Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

5 Tanda Bayi Siap Merangkak & Cara Stimulasi agar Perkembangannya Optimal

Kinan   |   HaiBunda

Minggu, 30 Aug 2026 13:35 WIB

Perkembangan Normal Bayi 6 bulan
Ilustrasi/Foto: Getty Images/travelism
Daftar Isi
Jakarta -

Merangkak merupakan salah satu tonggak perkembangan yang penting untuk bayi. Lalu apa saja ide stimulasi bayi agar mudah belajar merangkak?

Meski terlihat sederhana namun sebenarnya proses bayi belajar merangkak cukup kompleks. Hingga 10 bulan, bayi masih perlu rutin berlatih mengoordinasikan gerakan tangan dan kakinya.

Selain itu, ia juga perlu melatih kekuatan pada otot lengan, bahu, dan kaki agar mampu menopang berat tubuhnya. Demikian dikutip dari Romper.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kapan bayi bisa mulai belajar merangkak?

Dikutip dari What to Expect, kemampuan merangkak umumnya mulai dicoba bayi pada usia 7 hingga 12 bulan. 

Sekitar usia 6 hingga 9 bulan, mereka biasanya mulai mampu mengambil posisi merangkak dengan bertumpu pada tangan dan lutut. 

Kemudian di sekitar usia 9 bulan, sebagian bayi mungkin mulai berguling atau bergerak dengan perut menempel di lantai, yang dikenal sebagai commando crawling. Namun, perlu diingat bahwa perkembangan ini tetap dapat berbeda pada setiap anak.

Tanda bayi siap merangkak

Ada sejumlah tanda yang dapat menunjukkan bahwa bayi mulai bersiap untuk merangkak. Dengan mengenali tanda-tanda ini, Bunda diharapkan dapat memberikan stimulasi yang sesuai sejak dini:

1. Mampu duduk tanpa dukungan

Dikutip dari The Bump, kemampuan merangkak, seperti halnya tonggak perkembangan lainnya, sangat berkaitan dengan kontrol otot tubuh bayi. 

Sebelum belajar merangkak, bayi terlebih dahulu perlu perlu berlatih mengembangkan kemampuan mengontrol kepala, berguling sendiri, hingga akhirnya dapat duduk tanpa bantuan.

Kemampuan tersebut umumnya mulai terlihat ketika bayi berusia sekitar 6 hingga 8 bulan.

"Ketika bayi sudah dapat duduk tegak dengan kontrol tubuh yang cukup baik tanpa bantuan, ini dapat menjadi tanda bahwa ia mulai siap merangkak,” ujar dokter spesialis anak Ashanti Woods, MD.

2. Senang beraktivitas di lantai

Ketertarikan bayi untuk bermain di lantai juga dapat menjadi salah satu tanda bahwa ia mulai siap merangkak. Jika Si Kecil menunjukkan ketertarikan seperti ini, Bunda bisa ikut terlibat dalam proses belajarnya. 

Luangkan lebih banyak waktu untuk bermain bersama di lantai dan berikan kesempatan bagi bayi untuk memperhatikan serta meniru gerakan Bunda.

Supaya lebih aman, Bunda bisa memasang playing mat yang agak empuk di rumah. Hal ini bisa mencegah terjadinya benturan jika bayi tidak sengaja terjatuh atau hilang keseimbangan.

3. Dapat menopang tubuhnya dengan tangan dan kaki

Ketika bayi semakin sering tengkurap dan mampu mempertahankan posisi tersebut dengan baik, ia sedang melatih otot leher dan dada yang nantinya diperlukan untuk mencapai posisi merangkak.

Selanjutnya, bayi biasanya akan mulai lebih sering mencoba mengangkat atau menopang tubuh menggunakan tangan dan kaki. Posisi ini seolah-olah ia sedang berupaya merangkak. 

4. Tertarik pada objek yang jauh

Ketika bayi mulai senang memperhatikan benda yang berada di luar jangkauannya dan berusaha meraihnya, hal tersebut juga bisa menjadi tanda bahwa ia sedang mempersiapkan diri untuk belajar merangkak.

Untuk melatih ini, Bunda dapat meletakkan mainan atau benda yang menarik perhatian Si Kecil sedikit lebih jauh. Ia biasanya akan mulai terdorong untuk bergerak dan berusaha mencapai benda tersebut dengan berbagai cara, termasuk merangkak.

5. Sering melakukan gerakan seperti meluncur

Gerakan bergerak maju menggunakan perut ketika sedang tengkurap dapat menjadi salah satu tanda bahwa bayi siap belajar merangkak.

Hal ini merupakan bentuk latihan awal yang membantu memperkuat berbagai otot yang nantinya digunakan saat merangkak.

Manfaat merangkak untuk bayi

Dikutip dari laman Parents, penulis The Mommy MD Guide to Your Baby's First Year, Rallie McAllister, MD, merangkak merupakan aktivitas yang cukup menantang bagi bayi. Mereka perlu melibatkan kemampuan berpikir, sekaligus menggerakkan beberapa bagian tubuhnya.

Selain mendukung perkembangan keterampilan motorik kasar, saat mencoba merangkak bayi juga melatih kemampuan memahami ruang secara visual dan kognitifnya.

Supaya dapat merangkak, bayi membutuhkan kekuatan yang cukup pada otot punggung, leher, bahu, lengan, dan perut.

"Merangkak merupakan salah satu tonggak perkembangan penting bagi bayi karena menjadi tahap awal menuju kemampuan bergerak secara mandiri," ujar McAllister.

Ide stimulasi bayi agar lancar merangkak

Berikut beberapa tips dan ide stimulasi bayi agar lancar merangkak untuk dicoba di rumah:

1. Tummy time

Berikan jadwal rutin tummy time untuk membantu menstimulasi kemampuan merangkak Si Kecil. Saat sedang tummy time, biarkan bayi mengenali lingkungan di sekitarnya sambil berada dalam posisi tengkurap.

Aktivitas ini membantu memperkuat otot leher, bahu, dan punggung sekaligus melatih kontrol kepala. Kemampuan tersebut menjadi dasar yang penting bagi bayi sebelum mulai merangkak.

2. Pijat bayi

Pijatan lembut pada tubuh bayi dapat membantu membuat otot lebih rileks sekaligus melancarkan sirkulasi darah. Lakukan pijatan secara perlahan dan gunakan tekanan yang lembut sesuai dengan kenyamanan bayi.

3. Ajak bayi bermain 

Tak harus selalu ada mainan mahal untuk melatih motorik bayi. Kehadiran dan dukungan langsung dari Bunda juga dapat membuatnya lebih bersemangat untuk mencoba merangkak.

Ajak Si Kecil bermain dan berikan pujian untuk membantunya merasa lebih percaya diri saat berlatih.

Sebagai contoh, tempatkan mainan kesukaan bayi sedikit di luar jangkauannya. Dengan begitu, ia akan terdorong untuk mencoba bergerak mendekati dan mengambil mainan tersebut.

4. Pastikan lingkungan sekitar sudah aman

Ketika tanda-tanda bayi mulai siap merangkak sudah terlihat, ia biasanya akan semakin aktif mengeksplorasi lingkungan sekitar.

Bayi mungkin mulai senang meraih, menarik, mengambil, bahkan memasukkan berbagai benda yang ditemukannya ke dalam mulut.

Karena itu, pastikan area di sekitar bayi sudah aman. Tutup atau jauhkan berbagai bagian rumah yang berpotensi membahayakannya

Selain memperhatikan sudut tajam dan benda yang mudah pecah, periksa juga keberadaan benda-benda kecil yang dapat menyebabkan tersedak. Misalnya, koin, baterai kancing, atau peniti yang mungkin terjatuh di lantai.

5. Latih bayi duduk dengan tegak

Kemampuan duduk dan menjaga keseimbangan merupakan bagian dari perkembangan motorik, yang berkaitan dengan kemampuan bergerak

Di rumah, Bunda dapat mengajak bayi berlatih duduk di lantai. Lalu ajak bayi meraih mainan di sisi kanan dan kirinya. 

Aktivitas ini dapat membantu melatih keseimbangan, koordinasi, serta kekuatan otot tubuhnya.

6. Membaca buku bersama sambil berlatih duduk

Di usia sekitar 7–9 bulan, Bunda dapat mengajaknya duduk di lantai sambil menopang punggungnya menggunakan tangan. 

Supaya lebih menyenangkan untuk Si Kecil, Bunda bisa melakukannya sambil membaca buku bersama.

7. Hindari penggunaan walker dan bouncer terlalu sering

Dikutip dari Healthline, sebisa mungkin sebaiknya hindari meletakkan bayi terlalu sering dan lama di baby walkter atau bouncer. 

Jika bayi menghabiskan terlalu banyak waktu di baby walker atau bouncer, umumnya mereka jadi perlu waktu lebih lama dalam proses belajar merangkak.

Bayi membutuhkan kebebasan bergerak dan bereksplorasi, terutama ketika melakukan tummy time

Itulah penjelasan tentang cara stimulasi bayi agar lancar merangkak. Jangan lupa bahwa setiap bayi memiliki tahapan dan kecepatan perkembangan yang berbeda ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda