah?
Nah, berikut karakteristik istimewa yang dimiliki anak tengah dan membuat mereka berpotensi tumbuh menjadi orang dewasa yang paling mampu beradaptasi:
1. Jujur dan rendah hati
Berbeda dengan anak sulung yang mungkin merasakan beban sebagai 'pelopor' dalam keluarga, atau anak bungsu yang mungkin lebih banyak mendapatkan perhatian dan kasih sayang, anak tengah sering kali belajar sejak dini untuk menjalani hidup tanpa tekanan maupun keistimewaan yang melekat pada posisi tersebut.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Amen, anak tengah cenderung memiliki skor lebih tinggi dalam karakter seperti kejujuran, kerendahan hati, dan sikap mudah bergaul.
Kualitas seperti ini membuat mereka secara alami menjadi penengah yang baik, sehingga mampu menyeimbangkan berbagai sudut pandang dan membantu menyelesaikan konflik dengan lebih mudah. Anak tengah juga memiliki karakter seperti suka bekerja sama, berempati, dan mudah memaafkan.Â
Sifat-sifat ini penting untuk menjaga hubungan yang sehat dan dapat memberikan pengaruh besar terhadap kesuksesan mereka di dunia kerja.
Kemampuan mereka untuk bekerja sama dan tetap tenang dalam situasi penuh tekanan sering kali membuat anak tengah dipercaya menempati posisi sebagai pemimpin.
2. Pandai memecahkan masalah
Karena anak tengah terbiasa menghadapi konflik dengan lebih mudah, mereka sering berada dalam posisi pemecah masalah saat ada masalah dalam keluarga.
Posisi ini mengajarkan mereka sejak dini bagaimana menyelesaikan masalah secara mandiri, sekaligus bekerja sama dengan orang lain untuk menemukan solusi.
Kemampuan menjadi penengah secara alami ini sangat penting ketika mereka dewasa, terutama saat harus bekerja sama dengan orang lain dan menjaga hubungan tetap harmonis.
3. Tangguh dan mampu mengendalikan emosi
Ketangguhan dan kemampuan mengendalikan emosi juga menjadi keterampilan luar biasa yang berpotensi secara alami dimiliki oleh anak tengah.Â
Tanpa beban untuk menjadi 'yang pertama' atau 'yang terakhir', mereka belajar menghadapi berbagai tantangan secara mandiri dengan sudut pandang yang lebih realistis.
Menurut tes kepribadian Hexaco, anak tengah cenderung memiliki skor lebih tinggi dalam hal pengendalian emosi dan ketangguhan. Hal ini membantu mereka tetap tenang saat berada di bawah tekanan dan mengelola stres dengan lebih efektif.
Anak tengah juga cenderung lebih mudah memaafkan dan menjalani hidup dengan pola pikir yang mengutamakan kerja sama.
Bagaimana pengasuhan yang tepat untuk anak tengah?
Menurut Cliff Isaacson dan Kris Radish dalam bukunya yang berjudul The Birth Order Effect, untuk mengimbangi perhatian yang mungkin lebih banyak diterima anak sulung dan anak bungsu, anak tengah perlu merasa diterima apa adanya.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan dalam pengasuhan anak tengah:Â
1. Berikan kepastian dan rasa aman
Jika anak melakukan kesalahan, tekankan bahwa konsekuensi yang mereka terima tidak ada hubungannya dengan statusnya sebagai 'anak tengah'.
Menjelaskan alasan di balik konsekuensi tersebut sangat penting terutama ketika menghadapi anak tengah, yang mungkin sudah merasa kurang diperhatikan di tengah dinamika keluarga.
2. Jangan mengabaikan mereka
Berikan anak tengah cukup perhatian agar mereka tidak merasa perlu mencari perhatian dengan berperilaku negatif.
"Berikan perhatian khusus kepada anak tengah. Misalnya saat sedang makan malam, tanyakan kepada anak tengah tentang bagaimana aktivitasnya hari ini. Jangan lupa siapkan waktu berdua dengan anak tengah," pesan Meri Wallace, terapis anak dan keluarga, sekaligus penulis buku Birth Order Blues, dikutip dari Parents.
Dengan memberikan perhatian kepada anak tengah, orang tua sudah meyakinkan bahwa mereka sama pentingnya dengan saudara-saudaranya.
3. Dorong mereka untuk memiliki keunikan sendiri
Anak tengah tak selalu harus memiliki keunggulan yang sama dengan anak sulung atau anak bungsu.Â
Sebaliknya, dorong anak tengah untuk menemukan bidang yang menjadi keahliannya sendiri. Bisa dalam bidang akademik, olahraga, maupun seni.Â
"Anak tengah bahkan sering kali bisa berkembang menjadi pribadi yang artistik karena hal itu memberi mereka posisi yang unik dalam keluarga, terutama jika anak sulung lebih unggul dalam bidang akademik," kata Wallace.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Alasan Anak Tengah Ternyata Lebih Jujur, Rendah Hati dan Kooperatif Dibandingkan Saudaraya
Parenting
3 Karakter Unik Si Anak Tengah, Menarik Dipelajari Bun
Parenting
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Parenting
Sindrom Anak Tengah: Saat Muncul Krisis Identitas dan Cari Perhatian
Parenting
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
5 Foto
Parenting
5 Potret Cute Baby Regina Anak Ahok & Puput Nastiti Bareng Dua Kakaknya
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Alasan Anak Tengah Sering Merasa Tak Terlihat & Terabaikan Menurut Psikologi
7 Kalimat Orang Tua yang Sering Membuat Anak Sulung Merasa Tertekan
Ayah yang Punya Anak Perempuan Pertama Disebut Lebih Mendukung Kesetaraan Gender, Ini Kata Studi