Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Proses Pemilihan Ketua OSIS, Tata Cara & Manfaatnya bagi Siswa sebagai Pembelajaran Demokrasi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 02 Sep 2026 16:00 WIB

Ilustrasi Anak Sekolah OSIS
Proses Pemilihan Ketua OSIS, Tata Cara dan Manfaatnya bagi Siswa sebagai Pembelajaran Demokrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Rani Nurlaela Desandi
Jakarta -

Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan salah satu kegiatan penting di lingkungan sekolah. Selain memiliki pemimpin siswa, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana pembelajaran demokrasi, Bunda.

Proses pemilihan Ketua OSIS melibatkan pencalonan, penyampaian visi dan misi, hingga pemberian suara. Selama proses tersebut, siswa dapat memahami pentingnya partisipasi, kebebasan memilih, serta sikap bertanggung jawab dalam menentukan pemimpin.

Melansir dari laman Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun, pemilihan Ketua OSIS adalah salah satu contoh nyata dari pelaksanaan prinsip demokrasi di lingkungan sekolah. Demokrasi di pemilihan ini merupakan cerminan dari peran siswa dalam memilih pemimpin yang akan mewakili dan mengadvokasi kepentingan mereka di sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tak hanya itu, demokrasi dalam proses pemilihan Ketua OSIS adalah salah satu fondasi utama untuk mewujudkan tujuan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

"Proses pemilihan ini bukan sekadar membagikan suara, tetapi lebih merupakan sebuah perjalanan pendidikan bagi para siswa. Mereka dapat belajar pentingnya partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan, pemilihan pemimpin yang sesuai, dan penghormatan terhadap berbagai macam pendapat," demikian isi ulasan.

Simulasi pemilihan umum di sekolah dan manfaatnya

Pemilihan Ketua OSIS bisa menjadi sarana pengenalan dasar terhadap sesuatu yang lebih besar, seperti pemilihan umum (Pemilu). Saat memilih, siswa dapat menentukan pemimpin mana yang akan berdampak besar pada kebijakan di sekolah.

Sebelum dilakukan pemilihan yang resmi, sekolah juga dapat melaksanakan kegiatan simulasi. Siswa dapat dibagi menjadi beberapa kelompok yang bertindak sebagai calon, panitia pemilihan, dan pemilih.

Setiap calon Ketua OSIS lalu diberikan kesempatan untuk berkampanye. Mereka bisa menyampaikan visi dan misi di depan teman-teman yang berperan sebagai pemilih.

"Tujuan pembelajaran, siswa dapat memahami mekanisme pemilihan umum yang demokratis, pentingnya hak suara, serta tanggung jawab sebagai pemilih," tulis Widya Trio Pangestu dalam buku Pembelajaran PKN SD Berorientasi Outdoor Learning.

"Hasilnya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang pemilu, tetapi juga meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan sekolah, dengan sikap yang lebih aktif terhadap kegiatan demokrasi."

Tata cara dalam pemilihan Ketua OSIS di sekolah

Pemilihan Ketua OSIS dapat digelar selayaknya Pemilu, Bunda. Melansir dari laman Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jambi, tahapan dalam pemilihan dapat dimulai dari jadwal pendaftaran, verifikasi data calon, pengundian nomor urut, masa kampanye, penyampaian visi dan misi kandidat, hari pencoblosan, sidang pleno penetapan kandidat, hingga acara pelantikan dan serah terima jabatan.

Nah, untuk menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIS, setiap kandidat calon harus memenuhi berbagai persyaratan. Misalnya, pasangan calon harus di usung dari partai peserta atau lewat jalur independen di mana kandidat mendapat dukungan tiap kelas minimal lima siswa.

Setiap kandidat juga perlu memenuhi persyaratan dokumen, seperti menyertakan kartu pelajar, dan memiliki visi dan misi untuk dibawa dalam kampanye.

Di hari pemungutan suara, sekolah dapat menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang beranggotakan beberapa panitia. Setiap panitia memiliki tugas yang berbeda, seperti memberikan kertas suara, mengarahkan pemilih ke bilik suara, menjaga kotak suara, dan menjaga keamanan selama pemilihan.

Setelah pemungutan suara, ketua panitia dapat memimpin perhitungan. Layaknya pemilu, kertas suara yang digunakan pemilih juga perlu dipastikan sah sesuai ketentuan.

Setelah ketua dan wakil ketua terpilih dengan suara terbanyak, mereka harus mengajukan calon pembantunya kepada MPK (Majelis Perwakilan Kelas). MPK lalu melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon pembantunya tersebut.

Demikian serba-serbi pemilihan Ketua OSIS dan manfaatnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda