Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Daftar Vaksin Anak Usia 5 Tahun ke Atas, Bunda Perlu Tahu

Kinan   |   HaiBunda

Selasa, 04 Aug 2026 18:45 WIB

Daftar Vaksin Anak Usia 5 Tahun ke Atas, Bunda Perlu Tahu
Daftar Vaksin Anak Usia 5 Tahun ke Atas, Bunda Perlu Tahu/Foto: Getty Images/FatCamera
Daftar Isi
Jakarta -

Meski sudah berusia 5 tahun ke atas, anak tetap masih perlu mendapatkan vaksin agar kesehatannya terjaga. Nah, apa saja daftar vaksin anak usia 5 tahun ke atas?

Sebelumnya perlu dipahami terlebih dahulu bahwa pemberian vaksin untuk anak balita tujuannya adalah mengoptimalkan daya tahan tubuh dan mencegah penyakit berbahaya.

Apabila imunisasi yang diberikan tak lengkap atau terlambat, ini bisa menghambat upaya meningkatkan kekebalan tubuh anak. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa dampaknya jika imunisasi anak tidak lengkap?

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi dan anak yang mendapat imunisasi dasar lengkap akan terlindung dari beberapa penyakit berbahaya. 

Hal ini berarti imunisasi lengkap bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak, sehingga mereka mampu melawan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin tersebut. 

Sebaliknya, jika anak tak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, maka tubuhnya tidak mempunyai kekebalan yang spesifik terhadap penyakit tersebut.

Anak yang tidak diimunisasi juga berisiko menyebarkan kuman-kuman tersebut ke teman lain di sekitarnya, sehingga dapat menimbulkan wabah.

Daftar vaksin anak usia 5 tahun ke atas

Memasuki usia sekolah alias 5 tahun ke atas, anak tetap memerlukan beberapa vaksin lanjutan (booster) untuk mempertahankan kekebalan tubuh.

Berikut daftar vaksin anak usia 5 tahun ke atas, Bunda:

1. DPT/Td/Tdap

Sesuai singkatannya, vaksin DPT digunakan untuk mencegah 3 penyakit yakni difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan).

Vaksin ini kali pertama dijadwalkan untuk anak mulai usia 6 minggu, kemudian pada usia 2, 3, 4 bulan atau 2, 4, 6 bulan.

Booster pertama di usia 18 bulan, lalu booster berikutnya di usia 5-7 tahun dan 10-18 tahun. Mulai usia 7 tahun digunakan vaksin Td/Tdap. 

Menurut rekomendasi jadwal imunisasi dari IDAI, pada program program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), anak mendapatkan vaksin Td pada kelas 2 SD dan 5 SD.

2. Influenza

Vaksin influenza disuntikkan intramuskular mulai usia 6 bulan. Untuk suntikan pertama yang diberikan pada usia 6 bulan-8 tahun, berikan 2 dosis vaksin dengan interval 4 minggu.

Lalu untuk usia 9 tahun ke atas, vaksin influenza cukup satu kali. Selanjutnya pengulangan setiap tahun satu kali menggunakan vaksin yang tersedia.

Dikutip dari laman Kemenkes RI, flu berpotensi menyebabkan komplikasi serius, maka langkah pencegahan menjadi hal yang sangat penting. Salah satunya adalah dengan pemberian vaksin influenza.

3. MR/MMR

Vaksin MR/MMR bermanfaat untuk mencegah penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan campak jerman (rubella). Ketiganya disebabkan oleh kelompok virus yang sama.

Vaksin MR disuntikkan subkutan mulai umur 9 bulan, dosis kedua umur 15-18 bulan, kemudian dosis ketiga umur 5-7 tahun. 

Pada anak usia sekolah, vaksin MR tetap perlu diberikan untuk menguatkan imun dan memperkuat perlindungan terhadap kedua penyakit tersebut.

4. Tifoid

Vaksin tifoid bermanfaat untuk mencegah demam tifoid atau tipes. Hal ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.

Sesuai rekomendasi IDAI, vaksin tifoid disuntikkan mulai usia 2 tahun, diulang tiap 3 tahun.

5. Dengue (DBD)

Serupa seperti namanya, vaksin ini digunakan untuk melindungi anak dari demam berdarah dengue atau DBD.

Infeksi Dengue dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja, terutama di negara endemis seperti Indonesia. Vaksin dengue disuntikkan dengan 2 dosis, interval 3 bulan pada usia 6-45 tahun.

6. HPV

Vaksin HPV dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi virus HPV atau (Human Papillomavirus).

Seperti diketahui, HPV dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya termasuk kanker serviks, kanker anus, kanker penis, serta kutil kelamin.

Vaksin HPV disuntikkan intramuskular pada anak perempuan usia 9-14 tahun 2 dosis interval 6-12 bulan, atau pada BIAS SD dosis pertama kelas 5 dan dosis kedua
kelas 6. 

Jika diberikan mulai usia 15 tahun, maka sama dengan dosis dewasa yakni: 3 dosis dengan jadwal interval 0, 1, 6 bulan atau 0, 2, 6 bulan.

Mengapa vaksin booster tetap penting setelah usia 5 tahun?

Meskipun anak mungkin sudah menerima imunisasi lengkap saat bayi dan balita, vaksin booster di usia 5 tahun ke atas tetap penting diberikan lho, Bunda.

Salah satu alasannya karena umumnya kadar antibodi terhadap beberapa penyakit dapat menurun seiring bertambahnya usia. 

Selain itu, pemberian vaksin booster dapat membantu menguatkan kembali sistem kekebalan tubuh agar dapat membentuk perlindungan yang kuat. 

Dengan begitu, risiko tertular penyakit, mengalami gejala berat, maupun menularkan infeksi kepada orang lain dapat berkurang.

Di usia 5 tahun ke atas, anak sudah mulai lebih sering berada di luar rumah dan bersosialisasi dengan orang banyak. Termasuk di sekolah, di daycare atau di tempat bermain.

Maka dari itu, vaksin booster berperan penting menjaga kesehatan anak dan mendukung terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity).

Itulah penjelasan tentang daftar vaksin anak usia 5 tahun ke atas yang perlu Bunda ketahui. Pastikan untuk memeriksa dan memberikan vaksin lengkap Si Kecil sesuai jadwal, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda