Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Alasan Berat Badan Bayi Turun Setelah Lahir, Sering Bikin Panik

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Kamis, 06 Aug 2026 18:20 WIB

Berat badan bayi turun
Berat badan bayi turun/ Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska
Daftar Isi

Berat badan bayi baru lahir bergantung pada sejumlah faktor, termasuk ukuran tubuh dan etnis orang tua, kesehatan serta usia Bunda, dan seberapa banyak kenaikan berat badan Bunda selama kehamilan. Faktor lainnya meliputi kesehatan bayi dan usia kehamilan (bayi prematur sering kali berukuran lebih kecil), jenis kelamin bayi.

Selain itu, urutan kelahiran (anak pertama atau berikutnya) turut berpengaruh, serta apakah bayi lahir tunggal atau kembar. Namun yang perlu Bunda pahami bahwa memiliki tubuh kecil atau besar saat lahir, tidak berarti bayi akan tetap kecil atau besar di kemudian hari. Jadi jangan berkecil hati dahulu, ya.

Memantau pertumbuhan tinggi dan berat badan bayi baru lahir dari waktu ke waktu dapat memberikan gambaran yang jelas bagi dokter mengenai kesehatan umum bayi. Selama masih di rumah sakit, dokter atau perawat akan menimbang berat badan bayi saat lahir dan setiap 24 jam setelahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tetapi, yang sering panik, bayi baru lahir mengalami penurunan berat badan. Padahal, itu adalah hal yang sepenuhnya wajar. Berapa penurunan berat badan yang normal bagi bayi baru lahir pada hari-hari pertama setelah kelahiran? Sebagian besar bayi sehat yang lahir cukup bulan akan mengalami penurunan berat badan antara 5 hingga 10 persen dari berat lahir mereka pada hari-hari pertama setelah kelahiran.

Alasan berat badan bayi turun setelah lahir

Dikutip dari BabyCenter, penurunan berat badan awal ini terjadi karena bayi lahir dengan kelebihan cairan yang kemudian dikeluarkan dari tubuh setelah kelahiran. Penurunan berat badan ini tidak perlu dikhawatirkan kecuali jika bayi kehilangan lebih dari 10 persen berat lahirnya.

Bayi baru lahir hanya membutuhkan sedikit asupan makanan karena ukuran lambungnya sangat kecil, sehingga mungkin butuh waktu beberapa minggu bagi si kecil untuk mendapatkan kembali berat badannya. Namun, dalam waktu lima hari, berat badannya kemungkinan besar sudah mulai naik.

Jika bayi mengalami penurunan berat badan yang drastis, sakit, atau lahir prematur, proses ini mungkin memakan waktu lebih lama, yakni sekitar tiga minggu. Jadi, sebenarnya penurunan sedikit berat badan pada bayi awal kehidupan bayi baru lahir termasuk wajar ya, Bunda.

Namun, jika khawatir dan ingin berkonsultasi dengan dokter terkait berat badan bayi, berikut beberapa faktor yang perlu didiskusikan:

1. Frekuensi bayi menyusu dalam sehari

Bayi yang diberi air susu ibu (ASI) biasanya menyusu 8 kali atau lebih dalam 24 jam. Sementara itu, bayi yang diberi susu formula biasanya makan lebih jarang, yakni sekitar setiap 3-4 jam.

2. Jumlah susu yang diminum bayi di setiap sesi

Bayi umumnya menyusu minimal 10 menit, terdengar menelan setelah 3-4 hisapan. Jika sudah merasa kenyang, bayi umumnya akan merasa seperti agak mengantuk setelah menyusu.

3. Frekuensi buang air kecil

Bayi rata-rata buang air kecil sekitar enam kali sehari pada usia 3-5 hari. Setelah itu, mereka minimal buang air kecil 6-8 kali basah per hari.

4. Frekuensi buang air besar

Bayi baru lahir mungkin hanya buang air besar sekali sehari pada awalnya. Fesesnya berwarna gelap dan lengket pada beberapa hari pertama, lalu menjadi lembek atau lunak berwarna kuning kehijauan pada hari ke-3 atau ke-4. Bayi yang diberi ASI biasanya buang air besar lebih sering dibanding bayi yang diberi susu formula

Cara mengetahui berat badan bayi baru lahir Bertambah dengan Cukup?

Bunda mungkin tidak memiliki timbangan yang cocok untuk menimbang bayi di rumah. Namun, menghitung popok kotor bayi adalah cara lain yang baik untuk memastikan kondisi bayi sehat:

Popok basah

Pada lima hari pertama, bayi baru lahir mungkin hanya membasahi beberapa popok setiap harinya. Setelah itu, biasanya bayi akan membasahi sekitar 6 hingga 8 popok per hari.

Popok berisi tinja

Pada beberapa hari pertama, sebagian bayi mungkin hanya buang air besar sekali sehari. Setelah itu, bayi biasanya akan buang air besar setidaknya dua kali sehari. Bayi yang diberi ASI akan lebih sering buang air besar, misalnya lima kali atau lebih.

Dikutip dari laman Eastern Idaho Public Health, berat badan mereka seharusnya bertambah sekitar 1 ons (30 gram) per hari selama bulan pertama. Selain itu, tenaga medis yang menangani bayi akan memantau berat badan bayi (beserta tinggi badan dan lingkar kepalanya) pada setiap kunjungan pemeriksaan.

Demikian pembahasan mengenai alasan berat badan turun setelah lahir, dan cara memantau tumbuh kembang bayi di awal kelahirannya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda