Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Stimulasi Sederhana untuk Optimalkan Perkembangan Otak Balita

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 29 Jul 2026 21:05 WIB

Anak bermain
Stimulasi Sederhana untuk Balita yang Bisa Optimalkan Perkembangan Otak, Cocok untuk Working MomFoto: iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Menyeimbangkan karier dan tuntutan mengasuh balita memang bukan perkara mudah. Kesibukan kerja kerap kali membuat para orang tua merasa khawatir tidak memiliki cukup waktu untuk mendampingi anaknya yang masih kecil.

Perlu diketahui, fase emas tumbuh kembang anak memiliki rentang waktu yang terbilang singkat, Bunda. Fase ini dimulai sejak usia 0 sampai 5 tahun.

"Di fase ini, otak tumbuh dan berkembang dengan baik. Saat otak tumbuh, dia belajar berbagai macam hal," kata dokter spesialis anak, dr. Yoga Yandika, Sp.A, dalam acara S-26 Exceptional Journey: A Journey Inside The Brain, di Jakarta Pusat, belum lama ini

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Saat belajar sesuatu yang baru, terbentuk konektivitas-konektvitas di otak, sehingga cara berpikirnya menjadi lebih cepat dan lebih baik, dan itu yang kita sebut dengan synaptogenesis, yang ujungnya mengarah ke myelinisasi," sambungnya.

Kesibukan orang tua bekerja sebaiknya tidak menjadi alasan untuk mengoptimalkan fase emas anak. Bunda tetap bisa menyokong tumbuh kembang secara optimal dengan memberikan dukungan dalam bentuk nutrisi dan stimulasi.

"Nutrisi ini adalah gizi seimbang yang bisa berperan penting dalam pertumbuhan otak. Salah satu komponen penting nutrisi untuk pertumbuhan otak adalah lemak. Jadi, di dalam otak itu ada selubung yang namanya selaput myelin. Nah, kalau myelin belum terbentuk, maka alirannya masih lambat. Sebaliknya, ketika sudah terbentuk, alirannya jadi cepat," ungkap Yoga.

"Selubung myelin ini isinya lemak, di mana pembungkusnya itu disebut sfingomielin dan bagian kakinya itu namanya fosfolipid. Jadi, semua itu bisa terbentuk kalau anak mendapatkan nutrisi yang mengandung sfingomielin dan fosfolipid."

Kemudian, supaya bisa berkembang dengan baik dan bertahan, otak juga membutuhkan komponen nutrisi lainnya, seperti protein, zat besi, asam folat, dan alpha-lactalbumin.

Nah, setelah nutrisi terpenuhi, Bunda dapat memberikan stimulasi sederhana di sela kesibukan. Simak jenis stimulasi untuk balita yang mudah dilakukan untuk mengoptimalkan perkembangan otak Si Kecil berikut ini!

Stimulasi sederhana untuk balita

Berikut beberapa stimulasi sederhana yang dapat diterapkan ke balita untuk mendukung perkembangan otaknya:

1. Bernyanyi bersama anak

Stimulasi pertama yang paling sederhana adalah bernyanyi bersama anak. Aktivitas ini tak hanya menghibur, tapi juga dapat mendukung pembelajaran bahasa anak sejak dini, Bunda.

"Melalui stimulasi ini, anak akan mulai memproses bahasa dengan baik, dan dia akan berusaha untuk menggabungkan kata-kata yang dia dengarkan dengan baik," ujar Yoga.

2. Membacakan buku

Stimulasi lainnya adalah membacakan buku untuk anak. Yoga menyarankan agar orang tua bisa membacakan buku-buku yang sederhana atau sifatnya ilmu pengetahuan, sehingga nantinya anak mulai terbuka bahwa dunia itu luas.

"Dari membaca buku, anak juga bisa mulai belajar mengenal benda-benda dan berbagai macam bentuknya," katanya.

3. Bermain bersama anak

Stimulasi yang cukup mudah adalah meluangkan waktu singkat namun berkualitas untuk bermain bersama anak. Saat bermain, Bunda dan Ayah bisa memberikan jenis permainan yang sifatnya pembelajaran.

"Orang tua dapat meluangkan waktu 5 hingga 10 menit untuk bermain dengan anak. Berikan satu mainan di satu waktu yang sifatnya ada problem solving. Contoh paling sederhana adalah benda yang bentuknya kotak dan ada bolongan segitiga. Minta anak untuk memasukkan benda melalui celah tersebut, jadi anak belajar, 'Oh benda ini harus dimasukin ke sini'," ungkap Yoga.

"Aktivitas ini nantinya bisa membentuk suatu konektivitas yang baik di otak anak, yang nantinya juga dapat menjadi bekal untuk belajar lebih luas lagi."

4. Mengajak anak bermain di luar rumah

Stimulasi terakhir adalah meluangkan waktu untuk mengajak anak bermain ke luar. Misalnya, di hari Sabtu atau Minggu, orang tua mengajak anak bermain di taman.

"Saat anak bermain di luar, dia akan belajar banyak hal dari lingkungan di sekitarnya. Aktivitas ini bisa dari bermain ke taman, olahraga, atau main petak umpet," lanjutnya.

"Hal-hal sederhana seperti itu dapat membantu multilearning anak, sehingga dia siap untuk kehidupan di masa yang akan datang."

Demikian stimulasi sederhana yang dapat diterapkan ke balita untuk mengoptimalkan perkembangan otaknya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda