parenting
Bukan Cuma Pencari Nafkah, Ini Sosok Ayah yang Diinginkan Anak Gen Z
HaiBunda
Sabtu, 08 Aug 2026 09:20 WIB
Daftar Isi
Peran ayah kini tak lagi sebatas menjadi pencari nafkah. Bagi anak-anak Gen Z, sosok ayah perlu hadir secara emosional dan harus mau terlibat dalam kehidupan mereka.
Studi yang dilakukan oleh Center for Scholars & Storytellers di University of California Los Angeles (UCLA) pada tahun 2020 pernah mensurvei 1.500 remaja AS, berusia 10 hingga 24 tahun, mengenai citra laki-laki yang mereka lihat di TV dan film. Para peneliti menemukan bahwa kebutuhan nomor satu yang diungkapkan oleh 57,7 persen anak-anak ini adalah melihat sosok ayah dapat menunjukkan kasih sayang kepada anak-anaknya.
Studi ini juga menemukan bahwa anak ingin melihat ayah menikmati peran sebagai orang tua dan merawat orang lain. Bagi mereka, melihat laki-laki meminta bantuan, mencari perawatan kesehatan mental, dan bersikap penuh kasih sayang juga dianggap sebagai kualitas yang positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti juga melaporkan bahwa anak-anak mendambakan ayah yang penuh sukacita, di mana ayah secara terbuka menunjukkan kasih sayang. Mereka ingin melihat ayah menunjukkan perilaku yang kurang 'maskulin' secara tradisional, dan ingin ayah dapat menunjukkan kerentanan.
"Generasi muda mengungkapkan keinginan untuk melihat ayah yang benar-benar membicarakan perasaan mereka, daripada hanya menawarkan bantuan yang tabah dalam suatu tugas atau hobi," kata psikolog dan CEO dari Center for Scholars & Storytellers (CSS) di UCLA, Yalda T. Uhls, PhD, dilansir Good Housekeeping.
"Seorang ayah yang mengatakan, 'Saya merasa sedikit stres tentang pekerjaan hari ini, jadi saya akan meluangkan waktu sejenak untuk bernapas', dapat menunjukkan bahwa kerentanan adalah bentuk kekuatan, bukan kelemahan."
Menurut Uhls, sering kali ada keselarasan yang kuat antara kualitas yang ingin dilihat kaum muda pada karakter pria di layar kaca dan kualitas yang mereka hargai pada ayah dan panutan pria dalam kehidupan nyata. Dalam hal ini, media bertindak sebagai cermin sosial.
"Ketika anak laki-laki dan perempuan secara konsisten melihat ayah yang penuh kasih sayang, hadir secara emosional, dan bersedia mencari dukungan ketika mereka membutuhkannya, hal itu memperkuat gagasan bahwa ini adalah kualitas normal dan patut dikagumi pada pria," ungkap Uhls.
Ayah yang rentan justru dianggap kuat oleh anaknya
Bagi anak Gen Z, sosok ayah yang rentan dipandang sebagai pribadi yang kuat, Bunda. Mereka melihat ayah yang mampu bertahan saat menghadapi tantangan sebagai sosok yang hebat. Menurut psikolog pengasuhan anak, Heather Wittenberg, PsyD, kepekaan adalah bagian penting dari menjadi manusia.
"Kita semua memiliki momen-momen rentan dalam hidup. Membiarkan anak-anak melihat bahwa ayah mereka juga memiliki momen-momen tersebut dapat membangun rasa otentisitas dan fleksibilitas. Itu membantu mereka merasa lebih aman," ungkap Wittenberg.
"Ketika seorang ayah menunjukkan bagaimana menghadapi tantangan hidup, seperti terjatuh, lalu bangkit kembali untuk mencoba lagi, maka ini bisa membangun ketahanan dan kepercayaan diri pada anak-anaknya."
Hal yang sama juga disampaikan psikolog dan profesor emeritus dalam psikologi media di Fielding Graduate University, Pamela B. Rutledge, PhD, MBA. Menurutnya, jika seorang anak hanya memandang ayahnya sebagai 'pria tangguh', maka mereka kehilangan kesempatan untuk mengenal esensi ayahnya secara utuh.
"Anak-anak belajar emosi apa yang 'aman' untuk dirasakan dengan mengamati orang dewasa terdekat mereka," kata Rutledge.
"Ketika seorang anak hanya melihat ayahnya menunjukkan sikap tabah, pada dasarnya mereka belajar bahwa perasaan, terutama yang tidak nyaman, adalah sesuatu yang harus disembunyikan dari orang lain. Tapi ketika seorang ayah menunjukkan kerentanan yang tepat, itu menunjukkan bahwa bahkan emosi yang sulit pun dapat ditangani," lanjutnya.
Ayah yang penuh kasih sayang disukai anak Gen Z
Ilustrasi Ayah dan Anak/Foto: Getty Images/iStockphoto/PrathanChorruangsak |
Selain kerentanan, anak-anak Gen Z juga suka dengan sosok ayah yang penuh kasih sayang, Bunda. Bagi mereka, seorang ayah yang lembut dan penuh kasih sayang juga menghilangkan stereotip bagi seorang anak.
"Anak-anak, terutama laki-laki, menginternalisasi apa arti maskulinitas dari ayah mereka," ungkap Rutledge.
"Seorang ayah yang menormalisasi untuk meminta bantuan, mengakui ketidakpastian, atau mengekspresikan kasih sayang memberi izin kepada anaknya untuk melakukan hal yang sama," lanjutnya.
Cara menjadi ayah yang disukai oleh anak Gen Z
Menjadi ayah yang disukai oleh anak Gen Z memang menjadi tantangan tersendiri, Bunda. Seorang ayah dapat terlibat secara emosional dengan anak-anak mereka sejak dini. Bahkan ketika anak-anak mereka masih kecil, seorang ayah dapat menunjukkan kasih sayang dengan fokus pada emosi anaknya.
Penelitian tahun 2025 dari Pennsylvania State University menemukan bahwa beberapa ayah yang tidak aktif memperhatikan anak mereka yang berusia 10 bulan cenderung menjadi orang tua yang menarik diri secara emosional di kemudian hari.
"Saat menonton momen penting dalam sebuah acara atau film, hanya dengan bertanya kepada anak, 'Bagaimana perasaanmu setelah menonton itu?' dan mendengarkan jawabannya tanpa langsung berusaha memperbaiki keadaan adalah tindakan kepedulian yang sangat berarti," kata Uhls.
Seorang ayah juga dapat menyampaikan cinta yang besar dengan sangat sederhana. Misalnya, menghabiskan waktu bersama anaknya di tengah kesibukan.
Terakhir, seorang ayah yang cerdas biasanya tidak takut mengakui kesalahannya. Saat berbuat salah, ia akan meminta maaf pada anaknya, alih-alih kehilangan kendali.
"Salah satu hal paling ampuh yang dapat dilakukan seorang ayah adalah meminta maaf setelah kehilangan kendali emosi, atau melakukan kesalahan," ujar Rutledge.
"Mengatakan, 'Saya terlalu kasar tadi dan saya minta maaf' dapat mencontohkan akuntabilitas dan kejujuran, dan menunjukkan kepada anak bahwa hubungan dapat pulih dari konflik," sambungnya.
Itulah penjelasan pakar tentang sosok ayah yang diinginkan oleh banyak anak Gen Z. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Mengapa Banyak Ayah Sulit Memahami Perasaan Anak? Jawaban CEO Ini Jadi Sorotan
Parenting
Penelitian Ungkap Anak Sering Diajak Main Bareng Ayah Dapat Mengatur Diri & Emosi
Parenting
Ini yang Terjadi Jika Ayah Tidak Dekat dengan Anak Menurut Psikolog
Parenting
Dear Ayah, Ini 7 Cara Bonding dengan Anak agar Tak Terjadi Fatherless
Parenting
Dekatkan Ayah dan Si Kecil, Lakukan 5 Aktivitas Ini sebagai Bonding Time
7 Foto
Parenting
Wah! Kompak Abis, 7 Foto Kebersamaan Taufik Hidayat & Putrinya yang Sudah ABG
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi Ayah dan Anak/Foto: Getty Images/iStockphoto/PrathanChorruangsak
Mengapa Banyak Ayah Sulit Memahami Perasaan Anak? Jawaban CEO Ini Jadi Sorotan
Ayah yang Punya Anak Perempuan Pertama Disebut Lebih Mendukung Kesetaraan Gender, Ini Kata Studi
Studi Terbaru Ungkap Potensi Kesehatan Mental Ayah Memburuk usai Kelahiran Anak