parenting
Puncak El Nino Diprediksi Terjadi Akhir Tahun, IDAI Ingatkan Dampaknya bagi Anak
HaiBunda
Jumat, 31 Jul 2026 13:00 WIB
Fenomena El Nino diperkirakan belum mencapai puncaknya. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fase terkuat El Nino diprediksi baru akan terjadi pada Desember tahun ini atau Januari 2027.
"Jadi kami memprediksi dan biasanya selalu, indeks El Nino itu berpuncak di sekitar akhir tahun. Jadi Desember atau Januari di tahun berikutnya. Jadi dalam kasus ini, Desember 2026 dan juga Januari 2027," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
BMKG juga memprediksi bahwa situasi kali ini berpeluang signifikan dapat melebihi kategori El Nino kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Monitoring suhu permukaan laut di Pasifik telah menunjukkan indeks Nino 3.4,yang menyatakan kekuatan El Nino yang telah melebihi threshold kategori kuat, yaitu di atas 1,5°C, saat ini lebih dari 1,56°C," kata Ardhasena.
Dampak El Nino terhadap kesehatan anak
Sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa dalam situasi El Nino ini, anak-anak berposisi sebagai kelompok rentan.
Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, dr Darmawan Budi Setyanto, SpA, Subsp Respi(K) mengatakan hal ini dikarenakan sistem imun tubuh pada anak belum matang dan berkembang, sehingga membuatnya lebih lemah daripada orang dewasa.
"Makin besar anaknya, remaja ini tentu sudah mendekati dewasa, sehingga tidak terlalu terdampak. Tapi, makin muda usia, makin rentan," kata dr Darmawan dalam konferensi pers daring beberapa waktu lalu.
"Lalu pada anak-anak yang lebih kecil, laju napasnya lebih tinggi, respiratory rate-nya dan juga metabolismenya lebih tinggi, sehingga anak itu menghirup lebih banyak udara dibandingkan rasio-nya dengan berat badannya berpotensi terpajar lebih banyak polutan dibandingkan orang dewasa," sambungnya.
Anak-anak, lanjut dr Darmawan juga belum bisa dengan sempurna mengatur suhu tubuh secara efisien, akibatnya risiko dehidrasi dan heatstroke menjadi lebih tinggi.
Beberapa masalah kesehatan yang juga bisa berdampak ke anak, di antaranya:
- Diare dan penyakit bawaan air (waterborne disease)
- Pneumonia
- Dehidrasi
- Demam berdarah dan malaria
TERUSKAN MEMBACA KLIK DIÂ SINI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Ramai Kasus IDAI, Mulai dari Aksi Pita Hitam hingga Doa Bersama Selama 3 Hari
Parenting
5 Cara Mengenali Napas Cepat dan Sesak pada Anak, Bunda Perlu Tahu
Parenting
Batasan Screen Time pada Anak Balita Menurut IDAI, Jangan Berlebihan Bun!
Parenting
Viral Anak Alami Bocor Lambung Diduga Akibat Chiki Ngebul, IDAI Beri Penjelasan
Parenting
8 Rekomendasi IDAI Soal Libur Sekolah Nataru, Penting untuk Disimak Nih Bun
Parenting
Kasus Corona Melonjak, IDAI Ingatkan Tak Tersedia ICU Anak & Obat Non BPJS
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda