Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Kelas 3 SD Disebut Jadi Masa Sulit bagi Anak, Ternyata Ini Perubahan yang Terjadi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 13 Aug 2026 18:10 WIB

Ilustrasi Anak SD
Ilustrasi Kelas 3 SD Disebut Jadi Masa Sulit bagi Anak, Ternyata Ini Perubahan yang Terjadi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Rani Nurlaela Desandi
Daftar Isi
Jakarta -

Anak mulai mengalami berbagai perubahan dalam hidup saat memasuki kelas 3 Sekolah Dasar (SD) atau usia 8 hingga 9 tahun. Mereka tak hanya menjadi lebih mandiri, tapi juga mulai mengalami peningkatan tuntutan belajar.

Dilansir dari laman Parents, kelas 3 SD bisa memunculkan emosi yang besar karena anak sedang berkembang secara sosial sekaligus belajar bagaimana mengelola perasaan. Di masa ini, anak mungkin tampak percaya diri dalam satu momen dan kewalahan di hari berikutnya.

Menurut psikolog klinis dan direktur klinis New York Behavioral Health, Jolie Silva, PhD, kelas 3 SD adalah periode perkembangan kritis di mana anak-anak bertransisi dari masa kanak-kanak awal ke masa pra-remaja. Di usia ini, mereka juga mulai membentuk kelompok pertemanan, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Mereka semakin mantap membentuk 'kelompok pertemanan' dan hierarki sosial, sementara lobus prefrontal mereka masih belum berkembang. Lobus prefrontal merupakan bagian otak yang bertanggung jawab atas penghambatan, pengaturan emosi, dan pengendalian impuls," ungkap Silva.

"Mereka sering kali merasa bimbang karena sangat ingin menjadi anak-anak yang lebih besar, tetapi juga ingin mempertahankan tahap masa kanak-kanak," sambungnya.

Untuk mengurangi tarik-menarik antara dua dunia tersebut, Silva menyarankan untuk menjadikan waktu bermain bebas tanpa struktur sebagai bagian penting dari rutinitas anak. Pasalnya, cara tersebut bisa memberikan kebebasan bagi anak untuk bereksplorasi sesuai usianya.

"Hal ini memberi anak-anak kebebasan untuk mengatasi masalah sosial dan emosional mereka, memecahkan masalah, dan mengeksplorasi kreativitas dengan cara mereka sendiri," kata Silva.

Perubahan anak di usia 8 dan 9 tahun

Seorang ahli pendidikan dan salah satu pendiri serta CEO di Center of Hope Family Services, Tracee Perryman, PhD, mengatakan dirinya tidak terkejut melihat perubahan pada anak di rentang usia kelas 3 SD. Pasalnya, ia memang menemukan beberapa perubahan terjadi antara usia 8 dan 9 tahun.

"Ketika anak-anak berinteraksi dengan anak-anak lain yang memiliki tingkat kematangan berbeda dan pengalaman hidup yang beragam, mereka akan terpapar sejumlah pengaruh yang dapat berdampak pada kesejahteraan mental, emosional, dan akademis mereka," ujar Perryman.

"Ketika kita menggabungkan faktor-faktor tersebut dengan paparan media dan media sosial, jenis emosi, dan perilaku yang mungkin kita lihat akan berlipat ganda, maka perubahan itu terkadang tampak menjadi besar," lanjutnya.

Perryman menyarankan agar orang tua memantau perubahan yang terjadi dalam kehidupan anak dengan cermat selama periode ini. Perubahan ini juga terkait dengan pengaruh-pengaruh di kehidupan anak.

"Penting bagi orang tua untuk membantu anak-anak memahami apa yang pantas, normal, dan sehat untuk usia mereka. Penting juga untuk terus menegaskan kekuatan anak, dan mengarahkan mereka untuk beroperasi sesuai dengan kekuatan, daripada memperbesar area di mana mereka perlu berkembang," katanya.

"Saya juga merekomendasikan struktur dan batasan, bersama dengan perhatian. Kombinasi itu menanamkan rasa aman pada anak-anak kita. Ketika kita penuh perhatian, kita membangun hubungan baik, sehingga mereka mempercayai kita untuk membantu mereka berkembang di bidang-bidang yang diperlukan," lanjutnya.

Cara mendampingi anak kelas 3 SD untuk bertumbuh

Anak belajarIlustrasi/Foto: Getty Images/DragonImages

Kelas 2 SD adalah 'kelas yang benar-benar penting'. Psikolog praktik swasta Ray Christner, PsyD, NCSP, ABPP, sering mendengar anak-anak dan orang tua membahas kesulitan yang mereka hadapi saat berhadapan dengan anak kelas 3 SD.

Simak beberapa cara yang bisa Bunda lakukan dalam mendampingi anak kelas 3 SD, berikut ini:

1. Menjaga komunikasi terbuka dengan anak

Pastikan anak merasa nyaman berbagi perasaan dan pengalamannya. Gunakan pertanyaan terbuka untuk mendorong mereka mengekspresikan diri tanpa dihakimi.

2. Gunakan penguatan positif

Cobalah untuk mengakui dan memuji usaha anak, bukan hanya prestasinya saja. Cara ini dapat membangun pola pikir anak berkembang, dan itu sangat penting untuk menghadapi tantangan akademis dan sosial.

3. Tetapkan harapan dan batasan yang jelas

Anak-anak seusia ini akan lebih baik jika terbiasa dengan rutinitas dan mengetahui batasan. Ketika keadaan mulai terasa 'tidak nyaman', mereka akan mengetahui batasan dengan jelas dan konsekuensi yang konsisten.

4. Menyeimbangkan kemandirian dan keterlibatan

Biarkan anak-anak mulai membuat beberapa keputusan yang sesuai dengan usia mereka. Namun, orang tua harus tetap hadir dan tertarik pada kehidupan sekolah dan pertemanan anak-anak. Kita harus memberi anak kesempatan untuk menyelesaikan beberapa masalah sendiri dengan bimbingan untuk menemukan solusi.

5. Tanamkan empati

Di usia anak kelas 3 SD adalah waktu tepat untuk mengajarkan mereka cara mempertimbangkan perasaan dan perspektif orang lain. Bicarakan hal-hal yang mungkin mereka dengar atau kesulitan yang mereka alami dengan orang lain. Hal ini bisa sangat bermanfaat seiring bertambahnya usia anak.

Itulah penyebab kelas 3 SD disebut jadi masa sulit bagi anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda