Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Tanpa Disadari, Ucapan Orang Tua Ini Bisa Membuat Anak Menjauh secara Emosional

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 02 Sep 2026 09:20 WIB

Ilustrasi Ibu dan Anak
Ucapan Orang Tua yang Bisa Menunjukkan Tidak Dekat secara Emosional dengan Anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Tomwang112
Daftar Isi
Jakarta -

Kedekatan emosional antara orang tua dan anak tak selalu terlihat dari seberapa sering menghabiskan waktu bersama, Bunda. Cara orang tua merespons anak dalam percakapan sehari-hari juga bisa menunjukkan kedekatan ini.

Tanpa disadari, ada beberapa ucapan orang tua yang terdengar sepele, namun bisa membuat anak merasa kurang didengar atau dipahami. Tak hanya itu. Ketika merasa sangat frustrasi, orang tua mungkin mengucapkan kata-kata yang tidak pantas ke anak. Tetapi ketika merenungkan kata-kata tersebut, orang tua sering kali dipenuhi rasa bersalah.

Sebagai orang tua, Bunda dan Ayah perlu peka dengan perasaan anak. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui ungkapan santai apa yang harus dihindari saat bicara dengan Si kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Memahami arti di balik setiap perkataan dapat mempermudah kita untuk menjadi orang tua yang baik di mata anak. Kita juga bisa membangun kedekatan emosional dan terhubung secara mental dengan Si Kecil.

Lantas, apa saja ucapan yang bisa menunjukkan orang tua tidak dekat secara emosional dengan anak-anaknya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini ya, Bunda!

Ucapan orang tua yang tidak dekat dengan anaknya

Melansir dari laman Your Tango, berikut tiga kalimat atau ucapan orang tua yang kurang peka secara emosional dengan anaknya:

1. "Mengapa kamu tidak bisa menjadi lebih dari saudaramu?"

Menurut psikolog klinis Dr. Shefali Tsabary, kalimat ini memiliki kekuatan dan dapat meninggalkan kesan yang mendalam di jiwa seorang anak. Orang tua harus memperhatikan apa yang mereka katakan kepada anak-anak untuk menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung.

"Perbandingan dapat menyebabkan perasaan tidak mampu dan persaingan antar saudara. Sebaliknya, fokuslah pada kekuatan unik setiap anak," kata Tsabary.

Sebuah studi tahun 2003 yang dilakukan peneliti dari Pennsylvania State University pendapat tersebut. Bahkan jika saudara kandung dibesarkan bersama, pasti akan ada perbedaan dalam kepribadian atau cara mereka belajar.

Ketika orang tua dapat memahami hal tersebut, mereka akan lebih peka. Anak-anak juga akan berkembang sebagai individu tunggal, bukan sebagai salinan persis saudaranya.

2. "Karena aku bilang begitu"

Ungkapan ini biasanya diucapkan oleh orang tua yang tidak memahami zaman. Ucapan menjengkelkan ini seperti tidak memberikan ruang bagi anak untuk mendengarkan penjelasan orang tuanya.

Bagi beberapa anak, ucapan "Karena aku bilang begitu" bisa terasa menyakitkan. Tak sedikit bahkan yang merasa harinya benar-benar hancur saat mendengar kalimat ini.

"Ungkapan ini menghentikan komunikasi dan dapat menciptakan rasa dendam. Sebaliknya, jelaskan alasan orang tua kepada anak-anak untuk lebih menumbuhkan pemahaman dan rasa hormat," ungkap Tsabary.

3. "Berhenti menangis"

Menyuruh anak berhenti menangis tidak akan membantu mereka belajar mengatur emosi. Menurut Tsabary, ucapan tersebut dapat memberikan efek yang buruk bagi anak.

"Mengabaikan emosi anak dapat membuat anak merasa tidak dihargai. Sebaliknya, akui perasaan mereka dan bantu mereka memproses emosi," ungkap Tsabary.

"Ketika anak datang kepada orang tua untuk mencari kenyamanan, maka berikanlah. Lakukan kontak mata, anggukkan kepala, dan tunjukkan bahwa kita mendengarkan dan ada untuk mereka."

Demikian tiga kalimat atau ucapan orang tua yang kurang peka secara emosional dengan anaknya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda