Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Anak Singapura Dikenal Jago Matematika, Bocah 7 Th Jadi Kandidat Termuda di Kompetisi Setara SMA

Elia Amaliana   |   HaiBunda

Minggu, 30 Aug 2026 07:00 WIB

Anak Singapura jago matematika
Anak Singapura jago matematika/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Wavebreakmedia
Daftar Isi

Tahukah Bunda, anak-anak Singapura diketahui jago matematika. Mereka dikenal jenius dalam mata pelajaran satu ini.

Singapura merupakan wilayah kecil padat penduduk di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Malaysia. Menariknya, Singapura menjadi negara dengan hanya 6,1 juta penduduk yang secara rutin berada di peringkat teratas dalam peringkat matematika, dan memiliki sistem pendidikan yang paling dikagumi di dunia.

Sistem pendidikan Singapura unggul di bidang matematika

Dalam tabel peringkat dari OECD pada Mei tahun lalu, Singapura berada di peringkat pertama, diikuti Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Peringkat tersebut diambil berdasarkan kemampuan anak berusia 15 tahun di bidang matematika dan sains.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Inggris bahkan mengumumkan bahwa setengah dari sekolah dasar di Inggris akan mengadopsi gaya pengajaran matematika yang digunakan di Singapura.

“Matematika di Singapura bukan tentang mengetahui segalanya. Ini tentang berpikir seperti seorang matematikawan.” ucap Andreas Schleicher, kepala program penilaian pendidikan OECD.

Matematika dan sains adalah mata pelajaran inti di Singapura, sehingga diajarkan di seluruh level pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, dan atas.

Metode pengajaran matematika di Singapura

Metode Singapura pertama kali dikembangkan oleh tim guru di negara tersebut pada tahun 1980-an. Mereka meneliti metode pembelajaran yang dilakukan di negara lain, termasuk Kanada dan Jepang untuk membandingkan efektivitas berbagai metode pangajaran. 

Singapura menjauhi pembelajaran hafalan dan lebih fokus pada pengajaran anak-anak tentang cara memecahkan masalah. Hal ini sesuai dengan buku teks karya Jerome Bruner dari Amerika, berpendapat bahwa orang belajar dalam tiga tahap. Pertama dengan menggunakan objek nyata, kemudian gambar, dan melalui simbol.

Teori ini sangat berkontribusi pada sistem pembelajaran Singapura pada pemodelan masalah matematika dengan alat bantu visual, misalnya, menggunakan balok berwarna untuk mewakili pecahan atau rasio.

Sistem pembelajaran yang efektif juga tergambarkan melalui kurikulum Singapura di tingkat sekolah dasar lebih ringkas dibandingkan di banyak negara barat, mencakup lebih sedikit topik dan lebih fokus pada kedalaman. Berbeda dengan kurikulum Inggris dan Amerika, menurut Schleicher dari OECD, kurikulum mereka mengajarkan banyak hal atau luas tetapi pada tingkat yang dangkal.

Ketekunan anak lebih diakui 

Di negara Barat, sudah menjadi hal lumrah ketika anak bisa memiliki kemampuan yang lebih besar di mata pelajaran tertentu. Namun, berbeda dengan Singapura yang lebih menghargai ketekunan dibanding bakat. Pendekatan ini akhirnya diadopsi dalam sistem pendidikan Inggris.

“Ini adalah pendekatan yang berbeda terhadap kemampuan, sungguh, perombakan besar dalam cara pandang terhadap anak-anak,”  ucap Tim Oates, direktur penelitian di lembaga ujian Cambridge Assessment.

“Peralihan dari model pembelajaran individual berbasis kemampuan, ke model yang menyatakan bahwa semua anak mampu melakukan apapun, asalkan materi yang disampaikan dengan cara yang tepat dan mereka mau berusaha.” lanjutnya.

Bocah 7 tahun jadi kandidat termuda di ujian setara anak SMA

Semua ini diperkuat dengan Theodore Kwan, anak berusia 7 tahun telah mencetak rekor nasional baru sebagai kandidat termuda yang mengikuti ujian Matematika Murni International General Certificate of Education Extended Level (IGCSE), dimana ia meraih nilai tertinggi yaitu A*. IGCSE sendiri adalah ujian/kualifikasi akademik sekolah menengah, yang biasanya diperuntukkan untuk anak berusia 14-16 tahun.

Crsytal Tang, ibu Theodore Kwan, menjelaskan alasan anaknya memilih matematika adalah karena struktur dan sifat dasarnya yang terdefinisi dengan baik.

“Matematika dipilih dengan sangat sengaja sebagai ujian kedua yang dia ikuti karena mata pelajaran ini mendasar dan terstruktur secara konseptual,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Kwan telah lama menunjukkan minat yang kuat pada pola, logika, dan pemecahan masalah.

“Kami merasa itu adalah mata pelajaran yang tepat untuk menilai kesiapan menghadapi ujian formal, terutama ujian yang menekankan penalaran daripada hafalan,” ujar Tang.

Itulah rahasia anak Singapura banyak yang jago matematika. Dari mulai kurikulum yang terstruktur hingga pengajaran yang berfokus pada konsep membantu anak memahami cara menyelesaikan masalah. Semoga membantu, Bunda.

 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda