parenting
Sembunyikan Wajah Anak di Media Sosial, Apakah Benar-benar Aman? Ini Kata Pakar
HaiBunda
Senin, 24 Aug 2026 13:35 WIB
Daftar Isi
Semakin berkembangnya teknologi dan media sosial, tak sedikit orang tua yang menyembunyikan wajah anaknya saat diunggah. Namun, apa kata pakar tentang hal ini? Apakah benar berpengaruh?
Salah satu trik yang banyak digunakan yakni dengan menggunakan stiker atau emoji untuk menutupi wajah anak, sebagai upaya melindungi privasi mereka.
Saat ini orang tua banyak menghadapi dilema antara keinginan untuk menceritakan kisah parenting mereka di media sosial, tapi tetap ingin mengutamakan keamanan anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesadaran yang semakin meningkat
Peneliti kesejahteraan digital dari Western Sydney University, Australia, Joanne Orlando, menyebut berbagi di media sosial tentang keluarga dan anak dikenal dengan istilah 'sharenting'.Â
Hal ini merupakan kepanjangan dari 'share' (berbagi) dan 'parenting' (pola asuh). Menurut Orlando, tren sharenting kini memang semakin berkembang seiring banyaknya pilihan aplikasi media sosial.
"Orang tua perlu tetap menjaga detail tentang anak-anak tetap aman di internet. Semua perlu disepakati oleh seluruh anggota keluarga dan teman juga," ungkap Orlando.
Jangan sampai muncul perbedaan praktiknya karena ada perbedaan persepsi. Misalnya, orang tua sudah berhati-hati mengenai apa yang mereka bagikan, tetapi kemudian nenek mengunggah foto anak tanpa izin.
Atau orang tua sudah menutupi wajah anak, tetapi secara tidak sengaja mengungkapkan informasi pribadi lainnya, seperti nama sekolah anak.
Apakah menyembunyikan wajah anak benar-benar berpengaruh?
Hal serupa juga disampaikan oleh pakar keamanan digital dari University of Queensland, Nicholas Carah. Ia mengatakan bahwa orang tua perlu memahami bahwa foto-foto yang diunggah ke media sosial bisa tersebar ke mana saja.
"Menutupi wajah anak dengan emoji, memburamkan, atau mengunggah foto ketika anak membelakangi kamera dapat membantu melindungi aspek tertentu dari privasi, misalnya dari web crawling," ujar Orlando.
Web crawler adalah program atau bot yang menjelajahi situs web dan mengategorikan konten yang ada di dalamnya.
Dalam perkembangan AI atau Artificial Intelligence saat ini, sering kali wajah atau bagian wajah anak dapat muncul dalam hasil kreasi gambar yang dibuat orang lain.
"Menutupi wajah anak dapat mencegah penyalahgunaan. Hal ini juga dapat membantu mengurangi kemampuan platform untuk mempelajari dan mengenali anak," sambungnya.
Apa yang tidak bisa dicegah dengan menyembunyikan wajah anak?
Kendati demikian, Orlando memperingatkan bahwa meskipun wajah anak disembunyikan, tetap ada informasi lain yang berisiko membahayakan keselamatan mereka.Â
Termasuk di antaranya info tentang nama sekolah, jam pulang dari sekolah, taman yang sering anak kunjungi, atau bahkan alamat rumah.
Orang tua juga mungkin bercerita tentang kondisi detail anak, seperti kebiasaan mengompol. Informasi tersebut dapat disalahgunakan juga lho, Bunda.Â
"Seseorang mungkin menghubungi anak dan berkata, 'Bunda menyuruh saya berbicara denganmu, ini tentang kamu yang sering mengompol'. Detail-detail yang tidak diketahui siapa pun selain orang tua dapat membuat seorang anak berpikir bahwa orang tersebut mengenal dirinya," pesan Orlando.
Selain itu, membagikan informasi tentang anak juga dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak anak atas privasi mereka.
Perlukah meminta izin anak terlebih dahulu?
Carah mengatakan bahwa suatu hari nanti anak mungkin akan memiliki pertanyaan tentang konten yang telah dibagikan orang tua mengenai mereka.
"Ketika mereka sudah bersekolah atau bahkan sejak taman kanak-kanak, anak-anak akan memiliki pemahaman bahwa foto-foto tersebut masuk ke dalam semacam aplikasi yang dapat dilihat oleh nenek dan teman-temannya," imbuh Carah.
Oleh sebab itu, bertanya pada anak sebelum mengunggah apapun tentang dirinya menjadi penting.Â
Dikutip dari Today's Parent, orang tua perlu mendengarkan apa yang dikatakan anak tentang hal tersebut dan bagaimana perasaan mereka terhadapnya.
Seiring bertambahnya usia, terus lakukan percakapan mengenai informasi apa yang pantas dibagikan di internet dan hormati keinginan anak jika mereka tidak ingin sesuatu tentang dirinya dibagikan.
Hal-hal yang penting sebelum mengunggah tentang anak
Jika Bunda ingin mengunggah foto atau kegiatan anak di media sosial, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:Â
- Hindari menyebutkan nama anakÂ
- Hindari mengunggah foto atau informasi pribadi yang dapat mengidentifikasi anak, seperti ucapan ulang tahun, foto, detail alamat, atau foto sekolah anak
- Hindari mengunggah hal-hal yang mungkin membuat anak merasa sensitif atau tidak nyaman, seperti sifat kepribadian, kondisi kesehatan atau medis, maupun masalah seperti mengompol
- Sadari bahwa foto yang diunggah atau bagikan dapat diubah atau digunakan kembali tanpa izinÂ
- Pahami bahwa foto yang dikirim melalui email atau aplikasi pesan dapat disalahgunakan oleh orang lain
Salah satu hal terpenting yang dapat Bunda lakukan adalah memastikan bahwa konten yang diunggah memberikan pesan positif tentang anak. Misalnya, Bunda bisa memilih untuk tidak mengunggah video anak saat sedang menangis dan memilih membagikan sesuatu yang lebih positif.
Itulah penjelasan tentang keamanan menyembunyikan wajah anak di media sosial dan apa saja yang perlu diperhatikan menurut pakar. Tetap perhatikan keamanan digital demi Si Kecil ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Deretan Fakta Penggerebekan Daycare Little Aresha di Jogja, Korban Capai 53 Anak
Parenting
Anak Usia 14 Tahun ke Bawah Tak Boleh Main Medsos, Ketahui Pentingnya Pendampingan Ortu
Parenting
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Parenting
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Parenting
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Mengenal 'Teen-ternity', Tren Orang Tua Rela Tinggalkan Karier demi Dampingi Anak Remaja
Bukan Cuma Pencari Nafkah, Ini Sosok Ayah yang Diinginkan Anak Gen Z
Orang Tua Sering Sibuk Main HP saat Anak Bicara, Ternyata Bisa Berdampak pada Emosinya