parenting
Kembali Mewabah, Kenali 7 Tanda Botulisme pada Bayi yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
HaiBunda
Selasa, 06 Oct 2026 15:35 WIB
Botulisme merupakan kondisi yang perlu diwaspadai orang tua, terutama pada bayi. Penyakit langka serius ini menyerang bayi di bawah satu tahun dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini diawali dengan gejala ringan seperti sembelit atau tangisan lemah. Kondisi ini bisa berkembang hingga menyebabkan kelemahan otot dan kesulitan bernafas.Â
Botulisme pada bayi muncul secara bertahap dan memburuk seiring waktu. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting untuk memperhatikan gejala dini botulisme pada bayi. Botulisme lebih banyak menyerang bayi berusia kurang dari enam bulan, dan sekitar 95 persen kasus terjadi pada kelompok usia tersebut.Â
Dikutip dari WJLA, puluhan keluarga di Amerika melaporkan bayi mereka sakit setelah mengonsumsi susu formula bubuk yang terkontaminasi. Para dokter mencurigai botulisme infantil karena adanya spora clostridium botulinum yang tumbuh di usus bayi dan menghasilkan racun yang menyerang sistem saraf. Gejalanya meliputi tidak mau makan, kehilangan kendali kepala, kesulitan menelan, hingga kesulitan bernafas.Â
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dilakukan pengujian, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menemukan jika ada clostridium botulinum dalam susu formula bubuk yang diproduksi oleh ByHeart dan Nara Organic. Karena kasus tersebut, susu formula bayi dari kedua merek tersebut ditarik dari peredaran secara nasional.
Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran bagi para orang tua. Meskipun kasus tersebut terjadi di Amerika, tidak menutup kemungkinan anak di negara lain akan terjangkit penyakit tersebut melalui media lainnya. Orang tua juga perlu mengetahui beberapa gejala, penyebab, serta cara penanganan botulisme pada bayi.Â
Gejala botulisme pada bayi
Dikutip dari Cleveland Clinic, ada 7 tanda bahwa anak kemungkinan terkena penyakit botulisme. Gejala botulisme pada anak meliputi:
- Tersedak saat mencoba memberi makan.
- Sembelit.
- Daya hisap bayi melemah sehingga pemberian ASI tidak optimal.
- Kelopak mata terkulai atau turun (
- Kurangnya ekspresi wajah, ketidakmampuan untuk mengangkat kepala, atau tanda kelemahan otot atau kelumpuhan lainnya.
- Tangisan yang lebih lemah.
- Kelemahan atau penurunan otot, terutama bagian atas tubuh dan anggota badan. Bayi mungkin merasa lemas hingga mengalami kesulitan untuk menggerakkan anggota tubuhnya.Â
Orang tua penting untuk mengenali tanda-tanda berikut karena bayi tidak dapat memberi tahu gejala yang mereka alami. Beberapa bayi yang terkena botulisme tidak terlihat demam atau bahkan terlihat sehat secara keseluruhan.
Penyebab botulisme
Botulisme pada bayi terjadi karena mereka menelan sesuatu yang mengandung spora bakteri clostridium botulinum. Spora tersebut kembali ke bentuk bakteri, berkembang biak, dan mulai menghasilkan racun. Racun tersebut lalu masuk ke dalam aliran darah bayi yang akhirnya menganggu sistem saraf.
Salah satu sumber spora yang paling dikenal adalah madu, sehingga makanan ini sangat tidak dianjurkan diberikan kepada bayi. Selain madu, spora botulinum juga dapat ditemukan dari sumber lain seperti susu formula bubuk.Â
Cara pengobatan
Botulisme pada bayi terbilang sangat mudah diobati yakni dengan pemberian pengobatan antitoksin yang disebut imunoglobulin botulisme. Obat ini merupakan obat khusus yang digunakan untuk mengobati botulisme, terutama pada bayi. Obat ini bekerja sebagai penawar racun yang terlanjur beredar dalam darah bayi.
Selain itu, penggunaan antibiotik sebaiknya dihindari kecuali atas anjuran dokter, hal ini dikarenakan dapat membuat kondisi bayi lebih buruk. Orang tua juga harus memperhatikan masa berlaku produk yang dikonsumsi bayi serta menjaga kebersihan perlengkapan yang digunakan untuk menyiapkan susu. Seperti botol, meja, atau dispenser susu formula sebaiknya dibersihkan menggunakan air sabun panas.Â
Itulah tujuh tanda botulisme pada bayi yang perlu diwaspadai orang tua. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada botulisme, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Semoga Bunda dan Si Kecil selalu sehat, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Kenali Botulisme, Penyakit yang Terjadi Akibat Pemberian Madu pada Bayi
Parenting
5 Produk Susu Formula dengan Penjualan Tertinggi di E-Commerce Saat 12.12
Parenting
Mana yang Lebih Baik, Susu Formula atau Susu Sapi Biasa?
Parenting
Wajib Tahu! Ini Ragam Jenis Susu Formula untuk Si Kecil Bun
Parenting
5 Kandungan Penting dalam Susu untuk Atasi Anak 1 Tahun Susah Makan
Parenting
Bun, Ketahui Manfaat Susu Tanpa Garam untuk Kesehatan si Kecil
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kenali Gejala dan Penyebab Eksim pada Bayi, Bunda Perlu Tahu
Bolehkah Anak Diberikan Susu Mentah yang Disebut Mengandung Nutrisi Lengkap?
Kesehatan Usus Anak Pengaruhi Perilakunya? Simak Faktanya